Jadi Raksasa Penghimpunan Koin NU di Cilacap, Inilah Profil UPZIS MWCNU Kesugihan

NU CILACAP ONLINE – Menyebut UPZIS MWCNU Kesugihan, Kabupaten Cilacap, tak lepas dari predikat “UPZIS Tergemuk” di tingkat pengurus majelis wakil cabang. Julukan ini bukan sekadar istilah, melainkan cerminan dari kekuatan jaringan, kerapian tata kelola, dan besarnya kepercayaan (public trust) masyarakat yang berhasil terbangun sejak dirintis pada tahun 2018.
Predikat tersebut makin teruji dalam ajang LAZISNU Award yang digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi UPZIS MWCNU se-Kabupaten Cilacap di Hotel Aston Cilacap, Ahad (27/9/2026). Dalam perhelatan itu, UPZIS MWCNU Kesugihan dinobatkan sebagai UPZIS dengan perolehan Koin NU tertinggi se-Kabupaten Cilacap.
Mesin Penggerak: 13 Ribu Munfiq dan 100% Ranting Aktif
Skala gerak UPZIS Kesugihan dapat dilihat dari angka-angka kunci yang menopang operasional harian mereka:
1. Omzet ZIS, menghimpun perolehan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) rata-rata Rp155 juta hingga Rp160 juta per bulan.
2. Basis Base Massal, didukung oleh 13.030 munfiq aktif.
Cakupan Wilayah: 16 ranting di seluruh Kecamatan Kesugihan telah aktif 100% bergerak menggalang Koin NU.
Ujung Tombak Lapangan: Diperkuat oleh 257 Petugas Lapangan Penarik Koin (PLPK) aktif dari total 306 orang yang terdaftar.
Salah satu potret keberhasilan kader lapangan tercermin dari sosok Khoeriyatun (Bu Atun), PLPK peraih penghargaan khusus kategori munfiq terbanyak. Bu Atun secara mandiri mengampu 212 munfiq dengan perolehan koin mencapai Rp3.327.000 pada September 2026 dan konsisten menjaga tingkat penjemputan (collectability rate) di atas 86% selama tiga bulan terakhir. Baca juga KH Su’ada Adzkia; Munfiq Teladan Koin NU
Ketua UPZIS MWCNU Kesugihan, Khamimussodik, menyampaikan bahwa keunggulan ini merupakan hasil konsistensi sejak awal gerakan.
“Diperhatikan oleh LAZISNU, kami berterima kasih. Kategori terbanyak, memang dari awal begitu, belum ada yang mengungguli. Itu sudah sepantasnya ketika kita mendapatkan penghargaan ini,” ujar Khamimussodik.
Dari 3.000 Munfiq Hingga Penetrasi Akar Rumput
Pencapaian sebagai UPZIS terbesar di Cilacap ini tidak diraih secara instan. UPZIS Kesugihan mengawali jalannya pada 2018 pasca-Madrasah Amil, yang saat itu baru ditopang 4–6 ranting dengan sekitar 3.000 munfiq.
Dalam perjalanannya, penolakan dan keraguan masyarakat sempat menjadi tantangan utama karena kurangnya pemahaman atas kemana arah dan manfaat Koin NU.
Untuk mengatasinya, pengurus merancang strategi edukasi berbasis komunitas:
Pendekatan Mikro (RT/RW): Sosialisasi langsung di lingkup terkecil untuk ruang dialog terbuka dan tanya jawab transparan.
Sinergi Lembaga & Banom: Memanfaatkan momentum kegiatan Muslimat, Fatayat, Ansor, dan IPNU-IPPNU.
Kemitraan Program Beasiswa: Menerapkan syarat khusus kepemilikan Kartanu dan keikutsertaan sebagai munfiq Koin NU bagi pendaftar Beasiswa NU di Kesugihan.
Struktur Pelayanan dan Kemanfaatan Nyata
Guna mengimbangi besarnya dana yang dikelola, UPZIS MWCNU Kesugihan memperkuat struktur layanan dengan 7 pengurus operasional dan 2 driver yang mengelola 2 unit armada ambulans (Layanan Kesehatan dan Jenazah).
Tingginya intensitas pemanfaatan fasilitas ini menunjukkan keterikatan lembaga dengan kebutuhan warga:
Ambulans Kesehatan: 20–30 trip per bulan.
Ambulans Jenazah: 15–25 trip per bulan.
Kekuatan dana ZIS yang dihimpun kemudian ditasarufkan secara terstruktur ke berbagai program unggulan, seperti Khitan Mobil rutin mingguan bekerja sama dengan Klinik AZ-Zahra, bantuan modal usaha, penyediaan fasilitas Sekretariat Bersama (Sekber) MWCNU, hingga aksi kepedulian sosial tematik bagi penjaga rel kereta api dan juru kunci makam.
Menuju Kemandirian Abadi
Sebagai UPZIS dengan profil terbesar, UPZIS MWCNU Kesugihan tak berhenti pada pengumpulan donasi harian. Menghadapi tantangan ke depan, pihak pengurus merancang inovasi program seperti pelatihan pemulasaraan jenazah bagi kader Muslimat NU, lomba seni Berjanjen antar-PLPK pada Peringatan Hari Santri, serta rencana pembentukan unit usaha mandiri (barbershop) demi menciptakan dana abadi organisasi.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Cabang NU Care-LAZISNU Kabupaten Cilacap, Farahdiba:
“Melalui apresiasi ini, NU Care-LAZISNU Cilacap berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan efektivitas pengelolaan dana ZIS demi mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap,” tegas Farahdiba.





