Menelisik Jejak Para Srikandi Pimpinan PC Fatayat NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Di balik kokohnya panji Fatayat NU di tanah Cilacap, terukir deretan nama perempuan-perempuan tangguh yang telah mewakafkan waktu dan pikirannya demi sebuah perjuangan. Mereka bukan sekadar pemimpin, melainkan ibu bagi organisasi yang melalui jemari dinginnya, nilai-nilai kemaslahatan dirajut dari generasi ke generasi. Inilah jejak para srikandi Pimpinan PC Fatayat NU Cilacap dari masa ke masa.
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cilacap telah melewati perjalanan panjang dalam menggerakkan potensi perempuan muda Nahdliyin di wilayah tersebut. Sejak dekade 70-an, organisasi ini telah dinakhodai oleh tokoh-tokoh perempuan inspiratif yang membawa visi dan misi berbeda di setiap zamannya.
Awal Perjuangan dan Masa Transisi
Sejarah mencatat kepemimpinan bermula di tangan Suprapti Wahyudin pada periode 1974-1979. Sebagai perintis, beliau meletakkan pondasi awal organisasi di tengah dinamika sosial saat itu. Setelah masa jabatannya berakhir, PC Fatayat NU Cilacap sempat mengalami masa vakum selama kurang lebih tujuh tahun, yakni pada rentang 1979 hingga 1986.
Geliat organisasi kembali bangkit pada tahun 1986 dengan terpilihnya Jamilah (1986-1988), yang kemudian diteruskan oleh Khatimatut Thoiyah untuk masa khidmat 1988-1992. Baca juga Menelusuri Jejak Emas PC IPPNU Cilacap dari Masa ke Masa
Era Perkembangan dan Konsolidasi
Memasuki tahun 90-an, Sahabat Wahyuningsih dipercaya memimpin selama dua periode. Periode pertama berjalan pada 1993-1997. Namun, pada periode kedua (1997-2000), kepengurusan tidak diselesaikan sepenuhnya. Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Sahabat Dra. Hj. Khumsiatiningsih sebagai pelaksana amanah organisasi.
Kepemimpinan Dra. Hj. Khumsiatiningsih berlanjut hingga dua periode penuh berikutnya, yakni 2000-2004 dan 2004-2008. Di bawah nakhoda beliau, Fatayat NU Cilacap semakin mengukuhkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Transformasi Menuju Masa Kini
Estafet kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh Hj Khanifah Muyassaroh yang juga menjabat selama dua periode, yaitu 2008-2012 dan 2012-2015. Masa ini menjadi momentum penguatan kapasitas kader di tingkat akar rumput.
Pada tahun 2015, tongkat estafet berpindah ke tangan Sitti Sururiyah (2015-2020), yang kemudian dilanjutkan oleh Tun Habibah untuk periode 2020-2025. Di era ini, Fatayat NU dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu-isu perempuan kontemporer.
Menatap Masa Depan
Menyongsong masa depan, PC Fatayat NU Cilacap telah memproyeksikan kepemimpinan kepada Sahabat Puji Iriyanti untuk periode 2026-2030. Harapan besar tertumpu pada pundak kepemimpinan baru untuk membawa organisasi ini menjadi lebih mandiri, berdaya, dan tetap teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Perjalanan dari masa ke masa ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah bukti nyata keberlanjutan dakwah dan perjuangan perempuan NU di Cilacap demi kemaslahatan umat. (Naeli Rokhmah)