Badan Otonom NU

MDS Rijalul Ansor Adipala Rutinan Membaca Ratib Al Attas

Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang Adipala kembali melaksanakan rutinan dengan membaca Ratib Al Attas; bertempat di Masjid Al Hikmah Adipala, Sabtu (15/01).

Rutinan MDS Rijalul Ansor kembali menggelar rutinan pasca situasi Covid-19; meski demikian dalam pelaksanaanya masih menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ketua PAC GP Ansor Adipala, Arif Fusaheri mengatakan, kegiatan MDS Rijalul Ansor tersebut terlaksana kembali sebagai ikhtiar bersama; sebagai risalah dakwah dalam menjalankan syiar Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa kita laksanakan kembali pasca Covid-19 , tentu dengan beberapa pertimbangan dan situasi. Semoga bisa terus berlanjut dan istiqomah serta keadaan semakin membaik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua MDS Rijalul Ansor Cilacap Abdullah Amir, Imam Masjid Al Hikmah Kiai Nur Afandi, pengurus dan anggota Ansor, Banser; juga jajaran Rijalul Ansor Adipala, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) setempat.

Artikel Terkait

Pembacaan Ratib Al Attas dan maulid Al Barzanji mengawali kegiatan ini. Tampil memimpin, Ketua MDSRA Adipala Hidayatussalam dengan iringan hadroh dari IRMA Al Hikmah Adipala.

Baca Juga : Mars GP Ansor

Manfaat Ratib Al Attas

Dalam sambutan ketua MDS Rijalul Ansor Cilacap Abdullah Amir menyarankan agar setiap rutinan membaca Ratib Al-Attas. Karena dengan bacaan Ratib tersebut akan mendatangkan banyak manfaat, di antaranya adalah :
1. Panjang umur dan mendapat husnul khatimah
2. Dikabulkan segala hajat
3. Menjaga rumah dari kebakaran dan pencurian
4. Diampuni segala dosa sebanyak apapun
5. Diselamatkan dari sihir
6. Selamat dari patukan ular
7. Selamat dari ketakutan
8. Meninggikam syiar Allah dengan menyeru nama-nama Allah SWT
9. Menjadi magnet perkara yang positif
10. Menjauhkan hal-hal jahat

Sejarah Dan Keutamaan Ratib Al Attas

Wirid ini di susun oleh Al-‘Alamah Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al Attas. Beliau lahir di desa Lisk dekat dengan desa Ainat, di bagian bawah negeri Hadhramaut, di akhir abad ke-10, tepatnya pada tahun 229H.

Sejak kecilnya beliau diasuh dan dididik oleh ayah beliau sendiri, al-Habib Abdur Rahman bin Aqil. Meskipun mata beliau buta sejak kecil, tetapi Allah memberinya kecerdasan otak dan pandangan hati (Bashirah), sehingga beliau mudah menghafal apa saja yang pernah didengarnya. Beliau adalah keturunan Rasulullah S.A.W dan merupakan ulama besar di bumi Hadramaut , Yaman.

Menurut sebagian  ulama ahli salaf, antara keutamaan ratib ini bagi mereka yang tetap mengamalkannya, adalah dipanjangkan umur; juga mendapat Husnul-Khatimah, menjaga segala kepunyaannya di laut dan di bumi dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah.

Bagi mereka yang mempunyai hajat yang tertentu, membaca ratib pada suatu tempat yang kosong dengan berwudlu; mengadap kiblat dan berniat apa kehendaknya, Insya Allah doa-doa Kita Allah kabulkan. Para salaf berkata ia amat mujarrab dalam menyampaikan segala permintaan dengan pembacaan sebanyak 41 kali.

Amaliyah Aswaja

Selanjutnya Abdullah Amir juga menyampaikan, MDS Rijalul Ansor untuk menjaga amaliyah-amaliyah di NU; khususnya di level Generasi Pemuda Ansor

“Amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang menjadi ciri khasnya NU di antaranya pembacaan Yasin dan tahlil, ziarah kubur; Maulid Nabi Muhammad SAW, Istighosah, Doa qunut, talqin juga masih banyak yang lainnya,” ungkap pria yang biasa di sapa Paman Dul.

“Selain itu sebagai kader garda terdepan di Nahdlatul Ulama Ansor harus selalu Ngaji untuk menambah wawasan keilmuan, selain ngaji juga harus ngader agar kader Ansor yang akan datang benar-benar kader yang militan dan kader yang berkualitas,” imbuhnya

Abdullah Amir berharap, kegiatan rutinan MDS Rijalul Ansor ini dapat membangkitkan ghirah dan semangat kader Ansor dalam berkhidmat di GP Ansor, serta dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat sekitar.

Selanjutnya imam masjid Al Hikmah sekaligus Katib Syuriyah MWCNU Adipala Kiai Nur Afandi mengatakan agar kegiatan rutinan MDS Rijalul Ansor Adipala bisa istiqomah agar amaliyah NU tetap ada dan terjaga, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi.

Kiai Nur Afandi juga mengatakan agar Ansor Banser Adipala juga bisa ikut andil dalam kegiatan kajian Aswaja MWCNU setiap Jumat Pahing di Masjid Al Hikmah yang diisi oleh Gus Anam dari Leler Randegan.

“Ansor Banser tidak hanya pengamanan ketika pengajian tapi juga ikut ngaji untuk menambah wawasan keilmuan,” pungkas beliau

Kontributor: Fathin Amamah
Editor : Khayaturrohman

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 + seven =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button