Feature & Figur

GOCAP, Gerakan Koin NU Cilacap [Menolak Lupa]

GOCAP adalah singkatan dari Gerakan Koin NU Cilacap. Dari sini, banyak hal dimulai, lalu tetiba menolak untuk lupa. Iya, GOCAP, adalah gerakan koin NU Cilacap, gerakan kemandirian organisasi dalam bentuk infak sedekah. . Sedikit catatan kecil menyambut Harlah LAZISNU ke-16 tahun 2021. Semoga menginspirasi.

Bermula dari 9 perintah kader. Peserta Pendidikan Kader Penggerak NU tentu tidak asing dengan sekumpulan perintah itu. Hari ini, sudah lebih dari 3.000 kader / KPNU di Kabupaten Cilacap, mudah-mudahan, dan insya Allah termasuk yang sedang membaca catatan ini.

Satu perintah penting itu berbunyi; Gerakkan Potensi warga NU dan sumber-sumber pendanaan NU. Itu adalah Perintah ke-6. Gerak dan Gerakkan merupakan sub inti dari ruh yang melekat pada output PKPNU. Sudah sejak dari namanya, Kader Penggerak. Maka, menjadi mustahil jika kemudian berdiam diri, sukut, mauquf.

Untuk sekian waktu sejak tahun Maret tahun 2015, kemudian massif dilaksanakannya PKPNU, diformulasikan bagaimana satu perintah itu menjadi lebih operatif. Ia harus memiliki maraji’ pada aturan organisasi NU, karena tidak mungkin dilaksanakan dengan nir-manajemen. Lalu mapping potensi dilaksanakan.

Mencari Bentuk Harokah

Membayangkan ribuan Kader, apa yang bisa digerakkan oleh mereka? Ada berapa warga NU? bagaimana dengan kesiapan SDM Pengurus NU dan pengelola?

Periode 2015-2016 adalah masa transisi menuju pencarian formulasi harokah, gerakan. Tidak cukup hanya berhenti pada Harokah itu Barokah. Karena jargon itu berpotensi nothing to do, jika tidak ada diawali dengan prosesi “membariskan”. Dan sebenarnya, barisan itulah yang digalang melalui serangkaian PKPNU, plus Baiat yang mesti dipegang teguh.

Lalu bagaimana GOCAP, Gerakan KOIN NU Cilacap itu muncul? Semuanya berawal dari konsekuensi sebuah bait; bait menjadi sia-sia jika tanpa bergerak yang mendatangkan manfaat. Konsekuensi itu kami terjemahkan ke dalam tema yang lebih besar; Pengembangan Ekonomi & Kemandirian Organisasi. Apa yang bisa diperbuat oleh Kader? (Inisiatif dan impian itu terlihat di gambar berikut ini);

GOCAP Gerakan Kemandirian Ekonomi Organisasi NU

Pada sekian kali pertemuan dengan para Kader, 4 point di atas selalu disosialisasikan. Berharap ada feedback yang pasti meskipun pelan. Dan semua itu kemudian bisa terlampaui. Mengapa? Karena INISIATIF sedemikian kuat.

GOCAP = 50

Dalam dialek/bahasa Hokkian, arti bilangan go= 5 dan cap = 10. Jika dikalikan, 5 x 10 = 50. Yang kami pahami saat itu adalah, bagaimana nominal 50 (baca: lima puluh rupiah), sebagai satuan kecil mata uang rupiah bisa terkumpul, terkonsolidasi dengan baik, melalui jalur Kader Penggerak, di hadapkan dengan kanyataan mayoritas warga Kabupaten Cilacap adalah Nahdliyyin Nahdliyyat.  Mengapa ini tidak menjadi harokah? Gerakan?

Dari GOCAP kemudian muncul, insya Allah tanpa dipaksakan, karena kami yakini itu nama yang tepat. Gocap kemudian menjadi Gerakan Koin NU Cilacap. Ada inisiatif serius di balik munculnya nama tersebut.

Memilih nominal kecil, sebatas 50 rupiah (go cap tun), tidak lain karena memang saat itu belum memiliki infrastrktur jika tetiba harus mengolekasi, menerima dan memberdayakan yang besar secara nominal.

Take Action, Harokah yang pertama adalah sosialisasi Gocap dengan segudang mimpi dan tantangannya ke KPNU di seluruh wilayah Cilacap. Moment itu diberi nama Silatda, Silaturrahmi Daerah. Untuk beberapa tempat berjalan dengan baik. Dengan yel-yel dan semangat yang menyala-nyala.

Kaleng GOCAP, Gerakan KOIN NU CilacapKedua, membentuk Kordinator GOCAP di tingkat Kecamatan (khususnya, saat itu, di mayoritas MWCNU yang sudah melaksanakan PKPNU). Mungkin panjenengan termasuk masih dalam strukur tersebut? Karena memang sejak ditetapkan belum dicabut SK nya?

Dan Ketiga, menyediakan Kaleng GOCAP. Melabeli kaleng secara mandiri. Memilih Kaleng, berbahan dasar Aluminium, dan mulai mendistribusikannya ke kordinator Gocap di MWCNU. Untuk sekian waktu, masih ada yang belum terdistribusi, bahkan jejak kaleng sudah tidak ada. (Featured Image: IMG-20170318- Salah Satu Moment, Tahun 2017, bulan Maret tanggal 18, Kaleng Gocap Dibagikan.)

Berhasil kah? Belum. Para kordinator Gocap berjibaku meyakinkan, utamanya para Kader sendiri sebagai Uswah Hasanah Gerakan Koin NU Cilacap. Sementara di Kabupaten-kabuoaten Lain, Koin NU sedang menggema menjadi harokah idola.

Dari sini, dari inisiatif melalui barisan Kader, kemudian sedikit disalah-pahami, bahwa GOCAP itu wilayahnya Kader. Yang Lain? Untuk waktu yang lama, menjadi perdebatan. Sampai disadari bersama bahwa debat dan perdebatan hanya akan melemahkan dan menjadi penghambat.

Mencari Legitimasi

GOCAP, Gerakan KOIN NU Cialacap mengalami dinamika pasang surut. Berhadapan antara potensi dengan progresifitas, antara peluang dan tantangan, antara mekanisme distribusi dan pengelolaan. Hampir dikatakan terancam mauquf. Rasanya, tema besar pengembangan ekonomi dan kemandirian organisasi semakin jauh panggang dari api.

Beberapa bentuk kordinasi lintas PIC GOCAP (Para Pemegang KARTU BRIVA untuk GOCAP) dilaksanakan, dengan melibatkan Kader. Pengurus MWCNU diajak PCNU untuk berunding mencari bentuk terbaik, berkelanjutan dan bisa dipertanggungjawabkan. GOCAP, Gerakan KOIN NU Cilacap, membutuhkan Legitimasi. Maka, mencari legitimasi menjadi pilihan mutlak yang harus ditempuh.

Konferensi Cabang NU Cilacap tahun 2018 di Pondok Pesantren Raudlatul Huda, Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, menjadi momentum untuk meneguhkan inisiatif meningkatkan kemandirian organisasi (bahwa pendanaan adalah salah satu bagian dari parameter kemandirian).

10 Program Dasar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap Masa Hidmah 2018-2023, ditetapkan melalui Konfercab tahun 2018. Butir 4 menyebutkan: Program Pemberdayaan Aset dan Sumberdaya, Pendanaan dan Kemandirian Organisasi. Selengkapnya bisa di baca >> 10 Program Dasar NU Cilacap

Point 4, sebagai bagian integral dari Keputusan Konferensi Cabang Tentang Program Kerja 5 Tahun menjadi Legitimasi bagaimana GOCAP kemudian diformulasikan menjadi lebih formal. Tidak sebatas I’anah Syahriyyah ala AD ART NU yang tetap saja belum bisa efektif berjalan, melainkan potensi pendanaan yang besar digali dengan leading sector yang secara kelembagaan memiliki legitimasi hukum dan diakui perundang-undangan di Indonesia.

LAZISNU, yang secara amanah AD ART NU harus dibentuk di tingkat PCNU, kemudian diproyeksikan sebagai leading sector program kemandirian pendanaan organisasi yang embrionya adalah GOCAP. Bersamaan dengan itu, Koordinator GOCAP di beberapa wilayah mengalami stagnasi. Namun komitmen PCNU tidak berhenti. Semua yang ada di Kordinator GOCAP juga diproyeksikan, di kemudian hari, untuk menjadi bagian dari leading sector GOCAP.

Migrasi GOCAP ke LAZISNU

LAZSINU secara yuridis-formal dikukuhkan oleh SK Menteri Agama No. 65/2005 untuk melakukan pemungutan Zakat, Infak, dan Sedekah kepada masyarakat luas. Sejarah Singkat LAZISNU bisa dilihat DI SINI.

Dari fakta legal formal LazisNU tersebut, tergambar bagaimana legitimasi GOCAP kelak akan menemukan payung hukumnya. GOCAP, yang secara pengucapan jauh dari mengandung unsur amaliyah syar’i seperti sedekah dan infaq tidak menjadi penghalang untuk diteruskan. Kita sepantasnya berterima kasih kepada para perintis LAZISNU, khususnya di lingkungan NU Cilacap, untuk masa Khidmat 2012-2017. Karena mereka juga ikut merawat perjalanan GOCAP.

Dari Legitimasi yang dipandang sudah mencukupi, ditambah dengan pemilihan profil calon pengurus yang dipandang mau dan mampu, Migrasi GOCAP dari Kordinator GOCAP ke LAZSINU pun ditempuh. Musyawarah Kerja Cabang I tahun 2018, memantapkan keputusan Konfercab, dengan memutuskan peralihan secara resmi GOCAP ke LAZISNU atau NU CARE LAZISNU.

Dokumen ini : 7 Mandat Komisi Fundrising Muskercab, Apa Saja?, menjadi bukti otentik Migrasi GOCAP ke NU CARE LAZISNU. 3 diantaranya berbunyi:

  1. Peserta sidang menghendaki agar PCNU Cilacap melalui NU CARE LAZISNU membentuk UPZIS dan Petugas Lapangan di masing masing  kecamatan.
  2. Peserta sidang menghendaki agar NU CARE LAZISNU membuat regulasi pengelolaan Gocap untuk UPZIS dan Petugas Lapangan.
  3. Peserta sidang memohon kepada PCNU Cilacap agar wilayah penyebaran Gocap diperluas (tidak hanya lingkup Kader/PKPNU ).

Harokah itu……Barokah.

Tiga Point di atas, jika dilihat dari situasi saat ini, sudah terlampaui. Tantangannya tentu banyak. Salah satunya, menjaga trend positif bagaimana perolehan KOIN NU bisa meningkat; pertanggungjawabannya bisa diyakinkan dunia akhirat, pentasharufan yang tepat sasaran dan inovasi berkelanjutan dalam mengemas program.

Beberapa UPZIS sudah menuai hasil dari KOIN NU. Beberapa di antaranya, masih berupaya menemukan formulasi dan strategi. Kekuatan masing-masing, berbeda, itu harus diakui. Namun, semuanya memiliki kesempatan yang sama. Kekuatan organisasi kita, nyata ada pada jamaah. bagaimana kemudian potensi itu bisa terus menjadi harokah, itulah tantangan kita bersama untuk mewujdukannya.

Potensi yang besar, harus diimbangi dengan kemampuan manajerial dan kepercayaan yang tinggi. Marwah Organisasi harus tetap menjadi nomor satu.

Benar dawuh Mbah Wahab Chasbulloh; Kekuatan NU itu ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tetapi hanya gelugu alias pohon kelapa sebagai meriam tiruan. Pemimpin NU yang tolol itu tidak akan sadar siasat lawan dalam menjatuhkan NU melalui cara membuat pemimpin NU ragu-ragu akan kekuatan sendiri”

Dulu, GOCAP senilai Rp. 50. Namun hari ini, semua sudah mulai bisa ikut merasakan. Tidak hanya jamiyyah, tapi juga jamaah. Melalui catatan ringan ini, kami sampaikan terima kasih untuk semuanya saja tanpa kecuali, yang telah ikut mengantarkan Gocap, Gerakan KOIN NU Cilacap, menjadi seperti sekarang ini.

Selamat Harlah LAZISNU ke-16, untuk NU CARE LAZISNU, 1 dari 9 Perintah Kader kini telah menjadi bagian dari Manajeman MANTAP NU Care LAZISNU. Sepatutnya kita bersyukur, Alhamdulillah dan berharap istiqomah. Mari terus bergerak, berharokah. Karena Kita harus yakin: Harokah itu……Barokah. 

Salam ta’dzim kami, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi harokah kita semua. Aamiin. Aamiin. Aamiin. Aamiiiiiin Ya Rabbal ‘Alamin (Refleksi Bersama, Kord KPNU Kab. Cilacap)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 3 =

Back to top button