Turba MWCNU Bantarsari, Konsolidasi Organisasi Dan Ngaji

NU CILACAP ONLINE – Turun bawah atau turba merupakan agenda wajib dalam organisasi khususnya Nahdlatul Ulama. Turba berfungsi sebagai sarana memperkuat silaturrahim antar anggota maupun pengurus antar tingkatan. Seperti halnya MWCNU Bantarsari yang melaksanakan turba konsolidasi organisasi dan Ngaji Tematik ke Ranting NU Bantarsari pada Ahad lalu (3/10/2021).

Turba MWCNU Bantarsari dan Konsolidasi Organisasi bertempat di Masjid Baitul Mutaqin Bulureja, hadir jajaran Pengurus MWCNU dan Ranting NU Bantarsari serta lembaga dan badan otonom NU.

Kurang lebih hadir 200 orang dalam agenda turba MWCNU Bantarsari kali ini. Selain dari jajaran pengurus NU, pengurus Masjid dan Musholla di Bantarsari serta jama’ah di sekitar Masjid Baitul Muttaqin juga ikut serta dalam agenda ini. Ngaji tematik yang dominan memberikan kesan tersendiri, selain memberikan kenyamanan juga membawa keberkahan.

Sambutan Baik Ulama Dan Umaro

Dalam sambutanya Wakil Ketua MWCNU Bantarsari, A Musalim Ridho menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, agar semangat membangun kembali kegiatan-kegiatan di Ranting NU, dengan tetap menerapkan prokes di masa pandemi.

Kedua, mengingat kita Nahdliyin terutama di wilayah Bantarsari sedang dalam hajat.  Yakni adanya pembangunan Kantor Bersama MWCNU Bantarsari.

Artikel Terkait

“Besar harapan bisa rampung dan segera di tempati. Sehingga adanya kantor bersama, administrasi akan tertata dan terarsipkan, baik dari jajaran MWCNU, lembaga dan banom lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ngatourohman selaku Kepala Desa Bantarsari dalam sambutannya berterimakasih kepada panitia Turba, sehingga kegiatan MWCNU melalui Turba ini bisa bertempat di Ranting NU Bantarsari.

“Selain mengenalkan kegiatan Turba MWCNU Bantarsari juga menambah keberkahan, menjaga kesatuan Ulama dan Umaro supaya menguatkan ukhuwah silaturrahim, serta dapat mengembangkan di tingkat pendidikan, ngaji dan mengkaji,” ujarnya.

Baca Juga:

Rais Syuriyah MWCNU Bantarsari, H Habib Mushafa melalui ngaji tematiknya memiliki harapan besar, semoga adanya kegiatan ini menambah keimanan islam serta ihsan kita sebagai Nahdliyin.

Turba kali mengangkat tema Ngupati (jawa) dan apa itu Rebo Wekasan. Melalui kegiatan Turba MWCNU Bantarsari harapan selalu menambah silaturrahim antar lembaga dan banom.

“Apapun kegiatannya apabila karena Alloh Ta’ala dan selalu bersyukur akan membawa keberkahan hidup,” tambahnya. Tidak hanya itu, dalam rangka Turba dapat mengetahui seluk beluk organisasi NU.

Penulis : Mungalim
Editor : Shevilla Dewi Pramudita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button