Fatayat adalah Cerminan Perempuan Teladan Islami

NU CILACAP ONLINE – Bunga melati menjadi simbol organisasi Fatayat NU. Warnanya putih melambangkan kesucian dan ketulusan hati. Hal ini menggambarkan sosok anggota Fatayat Nahdlatul Ulama sebagai cermin perempuan teladan Islami. Demikian disampaikan Ketua 3 PC Fatayat NU Cilacap Heni Setyaningsih di hadapan ratusan anggota Fatayat NU Desa Slarang.

Hal ini Heni sampaikan pada saat melantik Pimpinan Ranting Fatayat NU Slarang pagi ini, Ahad (2/11/2025) di Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Slarang.

Bersamaan dengan ini juga resmi dilantik sebanyak delapan Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU se Desa Slarang dan juga Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Slarang.

Pada kesempatan ini Heni Setyaningsih, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah resmi dilantik. Ia mengajak seluruh kader untuk siap berkhidmat dan menebarkan manfaat.

“Mulai hari ini sahabat-sahabat sudah resmi menjabat sebagai pengurus Fatayat NU Ranting Slarang. Maka sejak hari ini pula, siaplah untuk berkhidmat,” ujarnya.

Heni menekankan, Desa Slarang kini sedang bangkit dengan potensi pemudi yang luar biasa. Ia berharap para kader Fatayat menjadi cerminan desa agamis dan membawa nama baik Slarang sebagai desa islami. Baca juga Pancasila Memang Bukan Wahyu Ilahi, Namun Ia Fikrul Islami

“Saya menyaksikan sendiri semangat sahabat-sahabat di Slarang. Kami bangga dan optimis Fatayat di Slarang akan mekar, mewangi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.

Dalam pesannya, Heni mengingatkan agar semangat pelantikan tidak berhenti setelah acara selesai.

“Jaga semangat hari ini agar tetap menyala sampai akhir periode. Fatayat adalah milik kita bersama. Semua pengurus bertanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing, bukan hanya ketua,” pesannya. Baca juga Menyongsong Masa Depan NU, Perspektif GP Ansor

Fatayat cermin perempuan islami

Heni juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik organisasi dan menjadikan slogan Fatayat sebagai semangat nyata, bukan sekadar ucapan di bibir.

Fatayat, lanjutnya, dilambangkan dengan bunga melati berwarna putih, simbol kesucian dan ketulusan hati.

“Fatayat NU adalah cermin perempuan Islami yang bisa diandalkan dan dibanggakan, baik oleh keluarga, masyarakat, maupun generasi penerus kita,” tuturnya.

Heni juga berpesan agar para kader tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab keluarga.

“Sebagai perempuan muda NU, jadilah teladan di rumah dan masyarakat. Aktif di organisasi, tapi tetap bertanggung jawab di keluarga. Ketika tugas kita sebagai perempuan terlaksana, barulah pengabdian kita di Fatayat menjadi sempurna,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button