Esai Opini Wawasan

Kiai Bisri Syansuri, Ulama Inspiratif Dan Pejuang NKRI

Kiai Bisri Syansuri Salah Satu Pendiri NU Dan Pendiri Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang. Kiprah Kiai Adik Ipar KH Wahab Hasbullah Ini Turut Serta Berjuang Menjaga NKRI. Banyak Inspirasi Yang Menjadi Teladan Bagi Generasi Saat Ini. Berikut Wawancara dengan KH Abdussalam Shohib, Cucu Mbah Bisri Syansuri.

Apa pesan keseharian Kiai Bisri yang masih relevan untuk saat ini?

Kami merasakan keteladanan keistiqomahan Mbah Bisri. Mbah Bisri ini sosok yang normatif, kegiatannya monoton tapi sangat istiqomah, terutama hal-hal yang prinsip seperti jamaah, ngaji, mengajar. Itu sangat luar biasa istiqomah. Bahkan sampai hal-hal yaumiyah atau rutinitas seperti makan. Mbah Bisri kalau makan pagi pukul 11 siang, dan apa yang dimakan ya seperti itu. Semua berjalan dengan disiplin dan tepat waktu. Itu yang terus meneladani kita semua, meski sangat berat di era saat ini.

Adakah teladan Kial Bisri yang relevan untuk saat ini?

Ini yang sangat penting, Mbah Bisri itu mempunyai jiwa khodim atau pelayan pada siapapun, termasuk pada Kiai Hasyim Asy’ari guru dan juga besannya. Pada Kiai Wahab meskipun secara usia lebih tua, Mbah Bisri yang merupakan sebagai temannya di pondok dan juga kakak iparnya. Dan pada siapaun selalu melayani. Dalam eksklopedi NU, Gus Dur menceritakan bahwa pada zaman Rais Akbar Kiai Hasyim Asy’ari, ketika ada rapat di Surabaya yang menyiapkan teknisnya adalah Mbah Wahab, tapi yang mengkomunikasikan Mbah Bisri

Maksudnya?

Jiwa sebagai khodim atau melayani itu termasuk kepada Mbah Wahab, meskipun banyak cerita yang kerap kali kita dengar bahwa Mbah Wahab dengan Mbah Bisri ini selalu berbeda pendapat, atau sudut pandang yang berbeda. Sama sekali tidak melunturkan masa khidmat dan pengabdiannya kepada Mbah Wahab.

Bagaimana ketika Mbah Wahab dengan Mbah Bisri berdebat sampai mukul-mukul meja dalam bermusyawarah ketika memutuskan hukum atau keputusan organisasi, tapi setelah itu beliau berdua rebutan saling melayani, seperti menimba air untuk wudhu, mengambilkan makan dlsb. Ketika ngimami saling mempersilahkan, ini sebuah contoh yang sangat luar biasa.

Kalau puncak pelayanan Kiai Bisri kepada Kiai Wahab seperti apa yang Anda lihat?

Puncak pelayanan dan kebesaran hati Mbah Bisri itu, ketika Mbah Bisri dipilih oleh muktamirin pada muktamar NU Ke-24 di Bandung 1967. muktamirin sepakat menetapkan sebagai Rais Am, karena kondisi kesehatannya Mbah Wahab banyak berkurang. Sebelum ditetapkan, Mbah Bisri di atas podium dengan tegas menolak itu. Selama masih ada Mbah Wahab saya masih mau menjadi wakilnya.

Apa maknanya Gus?

Ini ada dua makna. Satu karena tawaddu, itu sebagai jiwa khidmat, bentuk melayani. Makanya Mbah Bisri sangat sedikit dokumentasinya, karena memang Mbah Bisri tidak suka dipublis. Itulah karakter atau sosok yang mencermikan jiwa pelayan. Baik pada guru, teman dan masyarakat Itulah Mbah Bisri yang selalu membatasi dirinya untuk dipublis.

Bagaimana dengan foto-foto yang beredar, itu foto atau lukisan Gus?

Kalau gambar yang menghadap kamera itu bukan foto, tapi lukisan Tidak ada foto Mbah Bisri yang menghadap kamera, semuanya candid jarang foto sendirian. Mbah Bisri agak menutup diri untuk dipublis.

Apa buktinya Gus?

Buktinya adalah tidak ada yang tahu kalau Mbah Bisri pernah menjadi kepala kantor MBO (Markas Besar Oelama) Jawa Timur yang posisi kantornya berada di belakang pabrik paku Waru Sidoarjo. Dalam buku biografi Mbah Bisri yang ditulis Gus Dur, tidak menyebutkan Kiai Bisri Syansuri pernah menjadi kepala kantor MBO. Baru-baru ini setelah ditemukan dokumen yang menjelaskan itu. Dan fakta itu baru terbuka. Karena Mbah Bisri tidak pernah cerita kepada keluarga termasuk anak-anaknya. Itulah karakter pelayan atau khodim Mbah Bisri.

Tapi Mbah Bisri inikan seorang politisi?

Itulah kekuatan karakter Mbah Bisri sebagai pelayan, dan khodimul ummah yang tidak bisa dikalahkan oleh kedudukan dan jabatannya. Pada waktu itu, Mbah Bisri menduduki pimpinan tertinggi di NU, yaitu sebagai Rais Am PBNU dan Majelis Pertimbangan PPP, mestinya sebagai seorang politisi pasti banyak dokumentasinya karena sering diekspos oleh media.

Apakah karena kekuatan karakter itu, sehingga Mbah Bisri jarang diekspos?

Ya. Itulah karakter Mbah Bisri; dalam tasawuf-nya disebut khumul menutup diri. Karena jiwa pengabdiannya besar sehingga membentuk karakter seperti itu. yang penting menurut Mbah Bisri bisa melayani dan bisa mengabdi itu merupakan kepuasan yang dirasakan.

Kalau kecintaan Kiai Bisri semasa hidupnya Gus?

Mbah Bisri itu pecinta fikih sepanjang hidup, fikih itu menjadi jalan hidupnya dalam semua hal, dalam pergaulan, mengajar, bermuasyarah dengan masyarakat, termasuk dalam berpolitik. Dan fikih Mbah Bisri ini bukan untuk mencari keringanan hukum, tapi fikih wirai atau untuk berhati-hati dalam menentukan hukum. Keluasan fikih Mbah Bisri itu digunakan untuk mengambil hukum berhati-hati, walaupun ketika menyikapi hukum di masyarakat lebih lentur.

Dalam banyak hal, karena kekokohannya dalam bersikap selalu berbeda pandangan dengan Mbah Wahab, kalau Mbah Wahab pola berfikirnya sangat memperhatikan fakta yang terjadi di masyarakat. Lebih pada spikologi umat.

Kenapa Kiai Bisri begitu kokoh dalam fikih?

Ada beberapa cerita di antaranya adalah Mbah Bisri mengatakan, masyarakat awam itu sering sembrono, kalau dikasih hukum yang ringan malah semakin sembrono, kalau dikasih hukum yang berat, ketika tidak bisa melakukan, maka masih ada solusinya. Sembrononya itu masih benar ketika diberi hukum yang berat. Itu prinsip Mbah Bisri.

Kiai Bisri Syansuri, Ulama Inspiratif Dan Pejuang NKRI

Karena Mbah Bisri itu berpegangan pada madzab Imam Syafi’i, fikihnya Imam Syafi’i, ushulnya Imam Syafi’i salah satu pedoman Imam Syafi’i itukan al Ihtiyath atau hati-hati, itu diamalkan untuk dirinya dan untuk keluarganya.

Adakah contoh perbedaan antara Kiai Bisri dengan Kiai Wahab?

Waktu itu Soekarno Presiden RI pertama ingin membubarkan DPR, dan membuat baru DPR tanpa pemilu artinya ditunjuk Bung Karno. NU ditawari masuk ke DPR buatan Bung Karno itu. Mbah Wahab berpendapat mau diakomodir di sana, mungkin Mbah Wahab mempunyai pertimbangan akhofu dhararain mengambil yang paling ringan resikonya. Karena masuk juga salah, tidak sesuai dengan prosedur tanpa pemilu. Kalau tidak masuk, akan bahaya bagi NU dan umat Islam, kalau di dalam itu ada apa-apa NU ketinggalan informasi atau ditinggal. NU tidak bisa berjuang di dalam. Kalau dalam bahasa praktisnya Mbah Wahab itu yang penting masuk dulu, perkara nanti tidak cocok ya keluar, kalau masuk tengah jalan sulit.

Kalau pandangan Kiai Bisri?

Mbah Bisri kekeh tidak mau masuk dengan pertimbangan fikih. Sebab di DPR itu harus dipilih oleh rakyat, yang berhak menempati kantor dan digaji adalah DPR yang dipilih oleh rakyat. Berarti orang yang ditunjuk ini ghasab, mengambil haknya orang lain. Karena ini ghasab, Mbah Bisri menolak, apapun alasannya tidak boleh dilakukan. Walaupun akhirnya, Mbah Bisri boleh beda pendapat setajam apapun, tapi ketaatannya lahir batin ketika sudah menjadi keputusan organisasi. Inilah jiwa khidmat Mbah Bisri.

Karena saking kerasnya, Mhah Wahab meloby Mbah Bisri secara personal. Mbah Bisri diundang makan malam di Tambak Beras masakan Mbah Wahab. Mbah Wahab ini pintar masak. Ketika memulai makan, Mbali Bisri mengatakan Mbah masakan jenengan memang enak tapi soal urusan DPR saya tetap tidak setuju. Mbah Bisri tahu kalau Mbah Wahab ini ahli loby sehingga didahului sama Mbah Bisri.

Apakah kemudian Kiai Bisri Syansuri melakukan perlawanan?

Tidak. Ketika sudah diputuskan di Jakarta, Mbah Bisri tidak melakukan perlawanan, melakukan mufarroqoh apalagi melakukan gerakan penolakan di dalam, tidak. Bahkan putrinya sendiri, yaitu ibunya Gus Dur tidak dilarang masuk ke dalam dan dipersilahkan masuk. Ketika sudah menjadi keputusan organisasi, Mbah Bisri selalu taat.

Apakah di saat Kiai Bisri menjadi Rais Am atau pasca meninggalnya Kial Wahab cara berfikirnya berubah?

Ya. Berbeda cara mengambil keputusannya. Mbah Bisri Syansuri lebih bijaksana setelah wafatnya Mbah Wahab. Mungkin Mbah Bisri melihat sosok Mbah Wahab sebagai seorang kreator, seorang politisi yang mungkin dari sisi fikih sedikit nyerempet dan itu akan berbahaya. Makanya Mbah Bisri memosisikan diri sebagai remnya, Makanya Mbah Bisri agak keras. Mbah Bisri juga mengayomi sebab Mbah Bisri pemimpin tertinggi harus ada kebijaksanaan.

Lalu dimana peran Kiai Bisri dalam berbangsa dan bernegara?

Pancasila. Ya Mbah Bisri sebelum wafat mengatakan soal pancasila. Jauh sebelum NU menerima azas tunggal pancasila di Muktamar Situbondo 1984, Mbah Bisri Syansuri meninggal 1980. Sekarang saya sudah tahu pancasila, maka barang siapa yang tidak suka pancasila atau melawan pancasila sama dengan melawan atau tidak suka dengan saya. Kalimat itu mungkin asal usul NU mau menerima Asas Tungal Pancasila. Itu kemudian menjadi pedoman.

Kenapa Kiat Bisri menyatakan hal itu gus?

Pada waktu itu kondisinya hampir sama seperti saat ini tapi konteksnya berbeda. Jadi pada saat itu, ada DI/TIL Masyumi dlsb yang melakukan pemberontakan dengan menggunakan sentimen agama. Kondisinya hampir sama dengan saat ini, pancasila bentuk negara dianggap tidak sesuai dengan syariah. Sehingga harus diubah dasar negaranya, Mbah Bisri merespon itu dengan menyatakan melawan pancasila berarti melawan saya, waktu itu Mbah Bisri Syansuri posisinya sebagai Rais Aam PBNU, itu artinya melawan NU. Itulah ketegasan Mbah Bisri.

Sentimen agama ini menguat salah satu strategi orde baru untuk memecah belah umat Islam, makanya situasi saat ini hampir mirip dengan awal-awal orde baru. Bagaimana politisi memanfaatkan dalil-dalil agama untuk memuaskan hasrat politisnya, mereka tidak memikirkan dampaknya terhadap negara. Bagi mereka itu tidak penting yang penting adalah mendapatkan kekuasaan.

Selain Pancasila apa kontribusi pemikiran Kiai Bisri Syansuri, gus?

Program keluarga berencana (KB) yang digagas orde baru kala itu, Mbah Bisri ini adalah ulama yang pertama mengawal dan menyetujui KB. Kala itu KB sangat kontroversi apalagi di daerah Madura. Kenapa Mbah Bisri menyetujul ini dan cukup bertolak belakang pada sejarah pemikiran Mbah Bisri sebelumnya. Sebenarnya sangat sulit Mbah Bisri menerima KB.

Kenapa Mboh Bisri menolak tapi menerima program itu?

Karena KB ini kalau dikembalikan pada literatur filih, memang boleh tapi qout yang dhoif. Di fikih sendiri, KB masih kontroversi. Tapi Mhah Bisri malah menerima dan menyetujui itu. Semua ulama agak sok ketika Mah Bisri menerima KB. Sebab waktu itu, KB dirumorkan Pak Harto anti Islam dan ingin memotong generasi kiai. Anaknya kiai dibatasi. Itulah isu yang dihembuskan di bawah. Tapi Mbah Bisri tetap menerima dan mengawal KB.

Kenapa bisa berubah cara berfikirnya Kiai Bisri?

Mbah Bisri berfikir tentang kemaslahatan umat dan pemerintah sudah mempresentasikan tujuan subtansinya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan dlsb. Biasanya hukum yang standar Mbah Bisri tidak setuju. Karena melihat itu semua Mbah Bisri setuju.

Apakah itu cara Kiai Bisri Syansuri tunduk dengan pemerintah kala itu?

Tidak. Mbah Bisri itu pemberani, tapi tidak keluar dari koridor. Salah satu contoh Mbah Bisri melawan pemerintah, tatkala fusi PPP tahun 1971. Pak Harto menolak lambang ka’bah yang digunakan PPP. Lambang ka’bah itu hasil istikhorohnya Mbah Bisri Syansuri. Diajukan ke pemerintah gambar kabah ditolak, karena menganggap bisa terjadi sentimen agama. Ka’bah inikan menunjukkan lambang keagamaan yang kuat. Dengan tegas Mbah Bisri menolak Untuk menyikapi itu, Pak Harto mengutus utusannya untuk berbicara dengan Mbah Bisri Mbah Bisri mengatakan kalau tanda ka’bah tidak disetujui pemerintah, NU dan PPP tidak akan ikut fusi.

Pak Harto dengan kekuasaan kala itu menekan Mbah Bisri, ditolak dengan tegak dan tegas tanpa ragu, Mbah Bisri memengang prinsipnya. Dan tahun 1971 itu kondisinya sangat mencekam, para kiai diintimidasi dengan kekuatan ABRI-nya.

Apa benar undang-undang Perkawinan yang hingga saat ini masih berlaku karya dari Kiai Bisri?

Ya. Undang-Undang perkawinan atau pernikahan 1974 yang dipakal sampai sekarang itu, hasil musyawarahnya Mbah Bisri dengan para kiai di Jawa Timur. Ada undang-undang yang diajukan pemerintah ke DPR itu sudah disetujui dua pertiga anggota dewan, sebenarnya itu sudah bisa digedok, tapi Mbah Bisri bersama anggota PPP walk out. Akhirnya tidak berani disahkan. Lalu Mbah Bisri buat undang-undang pernikahan berdasarkan fikih disampaikan ke DPR dan disetujui.

Padahal quorum sudah bisa mengesahkan undang-undang itu, apalagi di votting jelas kalah, karena kharisma Mbah Bisri mereka menunggu pendapat Mbah Bisri. Inilah keberanian Mbah Bisri, di zaman orde baru walk out inikan luar biasa. Sehingga Pak Harto sendiri mikir. Itulah yang patut ditanamkan pada generasi kita

Lantas sejauh mana persiapan naskah akademik pengajuan gelar pahlawan Kiai Bisri Syansuri ?

Mbah Bisri secara nyata memiliki peran penting dalam mewujudkan dan mempertahankan Kemerdekaan. Republik Indonesia, dengan keterlibatannya mengangkat senjata ditandai dengan menjadi kepala staf kantor Markas Besar Oelama Djawa Timur (MBODT), Dokumen itu baru ditemukan beberapa bulan lalu. Soal dokumen Mbah Bisri sangat sedikit sekali. Selain itu Mbah Bisri bergabung dengan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mewakili Masyumi.

Apa pesan Kiai Bisri ketika meninggalkan pesantren untuk bertugas di Jakarta sebagai anggota DPR?

Almarhum Kiai Akhwan alumni sepuh baru wafat 3 tahun lalu, kiai Akhwan bercerita waktu pertemuan alumni. Dulu Mbah Bisri Syansuri ketika mau berangkat tugas ke Jakarta, semua santri dikumpulkan di masjid bersama Kiai Ahmad putra pertama Mbah Bisri. Saya mau tugas ke Jakarta, tugas saya ke Jakarta untuk memperjuangkan santri dan Nahdlatul Ulama, saya ke Jakarta bukan kerja dan bukan nyanri uang. Untuk kegiatan di pondok saya serahkan ke Kiai Ahmad dan dibantu Kiai Azis. (Rofie Boenawi)

Wawancara dengan KH Abdussalam Shohib, Cucu KH Bisri Syansuri dinukil dari Majalah Nahdlatul Ulama, AULA, No. 20/Tahun XLII/Februari 2020

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button