Mahasiswa BK Unugha Gelar Psikoedukasi di PKBM Annisa

NU CILACAP ONLINE – Mengangkat tema Self-Compassion: Kunci Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja, mahasiswa Unugha Cilacap program studi Bimbingan Konseling gelar Psikoedukasi.
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) semester 5, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), melaksanakan kegiatan psikoedukasi di PKBM Annisa Cilacap (13/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi praktik lapangan dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Non Formal.
Psikoedukasi yang mengusung tema Self Compassion ini diikuti oleh 20 siswa SMP kelas VII, VIII, dan IX.
Kegiatan diselenggarakan oleh mahasiswa BK semester 5 FKIP UNUGHA Cilacap yang terdiri dari Safinatun Najah, Dwi Meilasari, Wafiq Nur Azizah, Rahma Layda Sarah Sabrina, dan Agristy Ainun Azizah.
Salah satu mahasiswa Safinatun Najah mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali, menerima, serta bersikap lebih peduli terhadap diri sendiri. “Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun permasalahan pribadi yang sering dialami remaja,” kata Safinah.
Pemilihan PKBM Annisa Cilacap sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada perannya sebagai satuan pendidikan non formal yang memiliki fungsi strategis dalam memberikan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep Pendidikan Non Formal secara langsung, terutama dalam memberikan layanan edukatif yang berorientasi pada pengembangan diri serta pencegahan masalah psikososial pada peserta didik,” terang Safinah. Baca juga Mahasiswa BK Unugha Lakukan Kunjungan Edukasi ke Panti Asuhan Darul Hadlonah
Self Compassion
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta meningkatkan fokus dan kesiapan siswa sebelum memasuki materi inti.
Aktivitas ringan dan interaktif tersebut membuat siswa terlihat lebih rileks, antusias, dan aktif berpartisipasi sejak awal kegiatan. Baca juga Balai Perempuan Annisa Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal
Selanjutnya, mahasiswa BK menyampaikan materi psikoedukasi tentang self compassion dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa SMP.
Dalam sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya bersikap baik kepada diri sendiri, tidak menyalahkan diri secara berlebihan ketika melakukan kesalahan, serta menerima kekurangan sebagai bagian dari proses tumbuh dan belajar.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan yang mengangkat berbagai situasi yang sering dialami remaja, seperti kesulitan belajar, rasa minder, tekanan lingkungan, serta kegagalan dalam mencapai target tertentu.
Diskusi ini membantu siswa mengaitkan konsep self compassion dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kartu refleksi sebagai media pendukung pembelajaran.
Melalui kartu refleksi, siswa diminta menuliskan perasaan yang seringk dirasakan, pengalaman yang membuat kurang percaya diri, serta kelebihan dan hal-hal positif yang dimiliki.
Sesi ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan secara lebih terbuka dan personal.
“Penggunaan kartu refleksi dinilai efektif dalam konteks pendidikan non formal karena mampu melatih kesadaran diri (self-awareness) dan membantu siswa mengenali kondisi emosionalnya,” terang Safinah.
Mahasiswa BK juga memberikan penguatan dan apresiasi terhadap setiap refleksi yang disampaikan agar siswa merasa dihargai dan didukung.
Untuk menjaga semangat dan meningkatkan partisipasi aktif, kegiatan ditutup dengan game interaktif berhadiah sebagai sarana penguatan materi.
Siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti permainan hingga akhir kegiatan.
Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari siswa PKBM Annisa Cilacap.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BK FKIP UNUGHA Cilacap berharap siswa mampu menerapkan nilai-nilai self compassion dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam proses belajar maupun interaksi sosial.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional, sesuai dengan tujuan mata kuliah Pendidikan Non Formal serta peran mahasiswa sebagai calon pendidik dan konselor di masyarakat.





