Sampah Jadi Berkah; KKN Unugha Latih Warga Slarang Budidaya Magot

NU CILACAP ONLINE – Sampah yang dipandang tidak berguna nyatanya bisa menjadi sesuatu yang bernilai guna. Mengusung misi kepedulian lingkungan (hifdzul bi’ah), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) mengubah sampah jadi berkah dengan pelatihan pemilahan sampah dan budidaya magot.

Persoalan sampah rumah tangga yang kerap menjadi masalah lingkungan hidup mendapat perhatian serius dari mahasiswa KKN UNUGHA Cilacap. Melalui Kelompok 7 DR, mahasiswa UNUGHA berkolaborasi dengan pemuda-pemudi Desa Slarang menggelar pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pemilahan sampah pada Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah RT 05/RW 12 Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap ini mengusung misi kepedulian lingkungan (hifdhul bi’ah) sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Heny Kristiana Rahmawati, para mahasiswa memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari dapur atau rumah tangga—l mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah residu. Baca KKN Unugha di Karangrena, Mahasiswa UNUGHA Cilacap Pilah Sampah

Ketua KKN UNUGHA Kelompok 7 DR, Mohamad Hamdani, menyampaikan bahwa budaya menjaga kebersihan dan mengelola lingkungan merupakan cerminan dari nilai-nilai ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Baca juga Bank Sampah Resik Harjo Ubah Sampah Jadi Rupiah

“Pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga. Dengan memilah sampah organik secara terpisah, kita tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan yang jauh lebih bernilai dan membawa keberkahan bagi lingkungan,” ujar Mohamad Hamdani. Baca juga Biokonservasi Bank Sampah Al Ihya Ubah Sampah Jadi Rupiah 

Ubah Sampah Jadi Berkah

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak praktik langsung membudidayakan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly). Larva ini terbukti sangat efektif dan cepat dalam mengurai sisa-sisa makanan serta limbah organik dapur.

Selain menyelesaikan masalah penumpukan sampah organik, budidaya maggot BSF ini juga bernilai ekonomi tinggi. Hasil panen maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif kaya protein untuk ternak, unggas, maupun ikan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kaleng dispesifikasikan untuk didaur ulang melalui sistem bank sampah desa.

Sinergi Pemuda dan Akademisi Nahdliyin

Gerakan ramah lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari pemuda setempat. Pambudi, selaku Ketua Pemuda Desa Slarang, mengapresiasi langkah nyata yang diinisiasi oleh para mahasiswa kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak masyarakat. Kolaborasi dengan mahasiswa KKN UNUGHA ini menjadi titik awal bagi kami untuk membangun kesadaran kolektif warga RT 05/RW 12 agar konsisten memilah sampah dan mengembangkan potensi budidaya maggot secara bertahap,” tegas Pambudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button