Berita

Tingkatkan Siaga Bencana, Bagana Cilacap Gelar Pelatihan Gabungan

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan Banser dalam menanggulangi bencana di wilayahnya, Bagana Kabupaten  Cilacap menggelar pelatihan gabungan tanggap darurat bencana, Minggu (14/02/21)

Kegiatan latihan gabungan Banser ini bertujuan untuk melatih serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana ataupun potensi bahaya. Pelatihan dilaksanakan di Lapangan tembak yang terletak di Desa Welahan Wetan Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.

Hadir dalam acara, Pembina Ansor Banser Kabupaten Cilacap Aid Mustaqim, Satkorcab Banser Cilacap Hadi Mustofa,Satkoryon banser di wilayah sekitar, serta anggota banser setempat.

Ketua Panitia Penyelenggara, Wahyudin Hawe menuturkan  bahwa kegiatan tersebut  diikuti oleh Banser Korwil I.   Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan tentang beberapa prosedur penanggulangan bencana.

“Kegiatan ini diikuti oleh anggota BAGANA Korwil 1 yang terdiri dari Kecamatan  Sampang, Maos, Adipala, Kroya, Binangun, dan Nusawungu. Dalam kegiatan tersebut disampaikan tentang manajemen penanggulangan bencana, prosedur penyelamatan air (water rescue) pada laka laut, serta pengisian asasment darurat bencana”, jelasnya.

Baca Juga : Banser Cilacap Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana

Satkorcab Banser Cilacap Hadi Mustofa menuturkan pentingnya Water rescue mengingat potensi wisata Cilacap  yang notabene didominasi oleh wisata kelautan dan saat ini mulai dilirik oleh wisatawan baik local maupun asing.

“Water rescue ini sangat diperlukan di Cilacap ke depannya.  Karena  saat ini potensi wisata laut di Kabupaten Cilacap mulai dilirik oleh wisatawan lokal maupun asing. Hal ini tidak lepas dari peran  media sosial dan media masa”, jelasnya.

Latihan Gabungan Bagana Cilacap
Latihan Gabungan Bagana Cilacap menekankan Prosedur Water Rescue pada Laka Laut

Menurut Hadi Mustofa, tingginya potensi wisata laut akan diikuti dengan tingginya mobilitas di sektor wisata ini. Hal ini dinilai berpotensi  pada meningkatnya kecelakaan di laut. Disamping itu,  laka laut juga dimungkinkan menimpa nelayan maupun penduduk setempat.

Disampaikan juga dalam pelatihan gabungan tersebut tentang tata cara pengisian form assesmen terdampak bencana untuk masyarakat pada daerah non-pesisir. Pengisian  form assesmen sangat diperlukan oleh pemerintah baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.  Karena hanya melalui form ini pemerintah dapat mengetahui kejadian, kronologis, serta kerugian atau dampak yang ditimbulkan oleh suatu bencana.

“Mengingat wilayah Cilacap selain berada pada zona rawan tsunami, juga merupakan wilayah yang rawan longsor dan banjir.  Dengan diadakannya kegiatan pelatihan tanggap darurat bencana ini, maka diharapkan setiap lapisan masyarakat baik relawan, organisasi, maupun pemerintah setempat dapat memahami serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya masing-masing, guna mewujudkan Kabupaten Cilacap tangguh bencana. Semoga dengan kegiatan ini, akan meningkatkan dalam pelayanan terhadap masyarakat”, pungkasnya.

Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five + sixteen =

Back to top button