Feature & Figur

Rahasia Sukses Qori Internasional KH Mu’min Ainul Mubarok

Qori internasional asal Kota Tasikmalaya KH Mu’min Ainul Mubarok berbagi rahasia sukses dan pengalaman dalam meraih kesuksesan di bidang tilawah, salah satunya adalah dengan tidak menjadi qori musiman.

“Kalau ingin menjadi qori yang sukses, jangan jadi qori musiman. Pesan ini saya dapatkan dari guru saya. Dan sekarang saya sampaikan kepada kalian,” kata H Mu’min.

KH Mu’min Ainul Mubarok menambahkan, qori  musiman adalah qori yang hanya mau latihan hanya kalau mau lomba. Selesai lomba, tak mau latihan lagi. Latihan itu harus disiplin entah mau lomba atau tidak, tetap latihan.

Beliau menyampaikan hal tersebut di hadapan peserta sarahsehan dan haflah tilawah yang digelar Majelis Ta’lim Bustanu Qurrotil Qur’an (BBQ), Sampang Cilacap, Sabtu (12/06). Kegiatan tersebut disiarkan live streaming di Kanal Media Santri Nusantara (MSN).

Untuk tips rahasia sukses selanjutnya Qori Internasional KH Mu’min Ainul Mubarok menyampaikan pentingnya belajar secara langsung atau berhadapan langsung dengan guru ketimbang hanya mendengarkan dari Youtube atau media lainnya.

“Boleh saja kalian belajar dari Youtube, tapi alangkah baiknya berhadapan langsung dengan gurunya walaupun hanya sekali untuk bermusafahatullisan.” lanjut KH Mu’min.

Baca Juga

Juga LPTQ Jateng Bina Qori-Qori’ah Cilacap

IPQOH Cilacap Sumbang Alqur’an

Kepada NU Cilacap Online, pria kelahiran Tasikmalaya 10 February 1971 juga mengaku bahwa dirinya baru belajar tilawah pada umur 19 tahun.

“Waktu itu saya mendengarkan Qori asal Mesir membaca Alqur’an. Saya begitu tersentuh mendengarkan suaranya sampai tak sadar menangis karenanya. Saya benar-benar dibuat kagum, kok bisa ya, Qur’an seperti itu,” tuturnya.

Sejak itu ia bertekad untuk belajar tilawah. Ia belajar di pesantren Murottul Qur’an Jawa Barat dalam waktu 3 tahun berturut-turut.

Rahasia sukses dan tips terakhir disampaikan oleh KH Mu’min Ainul Mubarok adalah barlatih secara displin dan kontinu, serta jangan mudah berputus asa.

“Kepada Qori dan Qori’ah di Cilacap, tetaplah semangat untuk mensyiarkan Alqur’an. Teruslah berlatih dan jangan berputus asa apapun hasilnya. Jangan hanya berlatih saat akan mengikuti lomba saja. Tapi berlatihlah secara kontinu,” ujarnya.

Kegiatan sarasehan dan Haflah tilawah ini diikuti oleh para pecinta tilawah yang ada di sekitar Cilacap dan Banyumas. Hadir dalam acara tersebut Ketua Ikatan Persaudaran Qori-Qori’ah Hafidz Hafidzoh (IPQOH) Cilacap KH Zaenal Arifin.

Kepada NU Cilacap Online, KH Zainal Arifin menyampaikan bahwa kedatangan KH Mu’min Ainul Mubarok ke Cilacap kali ini membawa energi positif bagi para pecinta Tilawah yang sempat lesu akibat kegiatan-kegiatan yang tertunda sebagai efek dari pandemi covid-19.

KH Zainal Arifin mengisahkan, lima tahun yang lalu tepatnya tahun 2017, beliau KH Mu’min Ainul Mubarok  sudah pernah diundang ke Cilacap. Waktu itu beliau juga mengisi haflah tilawatil qur’an dalam rangka Nuzul Qur’an di Masjid Agung Cilacap. Alhamdulillah kali ini bisa mengundang beliau kembali.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi para qori di Cilacap. Apalagi sekarang ini mendekati pelaksanaan MTQ Pelajar dan MTQ Umum yang sedianya akan dilaksanakan pada tang 21-22 Juni mendatang. Ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi teman-teman di sini,” papar KH Zaenal Arifin (19/06).

Sosok KH Mu’min Ainul Mubarok

KH Mu’min Ainul Mubarok, pria kelahiran  Tasikmalaya, 10 February 1971 adalah salah satu qori terbaik Indonesia dari propinsi Jawabarat. Beliau adalah seorang qari internasional yang sudah melalang buana ke manca negara baik untuk event Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun sebagai undangan.

Meraih sukses dan prestasi di bidang tilawah tidaklah dilalui dengan mudah oleh KH Mu’min. Latihan disiplin dan keras serta pantang menyerah dilakukannya bahkan hingga sekarang ini. Ia bahkan memulai belajar tilawah yang tidak lagi muda, yakni umur 19 tahun di pesantren Murottalul Qur’an Tasikmalaya. Di sana, beliau belajar selama 3 tahun berturut-turut.

Pada tahun 1996, KH Mu’min Ainul Mubarok mulai mengikuti berbagai event perlombaan dari tingkat kecamatan hingga kabupaten hingga propinsi. Seringkali ia gagal mendapatkan juara, namun tak membuatnya menyerah dan berputus asa. Baru kemudian pada tahun 2008, KH Mu’min Ainul Mubarok juara MTQ Jawabarat. Sejak itu pula beliau dikukuhkan sebagai qori terbaik Indonesia.

Beberapa negara yang pernah disinggahi diantaranya Iran, Malaysia, Pakistan, Kanada, Singapura, dan India. Pada tahun 2008, ia menjadi juara dalam lomba pembacaan Al-Qur’an internasional di Malaysia Kemudian pada tahun 2009 kembali menjadi juara 1 di Iran.

Pada tahun 2009, beliau diundang ke Pakistan untuk berpartisipasi di Mehfil Husn-e-Qirat  Jamia Binoria untuk membaca ayat suci Al-Qur’an disana.  Dari Jamia Binoria  perjalannya berlanjut menuju Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan untuk membaca Alqur’an.

Perjalanan itu dilakukan pada Februari 2009. Beliau. Selain itu, H Mu’min juga berpartisipasi di 9th Annual Hifz, Naazira & Qira’atul Qur’an Competition yang digelar oleh yayasan Islam Toronto, Canada dan diberi penghargaan tamu istimewa pada tahun 2014.

Sebagai bentuk kepeduliannya pada dunia tilawah, ia mendirikan sebuah Pesantren di Tasikmalaya bernama “Ma’had Murattal Al Qur’an Mu’min ‘Ainul Mubarok pada tahun 2010. Tujuan didirikannya pesantren ini adalah untuk membentuk qori/qoriah standar internasional sejak dini.

Penulis: Naeli Rokhmah

Penyunting : H Munawar

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button