Mahasiswa BK Unugha Gelar Psikoedukasi Bullying Berbasis Konseling Keluarga

NU CILACAP ONLINE – Mengusung tema ‘Play, Pause, Talk: Voice Your Story – Bullying, Aku, dan Keluargaku’, Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap melaksanakan kegiatan psikoedukasi bullying berbasis konseling keluarga metode role play bagi remaja awal.
Psikoedukasi berlangsung di Aula PPTQ Darul Kamal pada Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena bullying pada remaja awal yang tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis individu, tetapi juga memengaruhi kualitas relasi dalam keluarga.
Pada fase perkembangan ini, remaja berada dalam tahap pencarian jati diri, peningkatan sensitivitas emosional, serta kebutuhan tinggi akan penerimaan sosial.
Ketika mengalami perundungan, remaja kerap mengalami kesulitan mengekspresikan perasaan, penurunan kepercayaan diri, hingga hambatan dalam membangun komunikasi terbuka dengan orang tua.
Melalui kegiatan psikoedukasi ini, mahasiswa membekali peserta dengan pemahaman mengenai bullying serta pentingnya peran keluarga sebagai sistem pendukung utama. Baca juga Mahasiswa UNUGHA Cilacap Gelar Psikoedukasi di PKBM Annisa.
Materi yang disampaikan meliputi bentuk-bentuk bullying, dampak psikososial, serta peran komunikasi, empati, dan dukungan keluarga dalam proses pemulihan. Baca juga media Digital Pen
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Play, Pause, Talk. Pada tahap Play, peserta menyaksikan video edukatif dalmenerima pemaparan materi singkat.
Taap Pause diarahkan pada refleksi personal untuk membantu peserta mengenali emosi dan pengalaman yang pernah dialami.
Selanjutnya, pada tahap Talk, peserta mengikuti konseling kelompok dan kegiatan role play yang menggambarkan situasi bullying beserta respons sehat dari korban, pelaku, dan anggota keluarga.
Melalui role play, remaja awal dilatih memahami sudut pandang berbagai pihak, mengembangkan empati, serta mempraktikkan keterampilan komunikasi asertif.
Kegiatan ini membantu peserta menyadari bahwa setiap peran dalam situasi bullying memiliki dampak emosional, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan.
Dalam keseluruhan proses, mahasiswa menjunjung tinggi prinsip etika konseling keluarga, seperti kerahasiaan, sikap non-judgmental, empati, serta penghargaan terhadap pengalaman subjektif peserta.
Remaja diberikan ruang untuk berpartisipasi secara sukarela tanpa tekanan, sehingga tercipta suasana yang aman dan suportif.
Kegiatan ini diikuti oleh remaja awal PPTQ Darul Kamal dengan antusiasme tinggi.
Peserta menunjukkan peningkatan keberanian dalam mengekspresikan perasaan, pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran keluarga, serta kesadaran akan pentingnya relasi yang sehat dalam menghadapi permasalahan sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNUGHA Cilacap diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik dan profesional sebagai calon konselor keluarga yang berintegritas, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam upaya pencegahan bullying melalui pendekatan konseling keluarga yang edukatif dan berkelanjutan.





