Dr H Imam Tobroni Sebut Majenang Metropolitan NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Ketua PCNU Cilacap Dr H Imam Tobroni menyebut Kota Majenang adalah metropolitannya NU Cilacap, maka harus jadi contoh teladan bagi MWCNU dan pegiat jamiyah NU lainnya di Kabupaten Cilacap.

Kota metropolitan merupakan salah satu bentuk perkembangan kota yang memiliki tingkat kompleksitas dan perkembangan yang tinggi. Penduduknya padat dan pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial, pendidikan, agama dan budaya di wilayah yang lebih luas.

Dr H Imam Tobroni menyebut karekteristik Kota Majenang sebagai metropolitan NU Cilacap itu sudah ada dan semakin menunjukkan peningkatannya. Kota Majenang penduduknya besar dan padat. Infrastrukturnya lengkap dan aktivitas masyarakatnya semakin meningkat.

H Imam Tobroni juga menyebut, aktivitas pengurus NU, Badan Otonom, Lembaga NU dan warga ikut menopang perkembangan kota Majenang.

Ia memberi contoh, di wilayah NU Majenang ada dunia pendidikan yang lengkap. Mulai PAUD, RA hingga Perguruan Tingginya.

Baca: MWCNU Majenang Miliki Lembaga Pendidikan Terlengkap

Di bidang kesehatan, berdiri sejumlah Rumah Sakit dan klinik, termasuk Klinik AMANU Majenang Cilacap. Klinik Amanu menjadi kebanggaan warga Majenang dan sekitarnya oleh karenanya dirinya meminta semua warga NU untuk menghidup-hidupkannya.

“Dengan utamakan dalam fasilitas kesehatan (Faskes) warga NU prioritasnya di Klinik Amanu. Karena pelayanan dan fasilitas kesehatan Amanu sudah cukup lengkap.”

Ber-NU di Majenang

H Imam Tobroni mendukung penuh MWCNU Majenang yang telah merencanakan gedung NU Center senilai 2.5 Milyar. “Semua itu, katanya, menunjukkan NU Majenang memiliki semangat tinggi.”

Diapun mengaku dirinya saatnya bernostagia, bahwa pernah selama 9 tahun hidup di Majenang, dan bermukim di Geblogan Pahonjean, Majenang.

Diceritakan bahwa menjadi Ketua NU ini merupakan berkah dari doa para masyayikh pendahulu seperti di antaranya KH Sam’ani, KH Bunyamin, KH Muawan Bisri, KH Imam Mahdi, KH Masyhud Hasbullah. Baca juga KH Mungawam Birsi dan Kiai lainnya.

“Semuanya¬† saya kenal, saya nderek dawuh (ikuti petunjuk) beliau dalam ber-NU di Majenang, menjadi santri dari beliau-beliau,” akunya.

Bahkan saat mendirikan SMK Diponegoro Majenang juga turut serta karena saat itu menjadi ketua IPNU Kabupaten Cilacap.

Sebagai Ketua Tanfidziyah NU sekaligus Pembina MKAH Cilacap dalam H Imam Tobroni menyampaikan himbauan ke warganya untuk menghidup-hidupkan NU.

Mulai dari menyekolahkan anak di Lembaga maupun Pesantren NU, Mujahadah-mujahadah NU, hingga pada pelayanan kesehatan pun NU.

“Inilah khidmat NU dalam melayani umat. Segalanya disiapkan. Maka kita semua harus memiliki pemikiran yang sama bagaimana agar semua warga NU itu bisa terangkut sampai stasiun terakhir dengan selamat.”

“Karena di sana kita ditunggu para muassis NU, Ulama Kiai, dan mudah-mudahan kita ikut terbawa dalam kereta api, untuk tergabung dengan barisan umatnya Rasulullah Muhammad SAW.”

“khidmat jadi wasilah kita semua besok mati kita husnul khatimah masuk bersama sorganya para kiai. bersatu padu dalam barisan NU,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Mujahadah MKAH Majenang yang secara rutin diselenggarakan secara berkeliling dari desa ke desa pada setiap hari Ahad Pon.

Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung oleh MWCNU Majenang melalui Live Streaming YouTube ‘Gebyar Al Asmaul Husna dan Haul Massal’ (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button