Kembali Jadi Ketua, Gus Nabil; Pagar Nusa Tunduk Pada Kiai

NU CILACAP ONLINE – Kongres IV Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa telah usai digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara digelar pada tanggal 5-7 Desember 2022.  Dalam kongres tersebut terpilih kembali M Nabil Haroen  (Gus Nabil) Sebagai Ketua Umum PP PSNU Masa Khidmah 2022-2027.

Sekretaris Organizing Committee (OC) Kongres ke-4 Pagar Nusa NU, Muadz Amsari, menyampaikan pada hari Rabu,  ( 7/12/2022. ) Beliau menjelaskan terpilihnya kembali Gus Nabil, sapaan akrabnya, ditetapkan setelah unggul dalam pemungutan suara pada tahap pencalonan.

“Dari total 273 suara sah peserta kongres, dia mendapat 190 suara dan Sholahul Aam Notobuwono atau Gus Aam mendapat 84 suara. Sesuai dengan tata tertib, maka kita tetapkan Gus Nabil sebagai ketua umum Pagar Nusa 2022-2027,” katanya menirukan pimpinan sidang pleno kongres dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Umarsyah yang didampingi Lukman Hakim.

Harapan PBNU Kepada Ketua Umum Pagar Nusa Terpilih

Ketua PBNU H Umarsyah yang mewakili Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Kongres IV PSNU Pagar Nusa harus menjadi ruang silaturahmi dan menjadi ruang perumusan gagasan-gagasan strategis organisasi.

“Pagar Nusa adalah salah satu banom strategis yang diharapkan harus memberikan fokus dalam kebijakan, program kerja selama lima tahun nanti diharapkan output-nya riil. Pembenahan struktur organisasi dari atas sampai level bawah.” terangnya.

Baca juga

Diapun mengapresiasi apa yang telah diupayakan, dengan melihat tema kongres ke-4 PSNU Pagar Nusa yakni Menjura Ke Angkasa, Mengakar ke Bumi, Menjaga Peradaban”. Dikatakan, demikian itu cocok dengan ketua umum PBNU.

“Kita harus bisa bermimpi dan sekaligus tahu bagaimana mencapai mimpi itu. Kita diwajibkan untuk menyusun sebuah kegiatan yang terencana dan jelas targetnya,” tuturnya.

“Seluruh program kerja, hasil kongres harus yang kita yakini kita lakukan dengan capaian maksimal,” sambungnya.

H Umarsyah menekankan pentingnya tugas khusus Pagar Nusa ada dua untuk digali dan dikembangkan yakni pengobatan atau ketabiban yang banyak dimiliki oleh pendekar Pagar Nusa untuk masyarakat. Serta, menjaga terus komunikasi intensif di internal kelembagaan NU, banom NU dan terutama dengan PBNU. Kemudian, menjalin terus kerjasama dengan Polri yang selama ini sudah dibangun untuk saling bersinergi demi bangsa.

kongres iv pagar nusa

PSNU Pagar Nusa Tunduk Pada PBNU Dan Kiai

Sementara itu, Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabil Haroen (Gus Nabil) mengatakan Pagar Nusa selalu berkhidmah untuk NU dan Indonesia, serta ikut dawuhnya PBNU dan kiai-kiai.

“Pagar Nusa tunduk pada dawuhnya PBNU dan kiai-kiai. Kami berkomitmen membela kiai, membela NU dan Indonesia,” kata Gus Nabil.

Beliau mengapresiasi dukungan dari Polri dan TNI yang selama ini membantu Pagar Nusa dan pendekar-pendekar di berbagai daerah.

“Saya berterima kasih kepada Kapolri dan jajaran, serta TNI, yang selama ini bekerjasama secara erat untuk sama-sama mengawal Indonesia. Kami mengapresiasi dukungan Kapolri, yang mendorong Pencak Silat sebagai bela diri utama bagi keluarga besar Polisi Indonesia. Kapolri akan mengundang Perguruan Pencak Silat, termasuk Pagar Nusa, untuk merumuskan Pencak Silat Polri. Ini merupakan wujud nyata dan komitmen polri untuk menjaga warisan budaya kita, yakni Pencak Silat,” ujar Gus Nabil.

Dia menambahkan sebagai badan otonom NU, Pagar Nusa NU, konggres ke-4 dengan mengangkat tema “Menjura ke Angkasa, Mengakar ke Bumi, dan Menjaga Peradaban.”  Tema Kongres ke-4 ini istimewa karena diambil dan terinspirasi oleh ayat-ayat suci, kalimat thayyibah, kalamullah dalam Surat Ibrahim ayat 24 yang artinya:  “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit”.

Dia menjelaskan, kehadiran Pagar Nusa NU hanya fokus berkhidmat untuk NU, negara dan bangsa sehingga seluruh arah program kebijakan Pagar Nusa mengarah kepada kemanfaatan untuk masyarakat bangsa dan negara. Dalam sejarah yang sangat panjang, lanjutnya, para pendekar Pagar Nusa NU juga turut aktif dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dan sampai hari ini mereka masih aktif menjaga tradisi seni bela diri itu.

“Itu yang kita sebut sebagai mengakar ke bumi. Sedangkan menjura ke langit itu, tentu kita punya visi, misi dan tujuan yang luhur seperti yang ditetapkan dalam AD-ART NU,” terangnya.

Sementara itu, mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam sambutan peresmian pembukaan kongres menyampaikan bahwa Pemerintah telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu dari 14 cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Desain Olahraga Nasional.

“Saat ini pemerintah tengah mengupayakan pencak silat bisa menjadi salah satu cabor yang prestisius di tingkat olimpiade. Kami minta bantuan pada Pagar Nusa untuk sama-sama mewujudkan keinginan tersebut.” akunya.

“Sampai kini pencak silat belum menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade, tapi sedang diusahakan, minimal masuk di eksibisi olimpiade. Saya harap, itu bisa terwujud atas peran dan kontribusi dari atlet-atlet Pagar Nusa,” imbuh Menpora Zainuddin Amali.

Program Kerja PSNU Pagar Nusa Yang Sudah Dijalankan

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PSNU Pagar Nusa M Nabil Haroen melaporkan sejumlah hal capaian selama ini. Salah satunya adalah transformasi digital dan kemandirian organisasi. Wujud transformasi digital yang dilakukan Pagar Nusa adalah berhasil menciptakan e-KTA (kartu tanda anggota elektronik). Dari situ, tercatat bahwa kader Pagar Nusa di seluruh Indonesia dan beberapa negara di luar negeri mencapai 3 juta orang.

Sedangkan di bidang kemandirian organisasi, Gus Nabil mengatakan bahwa sudah banyak pimpinan cabang dan wilayah yang telah berhasil membangun padepokan atau sekretariat dengan biaya sendiri, hasil dari iuran anggota para pengurus dan kader.

kongres iv pagar nusa

Kongres iv PSNU Pagar Nusa

Diketahui, Kongres IV Pagar Nusa  dihadiri Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah tokoh. Di antaranya, Ketua PBNU H Umarsyah, Rektor Universitas Islam Makassar Hj A Majdah M Zain, dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Selain itu, hadir pula para ketua umum Pagar Nusa sebelumnya yakni KH Fuad Anwar (2007-2010), Gus Aizzuddin Abdurrahman (2012-2015), dan Ajengan Mimih Haeruman (2015-2017).

Dewan Khos (Khusus ) PP Pagar Nusa KH Badrul Huda Zainal Abidin dari Lirboyo dan Majelis Pendekar PP Pagar Nusa Ajengan Ubaidillah Ruhiat dari Cipasung tampak hadir di dalam acara pembukaan Kongres IV Pagar Nusa. Atas nama Redaksi media NUCOM mengucapkan Selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres IV PSNU Pagar Nusa dan terpilihnya Gus Nabil (M Nabil Haroen) Sebagai Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa Masa Khidmat 2022-2027.

Kontributor : Imam Hamidi Antasalam

Editor : Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button