Badan Otonom NU

Banser Cilacap Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk penanggulangan bencana, Banser Tanggap Bencana (Bagana) Korwil 3 Satkorcab X26 Cilacap menggelar pelatihan tanggap darurat bencana, Minggu (04/04/21).

Kegiatan dilangsungkan di markas Banser Saktkoryon Kawunganten di Desa Kawunganten Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap.

Acara dihadiri oleh  Kasatsus Bagana Reno Lesmono, Waka Sarkorcab Korwil 3 Komandan Ahmad Ridho, Waka Bagana Korwil 3 Ndan Tohani. Adapun pengisi materi adalah kepala UPT BPBD Sidareja  Agus dan Instruktur Bagana Ndan Yudi dari Maos.

Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Banser Cilacap
Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Banser Cilacap bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi bencana

Kasatsus Bagana Reno Lesmono kepada NU Cilacap Online menyampaikan, ” Kegiatan ini  bertujuan untuk melatih serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana ataupun potensi bahaya.

Baca Juga : Bagana Kawunganten Evakuasi Pohon Tumbang

Adapun  peserta merupakan perwakilan utusan Bagana Korwil 3 yang berjumlah 8 Kecamatan Kawunganten yakni Bantarsari, Gandrungmangu, Sidareja, Cipari, Kedungreja, Patimuan, dan  Kampung Laut. Masing-masing Korwil mengirimkan utusan 4 orang anggota bagana untuk di didik menjadi pasukan khusus Tim Reaksi Cepat (TRC)”.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan tentang manajemen penanggulangan bencana, prosedur penyelamatan air (water rescue) pada laka laut, serta pengisian asasment tanggap darurat bencana.

Baca Juga : Bagana Cilacap Gelar Pelatihan Gabungan 

“Water rescue sangat diperlukan di Cilacap ke depannya karena saat ini di berbagai media sosial dan media masa kabupaten Cilacap mulai dilirik oleh wisatawan lokal maupun asing, sehingga potensi terjadinya laka laut semakin meningkat, disamping laka laut juga dimungkinkan oleh nelayan maupun penduduk setempat”, terang Reno Lesmono.

Kemudian juga disampaikan tentang tata cara pengisian form assesmen terdampak bencana untuk masyarakat/relawan pada daerah non-pesisir. Pengisian form assesmen sangat diperlukan oleh pemerintah baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Karena hanya melalui form ini pemerintah dapat mengetahui kejadian, kronologis, serta kerugian atau dampak yang ditimbulkan oleh suatu bencana. Mengingat wilayah Cilacap selain berada pada zona rawan bencana, juga merupakan wilayah yang rawan tanah longsor dan banjir.

“Dengan diadakannya kegiatan pelatihan tanggap darurat bencana ini, maka diharapkan setiap Anggota Bagana baik relawan, organisasi, maupun pemerintah setempat dapat memahami serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya masing-masing guna mewujudkan kabupaten Cilacap tangguh bencana”, tandas Reno Lesmono.

Kontributor: Shohibul Faih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 − 1 =

Back to top button