Berita

Pencarian Korban Laka Laut di Pantai Jetis Terkendala Peralatan

Laka laut telah terjadi di Pantai Jetis Desa Jetis Kecamatan Nusawungu,  Minggu (11/04/21).  Dalam peristiwa tersebut, 2 orang terseret ombak. 1 orang selamat dan 1 orang dinyatakan hilang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban hilang diketahui bernama Faslul Amin (29 tahun) sedangkan 1 korban lainnya dinyatakan selamat bernama Afid Nurwanto (20). Keduanya adalah  warga Desa Kajuran  RT 06 RW 01 Kecamatan Magelang Kabupaten Magelang.

Korban selamat ditemukan dalam keadaan pingsan dilokasi kejadian dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Agisna Kroya menggunakan mobil ambulan NU CARE LAZISNU Cilacap. Tim sar gabungan dari BASARNAS, BAGANA dan SAR TPI masih melakukan pencarian.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusawungu Harun Rosyid  Kepada NU Cilacap Onlline  menuturkan kronologi terjadinya kecelakaan (13/04/21).

“Waktu itu, korban tengah bermain bola di Breakwater baru yang terletak di sisi sebelah barat pantai. Tiba-tiba ombak besar menerjang  breakwater dan menyeret keduanya ke laut”, tuturnya.

Breakwater adalah bangunan pemecah ombak yang bentuknya membujur ke selatan sepajang 600 meter.

“ Jadi bentuknya seperti jembatan yang Panjang membujur ke arah selatan. Fungsinya adalah untuk memecah ombak bila sewaktu-waktu terjadi ombak besar”, terang Harun.

Laka laut Pantai Jetis
Pencarian korban hilang di pantai Jetis terkendala minimnya peralatan

Harun menerangkan bahwa bangunan breakwater sebenarnya bukanlah untuk umum. Tapi pengunjung diperbolehkan masuk sepanjang tidak membahayakan. Bentuk bangunan yang menarik ditambah pemandangan laut yang indah, membuat para pengunjung tergoda untuk masuk sekedar untuk berjalan-jalan atau pun berswa-foto.

Baca Juga : Banser Cilacap Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana

“Masalahnya terkadang ada pengunjung yang rese, tak cukup berjalan di atasnya, tapi turun ke bawah di pinggiran breakwater. Memang di sini pemandangannya lebih bagus lagi. Tapi sangat berbahaya. Karena sewaktu-waktu ombak bisa datang menghantam”, lanjut Harun.

Banyak pihak menyayangkan sikap nekat kedua korban yang bermain bola sampai turun dari breakwater. Saat ombak menerjang, keduanya lengah dan langsung terseret ombak. Tim SAR terus melakukan penyisiran di sepanjang pantai Ayah sampai Widara Payung untuk mencari korban yang hilang.

“Kami hanya bisa melakukan penyisiran di pinggir pantai. Kami tidak mungkin melakukan penyelaman karena medan yang tidak memungkinkan. Ombaknya sangat besar sehingga sangat berbahaya untuk melakukan penyelaman. Selain itu juga kita tidak ditunjang alat yanga memadai”, tandasnyanya.

Korban selamat atas nama Afid Nurwanto saat ini dinformasikan telah sehat dan diperblehkan pulang. Sedangkan korban hilang atas nama Faslul Amin, hingga berita ini diturunkan belum juga ditemukan. Tim Sar pun masih terus melakukan pencarian.

Kontributor : Aida Robiyah
Penyunting : Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 − 12 =

Back to top button