Badan Otonom NU

Ansor Karangpakis Gelar Aksi Nyata Pengecoran Jalan Beji

Aksi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangpakis Kecamatan Nusawungu ini patut ditiru. Luar biasa,  berkat keaktifan dan semangatnya, Ansor Karangpakis bisa menjembatani terlaksananya pengecoran Jalan Beji yang menjadi akses lalu lintas vital bagi warga Desa Karangpakis.

Kepada NU Cilacap Online, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Nusawungu Kyai Harun menyampaikan, bahwa sebelumnya Ansor Karangpakis telah mengumpulkan dana sebesar Rp. 42.000.000 yang terhimpun dari masyarakat warga Desa Karangpakis.

Dengan dana tersebut, Ansor Karangpakis Nusawungu Cilacap bekerjasama dengan masyarakat, pemerintahan desa dan Dinas Pekerjaan Umum Rayon (DPUR) Kroya melakukan pengecoran Jalan Beji.

“Penghimpunan ini dilakukan dalam waktu 2 minggu saja. Para warga memberikan dana seikhlasnya, tidak ada paksaan. Alhamdulillah,  oleh masyarakat langsung dikelola untuk pembangunan jalan berupa pengecoran sepanjang 164 M lebar 2,7 M dan tebal 0,1 M. lokasi pengerjaan yaitu di Jalan Beji yang terletak di tengah-tengah area sawah Desa Karangpakis”, jelasnya (10/04/21).

Ansor Karangpakis
Jalan Beji terletak di tengah-tengan area pesawahan Desa Karangpakis sehingga menjadi akses lalulintas yang vital bagi warga

Kyai Harun mengaku sanget apresiasif terhadap kegiatan ini. “ Saya juga berharap agar kegiatan Ranting Karangpakis ini nantinya bisa menginspirasi bagi ranting lain. Saya optimis nantinya ranting-ranting lain juga akan mengikuti jejak Ranting Karangpakis ini”.

Baca Juga : Bedah Rumah Banser Wujud Solidaritas dan Kepedulian Anggota

Senada dengan Kyai Harun, Kepala DPUR Kroya Suharyadi yang mengepalai 4 sub rayonmeliputi Nusawungu, Binangun, Kroya dan Adipala menyatakan hal yang sama.

“ Saya sangat mendukung jika ada ormas atau kelompok warga masyarakat yang berinisiatif memperbaiki jalan yang rusak. Karena jalan yang rusak bukan hanya tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum saja. Tetapi juga  tanggungjawab bersama. Apalagi pada saat pandemi seperti sekarang ini. Dimana  anggaran sangat minim karena sebagian besar anggaran dialokasikan untuk penanggualngan covid-19”, terangnya.

Suharyadi melanjutkan,  “Sebagai  warga masyarakat peran kita dalam pembangunan fisik yaitu menjaga jalan agar tidak cepat rusak. jika ada kerusakan ringan langkah yang selanjutnya adalah memperbaiki jalan dengan cara swadaya masyarakat seperti sekarang ini”.

Untuk kegiatan ini,  Suharyadi telah menurunkan timnya sebanyak 20 orang personil untuk mempercepat proses pembangunan jalan beji tersebut. Proyek pengerjaan dimulai sejak Minggu (06/04/21) dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 6-7 hari.

Kontributor : Aida Robiyah
Penyunting : Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

20 + three =

Back to top button