Paska Banjir dan Longsor, Banser Salebu Bersihkan Badan Jalan

NU CILACAP ONLINE – Paska banjir dan longsor, sejumlah anggota Banser dan warga Desa Salebu bahu membahu membersihkan badan jalan yang tertimpa tanah longsor di Dusun Pangoyongan Desa Salebu Kecamatan Majenang, Kamis (28/21). Tanah longsor diakibatkan intensitas hujan yang tinggi pada Rabu sore (27/10).

Informasi terjadinya tanah longsor awalnya diketahui dari share beberapa foto oleh relawan NU Cilacap Peduli. Terlihat dalam foto tersebut beberapa orang laki-laki dengan atribut Banser tengah melakukukan pembersihan badan jalan dari timbunan tanah.

Foto tersebut disisipi caption “Banser Salebu bersama warga dusun Pangoyongan Desa Salebu membersih tanah longsoran yang menutupi penuh jalan di dusun pangoyongan – Salebu – Majenang”.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Majenang Syamsul Bachri saat dikonfirmasi Website Berita Nahdlatul Uama NU Cilacap Online membenarkan informasi tersebut.

“Memang benar adanya telah terjadi tanah longsor di Salebu. Longsoran tersebut berasal dari tebing yang runtuh akibat hujan deras. sehingga mengenai badan,” tutur Syamsul.

Syamsul mengatakan jalan terletak di depan Puskesmas 2 Majenang yang berlokasi di Desa Salebu. Tidak jauh dari Puskesmas tersebut ada balai Desa Salebu sehingga bisa dikatakan jalan tersebut merupakan akses vital.

Hujan Deras Picu Banjir

Hujan dengan intensitas yang tinggi juga mengakibatkan longsor di beberapa titik. Salah satunya tebing setinggi  15 meter longsor dan mengancam 5 rumah di RT 07 RW 12 Dusun Ciherang Desa Limbangan Kecamatan Wanareja.

Hujan deras disertai petir turun sejak  Rabu sore pukul 15.00 sampai dengan 19.00 WIB. Debit air yang tinggi menyebabkan sungai Cigeugeumeh (Desa Limbangan) dan sungai Cilaca (Desa Wanareja) Kecamatan Wanareja meluap (limpas) pada pukul 17.45. Peristiwa ini terjadi karena sungai tidak dapat menampung debit air. Akibatnya, air masuk ke pemukiman penduduk dan area persawahan.

Banjir Wanareja
Banjir di Wanareja merendam area pesawahan

Sungai Cigeugeumeh meluap (limpas) masuk ke pemukiman warga yang berada di 3 dusun yaitu  Dusun Karanggendot, Dusun Karangnangka dan Dusun Kroya Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Luapan air masuk ke rumah warga dengan tinggi kurang lebih 15 cm  sampai 100 cm.

Sejumlah 200 unit rumah warga terdampak banjir. Sementara itu 60 rumah warga di Dusun Nyakra Desa Salebu Kecamatan Majenang dan area persawahan turut terdampak banjir.

Warga Terdampak Banjir

Syamsul menuturkan, Banjir di Desa Limbangan tak ayal melanda Pasar Karangendot Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Akibat banjir tersebut, seluruh kios di pasar terendam.

“Banjir sebenarnya sebentar, paling sekitar 2 jam, dari sebelum mabgrib sampai jam delapan malam. Tetapi arus air besar sehingga masuk ke semua kios-kios di dalam pasar,” ujar Syamsul.

Untuk Sungai Cilaca meluap masuk ke pemukiman warga di Dusun Cibungur Desa Wanareja Kecamatan Wanareja. Kurang lebih 100 rumah warga terdampak banjir dengan tinggi air 20 sampai 100 cm.

Selain itu, banjir juga merendam dan area persawahan seluas kurang lebih 25 hektar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga juga tidak sampai mengungsi karena malam itu juga banjir sudah surut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Drs Wijonardi mengatakan bahwa pengungsian tidak dilakukan.

“BPBD Kabupaten Cilacap telah melakukan penanganan darurat dengan memantau warga yang terdampak banjir dan tidak ada pengungsian yang dilakukan. Peninjauan lokasi penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor bersama Perangkat Desa dan Forkopimcam Wanareja dan pengambilan data informasi bencana di lapangan,” kata Drs Wijonardi.

Kondisi mutakhir saat ini air di pemukiman warga sudah surut. Warga telah membersihkan lumpur di rumah masing-masing untuk bisa ditempati kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button