Feature & Figur

Ketua PC IPNU Cilacap 1991-1993 H Hartoyo Meninggal Dunia

Duka kembali menyelimuti nahdliyin Cilacap. Kabar duka datang dari keluarga Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cilacap atas meninggalnya Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Cilacap periode 1991-1993 sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah Sampang H Hartoyo pada Sabtu (24/07). Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

H Hartoyo menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 17.45 WIB di Rumah Sakit Margono Banyumas dikarenakan sakit ginjal. Dirinya diketahui telah lama menderita gagal ginjal dan rutin cuci darah. Almarhum langsung dimakamkan malam itu juga.

Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat, tak terkecuali Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Cilacap H Imam Tobroni.

“Saya kaget saat mendengar beliau wafat, semoga beliau husnul khotimah,” kata H Imam Tobroni saat ditemui oleh NU Cilacap Online.

Sebagai demisioner Ketua PC IPNU Cilacap, H Hartoyo sampai akhir hayatnya masih disibukkan sebagai Pembina PC IPNU Cilacap.

“Pak Hartoyo itu adalah orang yang sangat gigih memperjuangkan Ikatan Pelajar NU waktu itu. Yang pertama melalui kegiatan kaderisasi-kaderisasi melalui Latihan kader muda (LAKMUD) di kecamatan-kecamatan. Waktu itu sekitar tahun 90-an Sampang menjadi pusat kaderisasi-kaderisasi,” kenang H Imam Tobroni.

Imam Tobroni menyampaikan bahwa waktu itu almarhum lah yang mempunyai ide masuknya organisasi IPNU IPPNU di sekolah-sekolah.

“ Beliau juga yang mempunyai keinginan agar IPNU hadir di sekolah-sekolah. Dimulai dari hadirnya IPNU masuk ke SMP dan SMA Diponegoro Sampang. Di sekolah itulah pusatnya kegiatan IPNU di Sampang kala itu,” terang H Imam Tobroni yang juga Wakil Ketua PCNU Cilacap.

Di sisi lain menurut H Imam Tobroni, almarhum H Hartoyo telah mewariskan semangat kaderisasi kepada anak-anak muda tanpa melihat geografis,

“Artinya siapapun yang mempunyai kualitas untuk menggantikan kepemimpinan di IPNU-IPPNU, khususnya IPNU ia dorong. Jadi beliau adalah motivator yang ulung bagi siapapun yang ingin berkhidmah melalui IPNU,” lanjut H Imam Tobroni.

H Hartoyo juga dikenal peduli dengan Pendidikan. Ini terbukti dengan inisiatifnya menjadi salah satu pendiri pesantren Miftahul Janah Sampang. Ia juga masuk pada jajaran sebagai pengasuh di pesantren tersebut. Almarhum juga mendirikan sekolah YPE Sampang dan belum lama juga mendirikan MTs Plus Mifahul Jannah Sampang.

“Terakhir, beliau menitipkan sebuah lembaga Pendidikan yaitu MTs Plus Miftahul Jannah yang baru keluar ijin operasionalnya dari Kanwil belum lama kemarin,” pungkas H Imam Tobroni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − 7 =

Back to top button