Antologi NU

Konfercab, Konferensi Cabang Di Lingkungan Organisasi NU

Konfercab, Konferensi Cabang, adalah sebuah permusyawaraatn tertinggi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Cabang (Kabupaten/Kota), bagaimana mekanisme, ketentuan, tata cara, dan apa saja tujuan dan agenda pembahasan di dalam Konfercab?

Mekanisme Konfercab (Konferensi Cabang) diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NU. Konferensi Cabang merupakan jenis permusyawaratan di daerah. Maksud dan pengertiannya adalah, secara kedudukannya, sehingga menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Pengurus Cabang NU, yaitu kepengurusan organisasi NU di tingkat Kabupaten/Kota.

Ketentuan Konfercab. Konferensi Cabang Organisasi NU, sebagaimana pernah dilaksanakan oleh Pengurus Cabang NU Cilacap, dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Masa khidmat pengurus cabang NU sudah habis waktunya, yaitu selama 5 tahun berjalan, atau’
  2. Masa khidmat pengurus cabang Organisasi NU di tingkat Kabupaten/Kota akan segera habis;
  3. Perencanaan Konfercab ditetapkan melalui Rapat Internal Organisasi NU, biasanya dengan Rapat Pleno
  4. Pengurus Cabang NU setempat membentuk Panitia Konferensi Cabang yang bertugas melaksanakan Konferensi;
  5. Panitia Konfercab menyusun materi Konferensi Cabang NU yang mengatur secara keseluruhan mekanisme, ketentuan, tata cara dan agenda yang dibahas;

Tata Cara Konfercab. Konferensi Cabang Organisasi NU memiliki tata cara yang secara keseluruhan diatur dalam Tata Tertib. Apa Fungsi dari tata Tertib ini? yaitu untuk menjamin terselenggaranya ketertiban, keterarahan dan kelancaran jalannya Konferensi Cabang, sehingga perlu ditetapkan Peraturan Tata Tertib yang dibahas, disepakati dan ditetapkan oleh seluruh peserta.

Tata tertib Konfercab di antaranya mengatur tentang;

  1. Maksud, tujuan, waktu, tempat, dan agenda dalam pelaksanaan Konferensi Cabang;
  2. Peserta beserta hak dan kewajibannya;
  3. Persidangan Konferensi Cabang yang biasanya terdiri dari Sidang Pleno dan Sidang Komisi
  4. Legitimasi Konfercab yang ditandai dengan terpenuhinya mekanisme pengambilan keputusan
  5. Ketentuan pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah tingkat Cabang

Agenda yang dibahas dalam Konfercab. Dalam Pasal 73 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul   Ulama (ART NU) tahun 2015, disebutkan bahwa Konferensi Cabang adalah forum permusyawaratan tertinggi untuk tingkat Cabang. Agenda Konfercab terdiri dari:

  1. Membicarakan dan menetapkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang disampaikan secara tertulis,
  2. Membahas dan Pokok-Pokok Program Kerja 5 (lima) tahun merujuk kepada Pokok­-Pokok Program Kerja Wilayah dan Garis-Garis Besar Program Kerja Nahdlatul Ulama,
  3. Membahas dan Menetapkan Masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan pada umumnya,
  4. Mengkaji dan memutuskan Rekomendasi Organisasi, Ahlul halli Wal ‘Aqdi, serta
  5. Memilih Rais dan Ketua Pengurus Cabang.

Konferensi Cabang dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama sekali dalam 5 (lima) tahun, dihadiri oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Majelis Wakil Cabang. Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan organisasi, Konferensi Cabang dapat dihadiri oleh Pengurus Ranting NU.

Konfercab tidak hanya berlaku di lingkungan organisasi NU, melainkan juga di organisas-organisasi badan otonom NU. Dengan ketentuan dan mekanisme yang di atur dalam aturan organisasi badan otonom NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × three =

Back to top button