Badan Otonom NU

PKL – Susbalan GP Ansor Jawa Tengah Sukses Digelar

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) bertempat di Balai Desa Sidaurip dan MI Ma’arif NU Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, dari hari Jum’at-Ahad (11-13/2)

Ketua panitia Basit Nuha mengatakan dari calon peserta yang lulus screening yang menjadi peserta PKL 57 dan Susbalan 78 dari unsur kader GP Ansor dan Banser. Peserta selain dari Kabupaten Cilacap juga ada yang dari Kabupaten Kebumen, Purbalingga, Banyumas,Banjarnegara, Tegal, Brebes, Batang dan Pemalang.

Acara resmi dibuka oleh Sekretaris PP GP Ansor Korwil Jawa Tengah, Gus Ulil Arham. Hadir pula dalam pembukaan jajaran pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah H Faisal Riza, H Muchtar Zain, Satkorwil Banser Jawa Tengah H Muchtar Ma’mun, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Cilacap, ‘Aliman, Wakil Ketua PCNU Cilacap H Imam Tobroni, Kasatkorcab Banser Cilacap, Hadi Mustofa, PC Muslimat NU Cilacap, PC Fatayat NU Cilacap, PC IPNU IPPNU Cialcap, Ketua-ketua GP Ansor se-Banyumas Raya, Forkompincam Binangun, MWCNU Binangun dan Kepala Desa Sidaurip.

Ketua GP Ansor Kabupaten Cilacap, ‘Aliman dalam sambutannya mengatakan para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti PKL dan Susbalan PW GP Ansor Jawa Tengah dan diharapkan bisa lulus semua.

Kaderisasi Ansor: PKL dan Susbalan

Menurutnya PKL – Susbalan Ansor Jawa Tengah di Cilacap ini istimewa karena Cilacap sebagai tuan rumah; sebelumnya sebagai tuan rumah acara LI dan SUSPELAT bulan yang lalu. Peserta diharapkan juga untuk menata niat sepanjang mengikuti kegiatan karena kader Ansor adalah masa depan dan masa depan NU yang akan datang.

Selain itu ‘Aliman juga mengatakan agar para peserta senantiasa menjaga kesehatan agar dalam mengikuti pelatihan bisa sampai selesai hingga purna.

PKL - Susbalan Ansor Jawa Tengah

Wakil Ketua PCNU Cilacap H Imam Tobroni dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses kaderisasi harus terus ditingkatkan; untuk mewujudkan kader-kader yang militan kader yang mempunyai jiwa yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan yang menghadang.

“Untuk itu tantangan terbesar Ansor adalah harus menyiapkan SDM untuk bisa menduduki dan merebut setiap akses-akses publik,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kaderisasi sangat penting dan punya syarat wajib dilalui untuk bisa lulus.

“Jangan sampai ikut PKL dan Susbalan karena mau membesarkan Ansor. Ansor sudah besar dan karena Ansor kita besar,” tegasnya.

Peran Ansor dan Banser

Sementara itu Satkorwil Jawa Tengah H Muchtar Makmun dalam sambutannya menyampaikan peran Ansor dan Banser terhadap NU dan NKRI.

“Ansor dan Banser memiliki tugas yang berat untuk menjaga dan mempertahankan NKRI. Seperti halnya TNI dan Polisi, Ansor Banser mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap keberlangsungan NKRI agar tidak ada gangguan yang memecah belah bangsa. Menjaga nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan antar umat beragama,” ungkapnya.

Di samping itu tugas berat lainnya adalah menjaga para Kiai dan Ulama. Saat ini sedikit orang yang dengan sengaja menjatuhkan martabat dan peran kiai NU dengan beragam cara. Seperti  menyebar fitnah dan hoaks. Banser harus selalu siap sedia membantu menjaga dan mengamankan serta menstabilkan keadaan agar fitnah dan hoaks tersebut bisa diatasi.

“Untuk perlawanan adalah tugas Polri dan TNI, Banser bertugas membantu pengamanan apabila dibutuhkan,” ungkap Naga Bonar panggilan akrabnya.

Sebelum pembukaan Rais MWCNU Binangun Kiai Fathul Hidayat memimpin tawasul dan doa berharap kegiatan PKL dan Susbalan berjalan lancar serta sehat semua.

Acara pembaiatan dilaksanakan di sekitar pantai laut Ketapang Indah Sidaurip, dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly. (Ahad, 13/1).

Kontributor: Fathin Amamah
Editor: Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button