Dokumentasi

PBNU Buka Vaksinasi Bagi Warga NU, Ini Alur Pendaftarannya

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat bersedia mengikuti program vaksinasi Covid-19 terutama warga NU. Sekretaris Gugus Tugas NU Peduli Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dokter Ilmiyah Karim menyampaikan hal baik ini pada Rabu, 7 Juli 2021.

Ia mengatakan kuota vaksinasi ini terbuka untuk warga Nahdlatul Ulama (NU) maupun pengurus baik wilayah maupun cabang NU di seluruh Indonesia.

“Kami buka pendaftaran vaksinasi via aplikasi tersebut, sebagai warga NU yang berusia 18 tahun ke atas, khusus bagi pesantren minimal usia 12 tahun ke atas. Saat ini NU Peduli Covid-19 memprioritaskan lokasi Jabodetabek sebagai tempat vaksinasi,” mbuhnya via telpon.

Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 dilakukan bukan hanya untuk kepentingan satu atau dua orang saja, tetapi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin, karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk vaksinasi. Karena kalau satu vaksin, satu tidak, nanti tidak akan terjadi herd immunity,” ujar Marsudi yang juga pernah nyantri di Pesantren Al Ihya’ Ulumaddin Kesugihan Cilacap, Rabu (07/7/2021).

Vaksin Covid-19 Sinovac maupun AstraZeneca, kedua vaksin tersebut sama baiknya, sehingga para kiai NU bersedia divaksin. Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh.

Menurutnya, manusia tidak bisa hidup masing-masing. Oleh karena itu, menjaga imunitas menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19.

“Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin,” ucap Marsudi. Menurut Marsudi, penghuni pondok pesantren salah satu unsur masyarakat yang harus mendapatkan vaksinasi Covid-19. Karena setiap hari mereka saling berinteraksi satu sama lain.” jelasnya.

Penerima Vaksin, Pahlawan Kemanusiaan

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan, vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama.

“Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam,” kata Helmy.

Bagi PBNU, lanjut dia, masyarakat yang telah divaksin merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam konteks mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19.

“Siapapun yang mau menjadi relawan program vaksinasi, mereka lah yang disebut pahlawan kemanusiaan,” terangnya.

Helmy kemudian menyinggung polemik halal atau haram vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan, dalam kondisi darurat vaksin AstraZeneca bukan saja boleh digunakan tapi wajib.

“Ini tentu berdasarkan kajian ilmiah dari para ulama. Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim telah melakukan kajian yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca suci dan halal, bahkan para ulama NU di Jawa Timur sudah melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca,” jelas Helmy.

Bagi warga NU yang berminat Vaksinasi NU Peduli COVID PBNU bisa mengikuti alur pendaftarannya , mohon mengisi melalui Form Pendaftaran Vaksin COVID-19 PBNU di link berikut ini: Buka Link

Disclaimer: jika suatu saat link pendaftaran vaksinasi ditutup, maka itu menjadi hak dari pihak penyelenggara.

Editor: Shevila Dewi Pramudhita

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 1 =

Back to top button