Tingkatkan Kualitas, KBIHU NU Cilacap Perkuat Tata Kelola Digital

NU CILACAP ONLINE – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) NU Cilacap kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada umat. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan “Pernyataan Mutu Tata Kelola Kelembagaan KBIHU NU Cilacap Tahun 2026” yang digelar di Hotel Gran Mutiara, Pangandaran, pada Sabtu (12/9/2026).
Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cilacap, H Paiman Sahlan. Dalam sambutannya, H Paiman menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang tinggi atas capaian KBIHU NU Cilacap, yang saat ini berhasil mencatatkan diri sebagai penyumbang jamaah haji terbanyak secara nasional di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“Tata kelola KBIHU NU Cilacap sangat transparan dan maju. Sistem aplikasi digital yang terkelola dengan rapi ini rencananya bahkan akan diangkat untuk diterapkan di tingkat nasional. Ini adalah bentuk nyata dari Mas’uliyah Umatiyah (tanggung jawab keumatan) organisasi kita dalam bentuk Khidmatul Ummah atau melayani umat,” tegas H Paiman.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya prinsip Itqon (profesional, tepat, dan tuntas) dalam bekerja. KBIHU NU Cilacap dinilai telah membuktikan hal tersebut dengan menyusun 20 Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sangat mendetail, sebuah pencapaian yang disebutnya melebihi rata-rata instansi kedinasan.
Meski demikian, H Paiman juga memberikan catatan terkait Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mendorong diadakannya bimbingan belajar bagi staf pengelola aplikasi pendaftaran dan perlunya pemenuhan target pembimbing haji bersertifikat resmi, yang saat ini baru mencapai 5 orang dari target 34 orang. Baca juga Tata Kelola KBIH NU Cilacap Untuk Meningkatkan Layanan
Arahan Kementerian Haji dan Umrah
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, H Banu Tolib. Dalam arahannya, dia menyampaikan sejumlah kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan haji.
Salah satu yang ditekankan adalah penyeragaman pakaian formal (branding) untuk acara resmi pelepasan haji berupa sarung batik, kemeja putih, berdasi, berjas, dan berpeci.
Pada kesempatan itu KBIHU NU diinstruksikan untuk memelopori adopsi seragam ini agar selaras dengan identitas lembaga.
Lebih lanjut H Banu Tolib menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan tanggal 8 September sebagai “Hari Khidmah Haji”. Untuk ini Kepala Kantor mengajak semua pihak yg bergerak dg layanan Haji termasuk KBIHU untuk ikut bersama sama merasa memiliki hari jadi Kemenhaj dengan branding HARI KHIDMAT HAJI DAN UMRAH RI.
Terkait pelaksanaan ibadah, Kemenhaj kini mewajibkan pelaksanaan ibadah Tarwiyah diikuti minimal oleh 50% jamaah dari masing-masing KBIHU, dengan prioritas jamaah berusia muda.
H Banu juga memaparkan makin terintegrasinya sistem pendaftaran digital Siskohat, di mana jamaah yang terafiliasi dengan KBIHU NU akan langsung terkunci di sistem sehingga aman dari manipulasi.
”Untuk pembayaran DAM jamaah , kini disetorkan secara mandiri langsung melalui bank dengan nominal sekitar Rp3.500.000,” imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi lolosnya beberapa perwakilan KBIHU NU Cilacap dalam seleksi petugas akomodasi dan transportasi.
Komitmen KBIHU NU Jaga “Trust” dan Taat Fikih
Sementara itu, Ketua KBIHU NU Cilacap, KH Labiburrohman, dalam laporannya merangkum poin-poin penting dari hasil rapat KBIHU. Ia menegaskan bahwa penerapan SOP sangat krusial untuk meningkatkan kepercayaan (trust) jamaah yang saat ini sudah sangat baik.
Kiai Labib juga menyoroti pentingnya transformasi digital hingga ke tingkat ranting guna mengurangi beban administrasi manual, meningkatkan akurasi data, dan memastikan pengambilan keputusan didasarkan pada fakta.
Terkait kebijakan pembayaran Dam dan Badal Haji, KH Labiburrohman menegaskan bahwa KBIHU NU Cilacap tidak akan mengambil keputusan secara sepihak.
”Mengingat patokan biaya DAM dari pemerintah cukup tinggi, berkisar Rp3.500.000 hingga Rp4.000.000, kami akan meminta panduan, rekomendasi, dan fatwa resmi dari jajaran Syuriyah maupun Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Cilacap agar tata cara fikih dan penyesuaian biayanya tepat dan maslahat bagi jamaah ,” pungkasnya.
Rangkaian pembukaan acara ini ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh khidmat pengurus KBIHU NU Cilacap bernilai ibadah dan menjadi bekal amal di akhirat kelak. (Naeli Rokhmah)