Fenomena Langka, Indonesia Akan Alami Gerhana Matahari

NU CILACAP ONLINE – Sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) dan sebagian wilayah lainnya akan mengalami Gerhana Matahari Hibrida (GMH) pada Kamis, 20 April 2023 bertepatan pada tanggal 29 Ramadhan 1444 H.

Masyarakat tengah antusias dengan fenomena tersebut pasalnya gerhana matahari yang terjadi pada satu waktu secara berurutan yakni gerhana Matahari Hibrida atau gerhana matahari cincin dan yang kedua gerhana matahari total.

Gerhana terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada tepat segaris, sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

Artinya, di sebagian wilayah Indonesia nantinya akan mengalami Gerhana Matahari Total dan sebagian wilayah lainnya mengalami Gerhana Matahari Cincin atau hibrida.

Gerhana Matahari Total

Berikut ini jadwal dan wilayah yang akan alami gerhana Matahari total :

Maluku

Pulau Kisar: 13.22 – 13.23 WIT
Pulau Maopora: 13.24 – 13.25 WIT
Pulau Damar: 13.27-13.28 WIT
Pulau Watubela: 13.40-13.45 WIT.

Papua Barat

Kepulauan Antalisa: 13.44 -13.45 WIT
Randepandai: 13.50-13.51 WIT
Roswar: 13.51-13.52 WIT
Pulau Num: 13.54-13.55 WIT

Papua

Wooi: 13.54-13.55 WIT
Serui: 13.54-13.55 WIT
Biak Kota: 13.6-13.57 WIT

Berdasarkan data astronomis, gerhana Matahari Hibrida di Indonesia terjadi paling awal di Jawa Barat, pada pukul 09.26 WIB. Adapun waktu kontak paling akhir akan terjadi di Papua pada pukul 15.30 WIT.

Baca juga

Pemerintah Ajak Shalat Gerhana

Pemerintah melalui Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengajak seluruh umat muslim untuk melaksanakan shalat kusuf sesuai tuntunan syariah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Imbauan shalat gerhana diturunkan melalui surat edaran kantor Kementrian Agama Republik Indonesia no B-2013/DJ.III/HK.03.2/04/2023 tentang Press Release Gerhana Matahari. 

Surat imbauan ini ditujukan kepada kantor Kementrian Wilayah propinsi di seluruh Indonesia agar mengintruksikan kepada Kepala Bidang Urusan Agama lslam/Kepala Bidang Simas lslam/Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala KUA, untuk bersama para ulama, para pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan shalat gerhana matahari (Kusuf as Syams);

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bertakbir, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,” ujar Kamaruddin Amin, Selasa (18/4/2023) dikutip dari siaran pers.

Soal anjuran shalat gerhana atau shalat kusuf, hal tersebut tertera dalam hadist riwayat Bukhari berikut:

“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran Allah ta’ala. Tidak terjadi antara hidup dan matinya seseorang, jikalau kalian menjumpai gerhana maka berdoalah kepada Allah Ta’ala dan perbanyaklah takbir, shalat, dan bersedekah.” (HR. Bukhari). (Imam Hamidi)

Baca juga Tuntunan Syariat Gerhana Matahari Total

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button