Antologi NU
Trending

6 Tingkatan Struktur Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU)

6 Tingkatan Struktur Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) terdiri dari Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU), Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (PW Fatayat NU), Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) atau Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat NU disingkat PCI di Luar Negeri, Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PAC Fatayat NU), Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PR Fatayat NU) dan Pimpinan Anak Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PAR Fatayat NU).

Fatayat Badan Otonom NU

Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) adalah sebuah organisasi pemudi (wanita muda) Islam, merupakan salah satu Badan Otonom di lingkungan organisasi/Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU). Pengertian Fatayat NU mafhum diketahui, jika ditinjau dari segi bahasa, Fatayat berasal dari bahasa arab “فَتَا ةٌ “(Fatatun) jamaknya “فَتَيَا تٌ ” (Fatayatun) yang artinya Pemudi.

Adapun ditinjau dari segi istilah, Fatayat adalah suatu organisasi masyarakat yang beranggotakan pemudi-pemudi Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah yang mempunyai kepemimpinan secara vertikal dari pengurus ranting sampai pimpinan pusat dan dibawah naungan organisasi induk yaitu “Jamiyyah Nahdlatul Ulama”.

Fatayat NU adalah organisasi yang bersifat keagamaan, kekeluargaan, sosial masyarakat dan kebangsaan di bidang Pemudi (wanita. Asas Fatayat Nahdlatul Ulama, sebagai Jam’iyah Diniyah beraqidah Islam menurut Paham Ahlussunnah wal Jamaah; dalam bidang fiqih mengikuti salah satu madzab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali; dalam bidang akidah mengikuti Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi; dan dalam bidang tasawuf mengikuti al-Ghazali dan Junaedi al-Baghdadi.

Fatayat NU Berasas Pancasila

Fatayat NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berasas pada Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mars Fatayat NU

Tujuan Fatayat NU

Tujuan Fatayat NU, membentuk perempuan muda NU yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, beramal sholeh, cakap, bertanggungjawab, berguna bagi agama, nusa, bangsa dan negara; mewujudkan kesetiaan dan rasa memiliki terhadap asas, aqidah dan tujuan Nahdlatul Ulama (NU).

Tujuan di atas bersifat umum dan berlaku bagi semua tingkatan organisasi Fatayat NU. Adapun tujuan khusus menyesuaikan program dan kegiatan yang ada dan yang dijalankan.

Baca Juga : NU, Organisasi Keagamaan & Kemasyarakatan Islam Aswaja

Struktur Organisasi Fatayat NU

Sebagaimana organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat juga memiliki 6 tingkatan struktur organisasi dari pusat hingga kelompok masyarakat. Penyebutan 6 tingkatan struktur organisasi Fatayat NU hampir mirip dengan penyebutan 6 struktur tingkatan organisasi induknya, yaitu Nahdlatul Ulama di mana ada PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU, PRNU dan PARNU.

Ke 6 (enam) struktur organisasi Fatayat NU tersebut dijelaskan secara singkat sebagai berikut;

  1. Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, berkedudukan di Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, dipimpin oleh Seorang Ketua Umum; dengan permusyawaratan tertinggi yang disebut Kongres Fatayat NU
  2. Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU, berkedudukan di Ibu Kota Propinsi di seluruh Indonesia, dipimpin oleh seorang Ketua; dengan mekanisme permusyawaratan tertinggi yang dikenal sebagai Konfrensi Wilayah (Konferwil);
  3. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU; berkedudukan di Ibu Kota Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dipimpin oleh seorang Ketua. Mekanisme permusyawaratan tertinggi tingkat Kabupaten / Kota yang disebut Konferensi Cabang (Konfercab); Struktur Organisasi Pimpinan Cabang Istimewa disingkat PCI Fatayat NU berkedudukan di Luar Negeri.
  4. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU, berkedudukan di Ibu Kota Kecamatan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dipimpin oleh seorang Ketua dan permusyawaratan tertinggi nya disebut Konferensi Anak Cabang (Konferancab);
  5. Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU, berkedudukan di Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dipimpin oleh seorang Ketua.
  6. Struktur Organisasi Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU, berkedudukan di Dusun dalam sebuah Desa/Kelurahan atau Kelompok, dipimpin oleh seorang Ketua

Ada perbedaan mendasar dalam penyebutan tingkatan strukturnya. Jika di organsasi NU menggunakan Pengurus. Maka di organisasi Badan Otonom Fatayat NU disebut dengan atau menggunakan kata Pimpinan. Demikian juga pada jenis badan otonom NU lainnya yang terkait.

Demikian 6 Tingkatan Struktur Organisasi Fatayat NU, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bersama.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button