Badan Otonom NU

PAC Fatayat NU Nusawungu Bedah LPJ Untuk Samakan Persepsi

PAC Fatayat NU Nusawungu bersama Pimpinan Ranting dan Anak Ranting menggelar bedah LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) untuk samakan persepsi. Agenda Bedah LPJ dilaksanakan di Mushola Al Iman, Desa Jetis Kecamatan Nusawungu, Ahad (21/3).

Ketua PAC Fatayat NU Nusawungu Sarisem, mengatakan kepada NU Cilacap Online, bahwa masalah LPJ ini harus menjadi perhatian semua kader Fatayat NU Nusawungu. Terlebih, menuju pelaksanaan Rapat Anggota di mana semua kegiatan harus dilaporkan oleh pengurus kepada anggota.

“Tujuan bedah LPJ agar tercapai persamaan persepsi di antara Kader Fatayat NU, utamanya para pengurus, tentang penyusunan dan penyiapan materi LPJ secara lengkap. Pada saatnya nanti, diharapkan LPJ kepengurusan bisa disampaikan secara lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, bedah LPJ ini juga sebagai sarana melatih bagaimana tertib administrasi organisasi Fatayat NU bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan peraturan organisasi Fatayat NU yang berlaku.

Hadir dalam acara Bedah LPJ beberapa Pimpinan Ranting dan Anak Ranting Fatayat NU. Hadir pula Sekretaris PAC Fatayat NU Nusawungu, Khoirotunnisa, dan ketua Pimpinan Cabang fatayat NU Kabupaten Cilacap, Tun Habibah.

Khoirotunnisa S.Pd.I., menegaskan para pengurus Fatayat NU yang hadir dibekali materi seputar pembuatan Proposal Rapat Anggota, Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Ranting dan semua bentuk peng-LPJ-an.

“Bedah LPJ ini bentuk pembelajaran baru secara kolektif bagi Pimpinan Ranting dan Anak Ranting Fatayat NU. Menjadi kewajiban kami di sekretariat Fatayat untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang kesekretariatan dan pendokumentasian kegiatan,” katanya

Peserta Bedah Laporan Pertanggungjawaban PAC Fatayat NU Nusawungu
Para Peserta Tampak Serius dan Antusias Mengikuti Kegiatan Bedah LPJ yang Dilaksanakan oleh PAC Fatayat NU Nusawungu

Ia menambahkan, para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Karena di dalamnya, mereka berkesempatan menambah pengetahuan bagi mereka. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dengan semi formal untuk menghindari kejenuhan dalam sesi yang dilaksanakan.

“Kami berharap, kegiatan ini bisa mendorong terbentuknya kinerja kepengurusan yang lebih baik dan maju,” tuturnya penuh harap.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cilacap Tun Habibah menyampaikan, sebagai pengurus, baik Anak Ranting, Ranting dan PAC tentunya akan diminta pertanggungjawaban pada permusyawaratan yang ada.

“Kita sambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh PAC Fatayat NU Nusawungu, karena kemanfaatannya akan bisa dirasakan di kemudian hari. Dan sejak kegiatan ini, semua pengurus didorong untuk lebih meningkatkan rasa tanggungjawabnya” katanya.

Tun Habibah memberikan motivasi kepada seluruh pengurus Fatayat NU yang hadir. Ia, dengan mengutip pendapat Dr Marsudi Syuhud, Ketua Pengurus Besar nahdlatul Ulama, menyampaikan ada 3 Golongan Pengurus.

Pertama, dzalimun li nafsihi, yaitu golongan pengurus yang lalim terhadap diri sendiri. Orang-orang dalam kelompok ini hanya ingin masuk organisasinya saja, tetapi mereka tidak aktif menjalankan organisasinya. Kedua, muqtashid yaitu golongan pengurus yg biasa-biasa saja. Setiap ada kegiatan sering hadir, tapi diam-diam saja, tidak memberi kontribusi pemikiran maupun gerakan. Ketiga, saabiqun bil khoirat,  yaitu golongan pengurus yang berlomba-lomba mengerahkan segala waktu, hidup dan tenaganya untuk organisasi.

Tun Habibah, menegaskan, orang yang masuk golongan ketiga tersebut bisa dilihat kiprahnya 10 tahun mendatang. Sambil meyakinkan para pengurus yang hadir, ia meyakini Kader Fatayat NU yang mampu menjadi bagian dari kelompok ke tiga tersebut, 10 tahun ke depan akan menjadi tokoh.

Menyinggung kegiatan bedah LPJ tersebut, Tun Habibah mendorong para Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se Kabupaten Cilacap untuk melaksanakan hal yang sama.

“Pimpinan Ranting dan Anak Ranting Fatayat NU perlu ditingkatkan pemahaman dan praktiknya dalam membuat Laporan Pertanggungjawaban, karena itu bagian dari amanat organisasi yang harus ditunaikan. ,” katanya.

Kontributor: Aida Robiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

6 + one =

Back to top button