Syekh Shalih Zainal Abidin al Syaibi Pemegang Kunci Ka’bah, Wafat

NU CILACAP ONLINE – Telah berpulang ke Rahmatullah Ta’ala pemegang kunci Ka’bah, Syekh Doktor Shalih Zainal Abidin al Syaibi, pada hari Sabtu tanggal 16 Dzulhijjah 1445 H. Innalillahi Wainnailaihi Rajiun..

Menurut informasi yang diterima redaksi bahwa jenazah Syekh Shalih dikebumikan di pekuburan makbarah al Ma’la, Makkah.

Sosok Syekh Shalih merupakan generasi ke 77 sejak Fathu Makkah (penaklukkan kota Makkah) di masa Rasulullah SAW.

Beliau merupakan generasi ke 109 sejak Qushay bin Kilab (kakek ke-5 Nabi Muhammad SAW) yang dipercayai memegang urusan Ka’bah.

Sebagai informasi, bahwa pemegang kunci Ka’bah tidak lain kecuali keturunan dari keluarga Bani al Syaibah.

Sebuah tradisi yang tak dilembagakan namun berjalan tertib berdasarkan wasiat Nabi Muhammad SAW dan ayat Allah SWT.

Mereka adalah keluarga penanggung jawab untuk merawat Ka’bah. Mulai dari membuka, menutup, membersihkan, mencuci sampai dengan merawat kiswah Ka’bah.

Tugas tersebut diemban berdasarkan wasiat Nabi Muhammad SAW kepada datuk mereka, yaitu Utsman bin Abi Thalhah RA.

Baca juga Al Qur’an dan Ka’bah (Kisah Perubahan Arah Kiblat)

Kunci Ka’bah

Saat Nabi Muhammad SAW kembali ke kota Makkah pada peristiwa penaklukan kota Makkah di tahun 8 H, beliau Nabiyullah SAW menyerahkan kunci Ka’bah seraya berkata kepada Utsman bin Abi Thalhah RA, sebagai berikut:

يا عثمان هذا هو مفتاح وهي تبقى في أيديكم خالدة تالدة لا ينزعها منكم إلا ظالم

“Wahai Utsman, inilah kunci Ka’bah. Kunci ini akan tetap berada di tangan kalian. Tidak ada yang akan mengambilnya dari kalian kecuali orang yang zhalim.”

Menjelang Utsman wafat, ia mewariskan kunci tersebut kepada saudaranya, yaitu Syaibah.

Begitulah seterusnya hingga saat ini kunci Ka’bah diwariskan secara turun-temurun pada keturunan Bani al Syaibah.

Redaksi NU Cilacap Online mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya Syekh Doktor Shalih Zainal Abidin al Syaibi.

Baca juga Nyai Hj Masngadah; Ada 4 Pondasi Kebahagiaan Manusia

Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya. Diterima semua amal ibadahnya. Dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Lahuu Alfatihah… (IHA/Naeli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button