Masjid Miftahur Ridlwan, Realisasi Program Kemaslahatan BPKH RI

NU CILACAP ONLINE – Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI) meresmikan Masjid Miftahur Ridlwan yang merupakan realisasi program kemashlahatan BPKH RI yang bermitra dengan NU Care LAZISNU, Jumat (27/8/21).

Masjid Miftahur Ridlwan yang beralamat di Jl. Masjid Karanggondang Sikampuh Kroya Cilacap berada di tengah-tengah lingkungan sekolah MTs Maarif Sikampuh. MTs Maarif Sikampuh sendiri merupakan sekolah formal di bawah naungan Yayasan Al Hikmah Maarif Cilacap. Keberadaan masjid ini diharapkan akan menjadi pusat kegiatan keagamaan baik bagi warga sekolah maupun warga di sekitar lingkungan masjid.

BPKH RI sebagai badan pengelola keuangan haji telah mengeluarkan beberapa program di antaranya pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan sarana dan prasarana ibadah. Dalam menjalankan programnya, BPKH mempunyai banyak mitra, salah satunya adalah NU Care LAZISNU.

Program Kemaslahatan BPKH RI

Direktur Program NU Care LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi S.Ag mengungkapkan bahwa BPKH RI bermitra dengan NU Care LAZISNU belum lama. Namun begitu, NU Care LAZISNU telah membuktikan kualitas kinerjanya dalam bermitra.

“Sebagai pendatang baru mitra kemaslahatan BPKH, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang sekarang rebranding menjadi NU CARE-LAZISNU mampu menunjukkan kualitasnya. NU CARE-LAZISNU menerima penghargaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebagai Mitra Kemaslahatan Terbaik Tahun 2020 nomor satu, pada acara Annual Meeting BPKH 2021, di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (3/2) lalu,” ungkap Fauzi.

Untuk NU Care LAZISNU Cilacap sendiri, lanjut Fauzi, sebagai pelaksana mitra antara BPKH RI dengan NU Care LAZISNU telah mendapatkan  3 program sekaligus. Yakni peresmian ruang kelas baru Yayasan El Futah Patimuan Cilacap, Ambulans Covid NU Care, dan Peresmian Masjid Miftahur Ridlwan Sikampuh ini.

Acara peresmian masjid ini dihadiri secara virtual oleh Anggota Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH RI Dr Rahmat Hidayat dan Ketua PP NU Care LAZISNU M Wahib. Hadir juga Kepala Kankemenag Cilacap H Imam Tobroni, Ketua Yayasan Maarif Al Hikmah Cilacap H Sangidun, Komite MTs Maarif Sikampuh H Kasrun, Kades Misno Amin Musyafa, Mustasyar PCNU KH Kholil Mansyur, dan perwakilan PCNU Cilacap H Yusro.

Acara peresmian Masjid Miftahur Ridlwan dilaksakan melalui zoom meeting oleh Dr Rahmat Hidayat mewakili BPKH RI. Sedangkan di lokasi kegiatan dilakukan pemotongan pita, penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST), dan cek lokasi yang dilakukan oleh Pengurus Yayasan Al Hikmah Maarif Cilacap, Direktur Program NU Care Lazisnu Cilacap dan Bendahara PCNU Cilacap H Yusro.

Dalam sambutan virtualnya, Dr Rahmat Hidayat menyampaikan akad serah terima pembangunan Masjid Miftahur Ridwan kepada Yayasan Alhikmah Maarif Cilacap melalui NU Care LAZISNU.

“Semoga pembangunan masjid ini merupakan jalan bagi kita semua untuk pintu rahmat Allah SWT. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada NU Care LAZISNU sebagai wasilah program ini. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kami menyerahkan pembangunan masjid ini kepada Yayasan Al Hikmah Maarif Cilacap melalui NU Care LAZISNU. Semoga masjid ini semakin makmur dan jamaah semakin makmur,” katanya.

Dr Rahmat Hidayat mengharapkan, semoga apa yang kita lakukan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua yang terlibat dalam proses pembangunan ini.

“Semuanya saja, baik dari BPKH RI, NU Care LAZISNU dan semua yang terlibat beberapa program kemaslahatan BPKH RI meliputi pendidikan, sarana prasarana ibadah, pemberdayaan ekonomi umat dan lain-lain, menjadi amal jariyah untuk semuanya,” tandasnya.

Ditemui NU Cilacap Online di lokasi peresmian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap H Imam Tobroni menyampaikan selamat atas diresmikannya Masjid Miftahur Ridlwan.

“Kami ucapkan selamat dan sukses atas peresmian Masjid Miftahur Ridlwan. Masjid adalah simbol eksistensi Umat Islam. Maka dengan hadirnya masjid ini diharapkan masyarakat dilingkungan masjid akan semakin semangat dalam beribadah. Semakin semangat dalam syiar Islam. Lebih penting lagi, masjid ini akan menjadi pusat kegiatan di lingkungan masjid,” ujar H Imam Tobroni.

Masjid Miftahur Ridlwan Sikampuh Kroya Cilacap Kemitraan BPKH RI NU Care LAZISNU

Masjid Pusat Pembinaan Mental Spiritual Anak Milenial

Hal senada diungkapkan kepada Website Berita Nahdlatul Uama NU Cilacap Online oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kroya, Kiai Fatkhudin. Dirinya mengungkap pentingnya keberadaan masjid di lingkungan sekolah sebagai pusat pendidikan spiritual dan karakter bagi para siswa.

“Dengan selesainya pembangunan masjid menambah kelengkapan sarana peribadatan MTs. Itu penting sekali untuk pendidikan karakter anak didik dengan kegiatan shalat berjamaah, istighotsah dan pembinaan mental spiritual sebagai basis moral anak milenial,” kata Fatkhudin.

Kiai Fatkhudin yang juga Kepala MTs Maarif Sikampuh Kroya ini mengaku optimis moral anak didik akan baik bila mereka dekat masjid.

“Masjid bukan hanya sekedar untuk beribadah mahdoh namun juga sebagai pusat kajian, pusat gerakan dan seterusnya. Karena saya yakin anak-anak kalau sudah dekat dengan masjid insyaallah secara moral bisa dibangun dengan baik. Tapi kalau anak didik kita sekarang jauh dari masjid, itu simbol masa depan yang suram menurut saya,” sambung Kiai Fatkhudin.

Kiai Fatkhudin juga mengungkap harapan, kedepan agar pembangunan tidak berhenti.

“Lantai dua akan kita upayakan agar bisa terbangun. Selain masjid, kita berharap ada boarding school yang akan melengkapi dalam pembinaan intelektual dan moralitas siswa,” ujar Fatkhudin.

Untuk Boarding School, Fatkhudin menuturkan saat ini pembebasan tanah wakaf sudah selesai tinggal dimulai untuk pembangunannya.

“Karena kita punya mimpi besar untuk menjadikan madrasah sebagai pusat intelektual anak-anak bangsa bisa terwujud,” sambungnya.

Berbicara tentang mental siswa, Fatkhudin mengaku resah dengan sistem pembelajaran daring yang secara otomatis mengurangi intensitas pembinaan antara guru dan siswa. Otomatis anak-anak harus mengakses pendidikan melalui sistem daring. Tapi bagaimanapun dengan sistem daring ini tidak bisa langsung bertemu. Intensitas pun sangat terbatas.

“Maka tentu punya dampak yang kalau tidak hati-hati. Ini cukup fatal untuk kedepannya. Artinya pembinaan moral menjadi sangat terbatas. Dari segi teknis mungkin tidak bermasalah. Namun efek bagi pembinaan moral yang sangat mengkhawatirkan kalau tidak segera kembali tatap muka , pembinaan secara intens antara guru dengan siswa,” pungkas Fatkhudin.

Penulis: Shevilla Dewi Pramudita
Penyunting: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button