PW Fatayat NU Jawa Tengah Luncurkan Senam Fatayat Gesit

Dalam gelaran  Rakerwil Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa tengah meluncurkan Senam Fatayat Gesit, Ahad (16/10/2022). Di Outdetrap Kota Lama Semarang, peluncuran senam Fatayat Gesit ini diikuti oleh sekitar 300 orang Kader Fatayat dari perwakilan kabupaten di seluruh Propinsi Jawa Tengah.

Rakerwil PW Fatayat NU Jawa Tengah ini digelar selama 2 hari sejak 15-16 Oktober 2022 dengan agenda utama pelantikan pengurus PW Fatayat NU Jawa Tengah masa khidmat 2022-2027. Selain pelantikan, juga digelar 5 agenda pendukung yakni Ekspo UMKM Fatayat NU se Jateng, Launching Film Sawanen, Launching Senam Fatayat, Cek Kesehatan Gratis, dan Pentas Seni budaya.

Dalam sambutannya,  Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Hj Tazkiyatun Mutmainnah mengungkap bahwa Senam Fatayat Gesit ini merupakan program kerjasama antaranya Fatayat NU dengan UNICEF.

“Jadi Senam Fatayat Gesit ini adalah salah satu produk kerjasama antara Fatayat NU dengan UNICEF. Penciptanya adalah dosen olahraga dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Jadi gerkannya sudah memenuhi standar kesehata . Adapun musiknya pengiringnya adalah aransemen yang diadaptasi dari lagu Mars Fatayat,” kata mba Iin sapaan akrabnya.

Mba Iin yang juga menjabat sebagai anggota DPRD tingkat Propinsi Jawa Tengah ini juga menyampaikan harapannya agar peserta yang hadir pada hari itu nantinya bisa mempraktekkan Senam Fatayat Gresik di tempatnya masing-masing.

“Tujuannya agar kader-kader Fatayat sehat. Selain itu juga senam ini bisa mencegah obesitas sehingga nantinya sahabat-sahabat Fatayat bisa bergerak lebih gesit mengingat Fatayat berada pada umur produktif dan sedang aktif-aktifnya  berkarya,” katanya.

Hal tersebut sesuai dengan slogan yang  angkat pada hari itu yaitu Fatayat Gesit, Gerakan Fatayat Aktif dan Produktif.

Hal senada disampaikan oleh  Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan PW Fatayat NU Jateng Dr Istikomah dalam refleksinya. Ia juga menyampaikan beberapa himbauan yang harus dilaksanakan bersamaagar gerakan antara Fatayat, pemerintah dan UNICEF bisa terlaksana yakni gerakan memajukan dan menyehatkan serempak bergerak untuk Indonesia.

Baca juga

Fatayat Peduli Isu Stunting

“Agar misi bisa berjalan maka harus serempak bekerja bersama antara Fatayat, Pemerintah, dan UNICEF. Tidak bisa kita berjalan sendiri-sendiri melainkan harus saling mendukung. Ada beberapa hal yakni imunisasi rutin dan isu stunting,” kata Dr Istiqomah.

Dr Istiqomah mengungkap bahwa isu stunting bukan hanya menjadi ranah perhatian pemerintah tetapi juga masyarakat.

“Karena stunting akan mengurangi kualitas generasi yang akan datang. Anak tidak hanya berbadan kecil tetapi juga kurang kecerdasannya,” katanya.

Ada beberapa hal untuk mengatasi isu stunting. Di antaranya adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan bergizi bagi ibu hamil dan juga tablet penambah darah. Ibu hami juga harus mengikuti kelas ibu hamil minimal 4 kali agar mendapatkan konseling seputar kehamilan. Kemudian mengikuti kelas parenting agar bisa menerapakn pola asuh yang tepat terhadap anak nantinya.

“Hal ini penting agar di kemudian hari bisa mencegah terjadinya kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap anak. Selain itu juga menghindari bahaya perlakuan buliying terhadap anak,” pungkasnya. (Naeli Rokhmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button