Ranting NU

Penjemputan Koin NU Kedawung Maksimalkan Sarana Digital

Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) ranting Kedawung memanfaatkan dan memaksimalkan sarana digital berbasis media sosial dalam penjemputan Koin NU melalui Grup WhatsApp.

Saat ini, PLPK Kedawung merasakaan manfaat dari media sosial dalam hal bersosialisasi dengan jamaah. Mereka semakin mudah untuk menyampaikan jadwal penjemputan kepada munfiq di seluruh ranting Kedawung meskipun sebelumnya mengalami banyak kendala dalam komunikasi  antara PLPK dengan jamaah.

“Kondisi pandemi Covid-19 menjadi celah dalam menggerakan PLPK ranting Kedawung melakukan metode Transformasi Digital dengan memanfaatkan Grup Whatsapp bagi setiap munfiq dan petugas lapangan dalam memaksimalkan komunikasi dan konfirmasi penjemputan Koin NU,” tutur Mutingah salah satu PLPK Kedawung.

Tambah Mutingah, pada awal tahun 2019, jumlah kaleng gocap yang ada hanya berjumlah 75 kaleng saja. Kemudian, setelah dilakukan evaluasi diberbagai sektor. Salah satunya menerapkan metode GWA, jumlah munfiq bertambah mencapai 320 kaleng.

Peningkatan tersebut dikonfirmasi oleh Kordinator Desa (Kordes), Mustolih. Menurut dia, perolehan Koin NU melebihi perkiraannya, karena setelah ditambahkan PLPK yang komunikatif, sosial, dan aktif, perolehan infaq dari para jamaah meningkat hingga 300%.

“Awal perolehan Koin NU di Ranting Kedawung berkisar diangka dua juta, hingga saat ini sudah menyentuh angka 10 juta,” jelas Mustolih.

Kordes dan Para PLPK berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan media sosial sebaik-baiknya. Terlebih untuk menghidupkan NU, hal itu sangat berarti bagi santri dari KH Hasyim Asy’ari.

Baca Juga :

Berdasarkan penelusuran Website Berita Nahdlatul Ulama NU Cilacap Online News telah dikonfirmasi cara penarikan Koin NU Desa Kedawung sebagai berikut:

  1. PLPK melakukan broadcast di dalam Grup Whastapp untuk memberitahukan jadwal penjemputan Koin NU yaitu pada tanggal 1 – 5 setiap awal bulan.
  2. Kemudian, PLPK datang ke tempat munfiq yang sudah bersedia ditarik. Dalam hal ini, jumlah infaq dihitung didepan para munfiq sebelum didata oleh PLPK.
  3. Setelah mengumpulkan Koin NU, PLPK merekap ulang hasil penarikan Koin NU yang kemudian disetorkan kepada Koordinator Desa dalam keadaan rapih.
  4. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang oleh Kordes, Koin NU diantarkan kepada UPZIS MWCNU Kroya.

Fatayat NU Garda Terdepan Media Sosial

Mustholih menyarankan Ranting NU Kedawung dan PLPK harus menggandeng Fatayat NU dalam penjemputan Koin NU.

“Saran saya ketika ingin menangani Koin NU, rangkulah Fatayat NU,” kata Mustholih.

Hal itu penting tegas Mustholih, karena mayoritas PLPK Ranting Kedawung merupakan pengurus Fatayat NU. 8 dari 13 petugas merupakan kader militan Fatayat NU.

“Ditambah dengan mayoritas PLPK adalah Fatayat, hal ini mewujudkan alur komunikasi media sosial yang massive, bisa dikatakan mereka sangat aktif di media sosial,” tambah Mustholih.

Sehubungan dengan hal itu, kekuatan relasi yang ada di kelompok Fatayat sudah tidak diragukan lagi. Saat ini relasi tersebut semakin diperkuat dengan adanya media sosial, sehingga mempercepat dan memudahkan dalam komunikasi dengan masyarakat luas. Terutama dalam mensosialisasikan program-program NU Care-LAZISNU.

Adapun manfaat lain yang diperoleh dengan adanya kader militan memperkuat kondisi internal PLPK. Hal itu disampaikan oleh Ketua UPZIS MWCNU Kroya, Ahmad Tajudin, Senin (30/08). Menurutnya, PLPK Ranting Kedawung merupakan salah satu ranting yang tertib administrasi, disiplin waktu penjemputan dan pengumpulan.

“Ranting NU Kedawung memiliki personil PLPK yang kompak, nah ini kunci dari keberhasilan di semua lini,” pungkasnya.

Kontributor : Zidni Choiron Nafi
Editor : Achmad Nur Wahidin

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button