Daerah

Balai Perempuan Annisa Gelar Pendidikan Dan Pelatihan Paralegal

Balai Perempuan (BP) Annisa Cilacap menggelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keislaman Rahimah dari Jakarta. Pelatihan Paralegal digelar di Aula Yayasan Bakii Kesugihan selama tiga hari sejak Jumat-Ahad (09-11/9/2022).

Paralegal adalah seseorang yang mempunyai keterampilan hukum namun ia bukan seorang Pengacara (yang profesional). Ia bekerja di bawah bimbingan seorang Pengacara atau yang dinilai mempunyai kemampuan hukum untuk menggunakan keterampilannya

Sejumlah 30 orang peserta yang terdiri dari anggota BP Annisa dan beberapa santri senior Pesantren Al ihya Ulumaddin Cilacap ikut dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan pendidikan untuk memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan adan anak. Adapun narasumbernya datang dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (APIK) Semarang.

Pembina BP Annisa Hj Hanifah Muyassarah mengungkap pentingnya pendidikan paralegal ini untuk menciptakan kader paralegal yang mampu melakukan pendampingan hukum terhadap korban kekerasan pada perempuan dan anak di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan pelatihan dan pendidikan paralegal ini bertujuan agar teman-teman Balai Perempuan Annisa dan santri-santri senior serta mahasiswa mampu melakukan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak

Hj Hanifah Muyassarah yang juga Pengasuh Pesantren Al ihya Ulumaddin ini juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki target agar peserta nantinya memiliki kapasitas pendamping paralegal.

Baca Juga

Mencetak Kader Paralegal Tangguh

Adapun tugas pendamping paralegal ini adalah mempermudah masyarakat mengakses layanan pengaduan hukum bagi korban kekerasan perempuan dan anak di masyarakat. Begitu juga dengan para korban kekerasan seksual dapat mengadukan kasusnya serta mendapatkan keadilan. Hal ini sesuai dengan tema pelatihan “Dampingi korban, laporkan kasusnya, wujudkan keadilan”.

“Jadi selama ini kan masyarakat kesulitan mencari layanan pengaduan kekerasan perempuan dan anak. Setelah mengikuti pendidikan paralegal ini BP Annsisa nantinya bisa memfaslitasi atau menjadi Lembaga layanan pengaduan korban kekerasan. Bagaimana dia bangkit pasca mengalami kekerasan. Kemana dia harus melaporkan kasusnya. Siapa yang berpihak kepadanya,” terangnya.

Pendidikan Paralegal

Hal senada diungkap oleh aktifis LBH APIK Semarang yang menjadi narasumber kegiatan. Ia pun berharap pendidikan paralegal itu akan mampu mencetak kader paralegal tangguh yang siap menghadapi tantangan di lapangan.

“Harapan kami dengan Pendidikan paralegal di Cilacap inisasi BP Annisa Cilacap bisa mencetak kader-kader paralegal yang berani dan tangguh menghadapi tantangan  di lapangan. Ia juga berharap akan ada lembaga yang mempunyai payung hukum yang menaungi paralegal-paralegal di Cilacap,” kata Masnuah.

Masnuah berkata tidak menutup kemungkinan Balai Perempuan Annisa ini akan membentuk badan perlindungan hukum untuk akses fasilitas  perlindungan perempuan dan anak di mana di Cilacap. Di mana masih banyak  kendala lapangan karena kurangnya lembaga perlindungan perempuan dan anak yang berperspektif korban.

Selain lembaga perlindungan perempuan dan anak, Masnuah mengungkap bahwa saat ini LBH APIK juga memiliki akses website Cari layanan.com. Ini adalah situ website di mana siapapun bisa mengakses di mana pun kapanpun oleh teman-teman yang membutuhkan akses perlindungan dengan akses website dengan faslitias digital.

Sementara itu Ani Khomasatun peserta yang santri senior di Pesantren Alihya Ulumaddin mengaku beruntung bisa mengikuti kegiatan ini. Santri yang juga lulusan Sarjana Hukum ini  mengatakan pendidikan paralegal ini penting karena benyaknya permasalahan yang muncul terkait kasus perceraian, kekerasan seksual, KDRT dan lainnya. Akan tetapi mereka tidak tahu kepada siapa mengadukan kasus mereka.

“Langkah ke depan, saya ingin ikut lembaga seperti itu. Saya berbasis pendidikan hukum, sehingga saya ingin membantu teman-teman yang membutuhkan bantuan kami,” pungkasnya. (Naeli Rokhmah).

Baca juga: 11 Perempuan Yang Masuk Struktur PBNU 2022-2027

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button