Berita

H Imam Tobroni: Moderasi Beragama Program Prioritas Kementerian Agama

H Imam Tobroni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Cilacap, menekankan pentingnya moderasi beragama yang merupakan program prioritas yang harus ditempuh Kementerian agama disemua tingkatan sebagaimana arahan Gus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Hal itu disampaikan saat dirinya beserta jajarannya berdialog dan bersilaturahmi kepada para tokoh pemuka lintas agama yang berada di Majenang Raya pada Senin, 12/4 lalu.

“Kehadiran saya bersama teman-teman ialah disamping silaturahmi juga dalam rangka mensosialisikan dan merealisasikan program kerja Kementerian Agama menjadi Kementerian semua Agama.” terangnya.

Hal ini dilakukan agar agama benar-benar menempati inti ruhnya sebagai spirit dan inspirasi dalam realitas kehidupan keberagamaan yang majemuk dalam bingkai pergaulan kebangsaan dan negara kesatuan republik Indonesia.

“Adapun problem kesenjangan sosial, kebodohan, kemiskinan menjadi tanggung jawab semua agama.” Terang Kakankemenag Cilacap H Imam Tobroni yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Cilacap saat dirinya menyampaikan pidato di Gereja Katolik St. Theresia Majenang Cilacap.

Menurutnya, pembinaan forum generasi muda lintas Iman-lintas Bangsa yang baru-baru ini digulirkan oleh Gus Menteri Yaqut, penting diteladani. Maka kunjungannya kali ini sebagai wujud penghormatan kepada para pemuka agama, tokoh masyarakat dan umat, pasalnya kehidupan keberagamaan di Majenang Raya yang telah menjadi miniatur kebhinekaan Indonesia.

“Di tengah pandemi covid19, dan krisis toleran dalam beragama. Sepertinya hal ini tidak mengurangi sedikitpun rasa keguyuban antar umat beragama. Dan ini bentuk kongkrit pengamalan moderasi beragama” akunya

Moderasi Beragama Program Prioritas Kementerian Agama
H Imam Tobroni, Kepala Kankemenag Kabupaten Cilacap berkunjung dan bertemu dengan para pemuka Agama di Majenang Raya

Diapun mengutarakan hal ikhwal kunjungannya, awal mulanya bersilaturahim dengan Romo Bonie guna memperbincangkan moderasi agama yang tengah digencarkan oleh Gus Menteri Yaqut, begitu sampai dirinya terkejut ternyata banyak pemuka agama yang turut sempatkan hadir.

“Sebuah gambaran pasti bahwa Majenang telah berhasil memberi rasa damai dalam keberagamaan. Mengedepankan harmoni dan keselarasan hidup guyub rukun dan dinamis.” akunya.

Baca Juga : H Imam Tobroni Merawat Indonesia Dengan Manhaj Aswaja

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tuan rumah Romo Bonie Fasius Abbas beserta jemaat Gereja Katolik St Theresia, Pendeta Yulius dan jemaat gereja kristen Indonesia, Koordinator Gusdurian Majenang beserta Anggota, KH Mazin Alhajar beserta sahabat Lesbumi, GP Ansor Majenang, dan Banser Majenang.

Pastur Katolik St. Theresia Majenang Romo Bonie Fasius Abbas menyatakan berterimakasih atas perhatian dan kunjungan kepala kantor kementerian agama Cilacap beserta jajarannya di Gereja Katolik St. Theresia Majenang.

“ini mengharukan bagi kami dan jemaat, dalam sejarah baru kali ini bapak kepala kemenang berkesempatan mau silaturahmi dan berdialog di tempat ibadat, gereja kami. terimakasih perhatiannya.” terangnya.

Romo Bonie menambahkan ibarat sebuah rumah yang memiliki beberapa pintu, maka perlu kehadiran dan adanya juru kunci disetiap pintunya maka kehadiran Komunitas GusDurian menjadikan penting guna membuka pintu pintu itu.

“Melalui Gusdurianlah kami lepas dari rumah yang dinilai konservatif. Komunitas Gusdurian menjadi embrio bagi pergaulan kami bisa cair, terutama dalam menyikapi berbagai perbedaan.” terangnya.

Dia menjelaskan oleh karena nilai-nilai kemanusian yang menjadi spirit komunitas Gusdurian adalah teladan warisan yang sudah diletakkan oleh Guru Bangsa yakni KH Abdurrahman Wahid.

“Gus Dur yang telah menjadi perekat persaudaraan yang berbeda, memanusiakan sesama manusia, berbhineka sesama bangsa. Gus Dur pula, harus diakui, ajarannya membuka mata tentang pentingnya moderasi beragama” pungkasnya.

Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, Lagu yalal Wathon ini berlangsung dengan protokoler kesehatan. Agenda silaturahmi pemuka agama dengan dialog ini berlangsung cair mulai dari penyambutan hingga ramah tamah. Acara berlangsung khidmat dengan do’a pamungkas yang dimunajatkan oleh KH Mazin Alhajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

ten − 4 =

Back to top button