Feature & Figur

PLPK, Petugas Lapangan Penjemput Koin NU Care LAZISNU

PLPK singkatan dari Petugas Lapangan Penjemput Koin NU Care LAZISNU adalah para petugas yang secara resmi direkrut oleh NU Care LAZISNU Cilacap untuk melaksanakan tugas pejemputan Koin NU di lapangan dari rumah ke rumah para Munfiq (pemberi Infaq).

Apa itu KOIN NU?

Koin adalah uang logam sebagaimana umumnya diketahui. Koin NU adalah singkatan dari Kotak Infaq Nahdlatul Ulama sebagai realisasi program Gerakan KOIN NU Cilacap (Gocap). Selengkapnya tentang Gocap silakan lihat artikel ini.

Kotak Infaq NU yang diusahakan oleh NU Care LAZISNU Cilacap tidak sebagaimana umumnya kotak. Misal, yang terbuat dari kayu, seng atau besi, melainkan, dibuat dari Kaleng, karena dipandang lebih ringan, mudah dalam pengadaan dan pendistribusiannya.

Koin NU dalam pengertian Kotak Infak NU adalah media pengumpulan Infaq (dalam bentuk uang keping koin atau kertas) yang didistribusikan oleh PLPK kepada para Munfiq. Ini salah satu tugas PLPK, memastikan Kotak Infaq ada dan terjaga di rumah masing-masing Munfiq. Ke dalam Kotak Infaq itulah, Munfiq memberikan infaqnya.

PLPK, Petugas Lapangan Penjemput Koin NU Care LAZISNU berkedudukan di masing-masing Ranting NU. Di satu ranting NU / desa, bisa jadi terdapat 5 sampai dengan 10 PLPK. Tergantung luas jangkauan wilayah desa. Mereka dikordinir oleh petugas khusus yang disebut Kordinator Lapangan (Korlap) sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksanaan gerakan Koin NU di wilayahnya.

PLPK terstruktur sebagai sebuah jaringan organisasi di bawah kendali NU Care LAZISNU. PLPK diangkat dan ditetapkan oleh Pengurus NU Care LAZISNU, termasuk konsekuensi atas kinerja yang dilaksanakannya. Jadi, keberadaan PLPK sah sebagai bagian dari NU Care LAZISNU.

Tugas PLPK

Lalu apa tugas dari PLPK, Petugas Lapangan Penjemput Koin NU Care LAZISNU?

  1. PLPK memiliki tugas mensosialisaikan program Gerakan Koin NU NU Care LAZISNU kepada warga masyarakat
  2. Tugas sosialisasi oleh PLPK diikuti proses rekruitmen calon Munfiq, kemudian data Munfiq diadministrasikan sesuai SOP yang ada
  3. Menjemput Koin NU, menjemput Infaq warga NU dan warga masyarakat yang terdaftar sebagai Munfiq sebulan sekali pada tanggal yang sudah ditetapkan di wilayah kerja masing-masing.
  4. Menyampaikan hasil Koin NU yang sudah dijemput (diambil, red.) kepada Kordinator Lapangan, dan di sini tugas PLPK menghitung masing-masing perolehan Infaq pada bulan berjalan.
  5. PLPK, bersama Korlap, dan Pengurus Ranting atau Badan Otonom NU, juga diberi tugas (terlibat) dalam mentasyarufkan hasil Koin NU kepada pihak-pihak yang berhak menerima.

Tugas PLPK di atas bukanlah tugas yang ringan. Hanya pribadi dengan jiwa khidmah, berjuang, ikhlas lah yang mampu menjalankannya. Sebab, tugas PLPK harus berjalan di atas rel SOP NU Care LAZISNU sekaligus disertai tanggungjawab baik duniawi maupun ukhrawinya.

Dalam program Gerakan Koin NU Cilacap, PLPK menjadi ujung tombak sukses tidaknya pelaksanaan gerakan Infaq dan Shadaqah warga NU dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dari Koin NU.

PLPK
Tugas PLPK bukanlah tugas yang ringan. Hanya pribadi dengan jiwa khidmah, berjuang, ikhlas lah yang mampu menjalankannya. Sebab, tugas PLPK harus berjalan di atas rel SOP NU Care LAZISNU sekaligus disertai tanggungjawab baik duniawi maupun ukhrawinya.

Tatangan Penjemput Koin NU

Setelah gerakan Koin NU seatle, dipandang bisa berjalan di satu Ranting NU, yang menjadi tugas utama PLPK adalah mendatangi rumah per rumah, door to door. Melaksanakan penjemputan Koin secara rutin, terjadwal, di medan penghidmatan yang luas, merupakan tantangan tersendiri bagi PLPK.

Tantangan selanjutnya adalah pelaksanaan penghitungan Koin NU. Dengan jumlah Kotak Infak yang puluhan hingga ratusan, juga bukan pekerjaan mudah. Kepada mereka diberikan zonasi wilayah penjemputan agar pelaksanannya lebih efektif, tidak menumpuk pada salah satu PLPK.

Tantangan PLPK berikutnya adalah menjaga kepercayaan, trust. Ini dimulai dari keabsahan dirinya sebagai petugas resmi, ber-SK, secara penampilan memakai seragam, uniform. Antara trust PLPK dengan keyakinan warga NU dan para Munfiq lainnya berbanding lurus. Trust juga harus dipegang oleh PLPK dimulai dari cara berkomunikasi hingga tata krama dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, tantangan paling utama dari PLPK, Petugas Lapangan Penjemput Koin NU Care LAZISNU adalah kejujuran dalam menjalankan tugas. Tugas yang mengandung tanggungjawab duniawi dan ukhrawi ini mutlak berhubungan dengan Infaq, uang wargamasyarakat, dan harus dipertanggungjawabkan dari sejak penjemputan hingga pelaporan.

Menjaga Kualitas PLPK

Sebagai induk organisasi, NU Care LAZISNU Cilacap terus melaksanakan upaya menjaga dan meningkatan kualitas (dan kuantitas) PLPK, Petugas Lapangan Penjemput Koin NU. Beberapa event Rapat Kordinasi digelar di tingkat UPZIS MWCNU.

Tujuannya tentu saja tidak hanya meningkatkan kapasitas personal PLPK, tapi menjaga dan meningkatan kualitas kinerja dan pelaksanaan program kerja NU Care LAZISNU.

Salah satu kriteria kualitas PLPK adalah yang mau, mampu dan terbukti konsisten menjalankan SOP Gerakan Koin NU. Seorang PLPK yang berkualitas juga dicirikan oleh kemampuannya menambah jumlah Munfiq; mengelola emosi personal, mencari solusi atas problem yang ditemui, serta terjaganya trust personal antara PLPK dengan Munfiq dan organisasi di atasnya.

Untuk menunjang peningkatan gerakan Koin NU hubungannya dengan PLPK, NU Care LAZISNU menetapkan beberapa kebijakan. Di antaranya; pemberian dana operasional tetap, biaya saat melaksanakan tugas, sararan prioritas program bantuan (misalnya jika PLPK mengalami sakit), dan PLPK diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua NU Care LAZISNU Cilacap H Wasbah Samudera Fawaid menyampaikan kepada NU Cilacap Online, saat ini tidak kurang dari 1.830 orang PLPK se Kabupaten Cilacap. Dari total jumlah PLPK tersebut, lebih dari 50% sudah diikutsertakan pada program BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 + one =

Back to top button