Kontrol Gula dan Garam Antisipasi Bahaya Penyakit Tidak Menular

NU CILACAP ONLINE – Mengontrol asupan gula dan garam bisa menjadi antisipasi terhadap bahaya terjangkit penyakit tidak menular. Kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji juga dindikasi menjadi pemicu penyakit. Maka penting sekali deteksi dini faktor resiko  penyakit tidak menular untuk melindungi orang-orang tersayang.

Ini adalah garis besar bahasan acara Penguatan Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di gedung Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Cilacap, Senin (27/11/2023).

Acara ini merupakan inisiasi Pemprov Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Hadir membuka acara, Kepala Sub Koordinator PTM Dinkes Provinsi Jawa tengah Arfian Nevi SKM DEA mengungkap bahwa secara garis besar penyebab seseorang tidak sehat ada dua, yakni penyakit menular dan penyakit tidak menular.

“Penyakit menular contonya flu, batuk, HIV Aids, covid. Sedangkan penyakit tidak menular, contoasam urat, diabetes, jantung, kanker, dan lain-lain,” jelas Afrian.

Namun ternyata akhir-akhir ini yang lebih banyak menyebabkan sakit hingga kematian adalah penyakit tidak menular. Terutama serangan jantung, struk, dll.

Artikel Terkait

“Berawal dari diabetes dan darah tinggi, kemudian terkena setruk, serangan jantung, hingga komplikasi. Maka dikatakan mencegah lebih baik dari mengobati,” ujar Afrian.

Alasannya adalah kalau penyakit menular bisa diperiksa diobati, kemudian sembuh. Tapi berbeda dengan penyakit tidak menular. Susah sembuhnya. Maka menurut Afrian, acara hari itu sangat penting sebagai pengetahuan yang bisa diterapkan bukan hanya pribadi tapi pada lingkungan.

Acara hari ini sangat penting sebagai ikhtiar. Kita tidak hanya untuk diri sendiri tapi bisa sharing kepada suami, keluarga suami dan lingkungan,” sambungnya.

Baca juga Rekomendasi Kemenag Tentang Virus Corona

Kontrol Asupan Gula dan Garam

Hadir sebagai pemateri, anggota DPRD Jawa Tengah Siti Rosidah mengatakan penyakit tidak menular diakibatkan oleh perilaku hidup. Contohnya kolesterol yang dipicu makanan berminyak.

“Ternyata makanan berminyak bisa menjadi pemicu kolesterol. Padahal kita orang Indonesia paling suka makan gorengan,” ujar Kak Ros sapannya.

Di samping waspada terhadap makanan berminyak, Kak Ros juga mengingatkan untuk mengontrol asupan gula dan garam.

“Usia di atas 40 dan 50 sudah harus mengontrol konsumsi gula dan garam. Gula adalah racun yang manis. Maka harus membatasi asupan gula yang masuk tubuh. Begitu juga dengan garam. Ini juga dibatasi,” sambung Kak Ros.

Selain itu, awasi pula kebiasaan anak-anak sekarang yang cenderung suka makanan-makanan cepat saji.

“Perhatikan kebiasaan anak-anak kita yang suka makan makanan jungfood. Ini adalah perilaku yang tidak berlaku pada nenek moyang kita. Makanya orang jaman dulu sehat-sehat,” katanya.

Baca juga Ini Panduan Penyelenggaraan PTM Terbatas di Madrasah dan Pesantren

Tantangan Pembangunan Kesehatan

Sementara pemateri kedua kepala Sub Koordinator PTM Dinkes Cilacap Deni Gunawan menjelaskan definisi penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang. Perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu  yang panjang (kronis)

Deni membeberkan tantangan membangun kesehatan. “Ada tiga tantangan pembangunan kesehatan. Pertama Kemajuan teknologi industrialisasi globalisasi. Kedua kurang bergerak dan kurang waktu berolahraga, dan ketiga pola makan yang tidak sehat dan berlebihan,” kata Deni.

Baca juga UNUGHA Vaksinasi Mahasiswa-Karyawan Persiapan PTM

Deni menyebut bahwa setiap setiap detik terjadi kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular. Deni juga menyebut bahwa PTM bertanggung jawab pada  71 persen angka kematian. Lebih mengerikan lagi setiap tahunnya sebanyak 15 juta orang di duni sengsara akibat penyakit tidak menular. (Naeli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button