Nasional

KH Ma’ruf Amin: NU Mengambil Peran Secara Nasional Dan Global

Secara nasional, NU dianggap memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian, banyak pihak yang mengharapkan peran NU di tingkat global. Lebih dari 90 tahun, dan selama itu NU telah berjuang memberikan berbagai ihwal dan langkah untuk memberikan manfaat, bukan saja kepada organisasi tetapi juga kepada bangsa dan negara, dan NU sudah berhasil menanamkan sikap Islam yang rahmatan lil alamin.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyampaikan hal itu dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2021, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (25/9).

KH Ma’ruf Amin mengajak para peserta Munas-Konbes NU 2021 untuk bersyukur karena hingga kini, NU masih tetap utuh. Sebab, banyak organisasi lain yang menurut Kiai Ma’ruf tidak mampu mempertahankan keutuhannya.

“Banyak organisasi lain yang pecah menjadi dua, bahkan lebih. Keutuhan ini tentu berkat dari perilaku dan sikap para tokoh NU, para ulama yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadinya. Maslahat NU jauh lebih besar. Ini merupakan inayah (pertolongan), himayah rabbaniyah, perlindungan Allah yang harus kita syukuri,” terangnya.

Menurut KH Ma’ruf Amin , sikap Islam yang menjadi mainstream dari kehidupan keagamaan di Indonesia, di Nusantara, juga upaya yang patut kita syukuri. Partisipasi NU dengan semangat hubbul wathan minal iman dan semangat tasamuh (toleransi) yang dikembangkan juga berperan besar demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Ini diakui oleh banyak pihak,” katanya.

Kini sudah saatnya NU mengambil peran Nasional dan Global. Secara nasional, NU dianggap memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian. Hal ini menarik banyak pihak yang mengharapkan peran NU di tingkat global. Sebab NU memiliki prinsip ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), di samping ukhuwah islamiyah dan wathaniyah.

“Prinsip-prinsip ini sekarang diperlukan ketika dunia masih banyak terjadi konflik di mana-mana dan belum bisa teratasi, baik melalui jalur-jalur diplomasi politik. Pendekatan moralitas dan kemanusiaan akan bisa diperankan oleh NU di masa yang akan datang,” tegas cicit Syekh Nawawi Al-Bantani itu.

Khittah NU, Khittah Nabawiyah

Ia lantas meminta NU untuk melakukan konsolidasi dan menguatkan organisasi, serta membersatukan seluruh potensi supaya benar-benar utuh lahir batin. Kiai Ma’ruf mewanti-wanti agar NU jangan sampai ‘tahsabuhum jamian wa qulubuhum syatta’, terlihat satu tetapi sesungguhnya terpecah.

“Saya harapkan kita, NU tetap konsisten pada khittah NU. Khittah ini saya maksud khittah NU yaitu khittahnya para ulama, khittah ulama berarti khittah nabawiyah. In uridu illal islah mastatha’tu. Saya tidak menghendaki apapun kecuali perbaikan,” terang Kiai Ma’ruf.

Mengutip ungkapan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, ia menyampaikan bahwa NU merupakan jam’iyatu islahin yakni organisasi perbaikan, baik yang menyangkut persoalan keagamaan maupun kemasyarakatan seperti ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

“Munas merupakan salah satu forum penting di dalam rangka kita membuat garis-garis perbaikan. Kita harus menuangkan dalam rangka menopang tercapainya khittah Nahdliyyah. Jangan sampai antara langkah dan khittah tidak sejalan. Jadi, tugas kita adalah melakukan harakah islahiyah (gerakan perbaikan),” pungkasnya.

KH Ma’ruf Amin secara resmi membuka gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2021, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (25/9).

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Munas-Konbes NU 2021 secara resmi saya nyatakan dibuka. Mudah-mudahan munas dan konbes ini dapat menghasilkan berbagai kesepakatan yang memberi manfaat, baik bagi NU juga untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” kata Kiai Ma’ruf.

Munas Konbes NU 2021

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Forum tertinggi kedua di bawah Muktamar NU ini.

Bendahara PBNU ini pun berharap agar Munas dan Konbes NU 2021 ini menjadi sarana perekat Ukhuwah An Nahdliyah untuk seluruh warga NU.

“Selamat dan sukses Munas-Konbes Nahdlatul Ulama. Semoga momentum ini menjadi sarana perekat Ukhuwah An Nahdliyah bagi kita dan segenap warga NU. Mari kita doakan para guru, ulama, dan kiai-kiai kita senantiasa dianugerahi kesehatan dan kekuatan dalam membimbing umat,” ujarnya.

Sebagaimana tercantum dalam draf materi Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021, membahas berbagai persoalan bangsa di berbagai bidang. Adapun bidang-bidang yang menjadi pembahasan antara lain adalah tentang kesehatan, polhukam (politik, hukum, dan keamanan), pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat (kesra).

Untuk diketahui, acara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Munas-Konbes NU 2021 ini hanya dihadiri internal syuriyah dan tanfidziyah PBNU dan tiga orang perwakilan dari PWNU se-Indonesia, serta para pimpinan lembaga dan badan otonom NU.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button