Esai Opini Wawasan

Menyongsong Masa Depan NU, Perspektif Gerakan Pemuda Ansor

Gerakan Pemuda Ansor Kab Cilacap
Aliman S.Pd., Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cilacap

Menyongsong masa depan NU dari perspektif Gerakan Pemuda Ansor, seperti apa?. Lewat momen Harlah NU yang ke- 95 ini, Gerakan Pemuda Ansor, sebagai gerakan kaderisasi NU, harus mendewasakan diri sebagai gerakan yang dinamis, inovatif dan produktif.

Hal ini senada dengan slogan “ Syubanul Yaum Rijalul Ghodan” pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Tantangan gerakan pemuda ansor yang sangat beragam dan harus menjadi cambuk ghirah untuk memperkaya wacana  gerakan dan mendewasakan menuju arah yang lebih dewasa , arif serta bijaksana.

Tantangan pertama adalah gerakan radikalisme, gerakan ini telah mengubah siklus keislaman di Indonesia dengan hadirnya paham Islam transnasional dengan berbagai gerakan dan ideologi. Kedua adalah Ilmu dan tehnologi, pola cepat dalam transformasi digital yang kemudian disebut dengan era industri 4.0 bahkan sekarang dunia sedang  mempersiapkan diri dengan era industri 5.0 yang akan mempersempit ruang gerak dunia dalam sebuah jaringan.

Ada tiga hal yang harus disiapkan oleh Gerakan Pemuda Ansor dalam mempersiapkan kadernya, mendistribusikan kader dari berabagai macam bidang dan profesinya. Tiga hal tersebut meliputi:

Pertama, spiritual ideologis, konsep spiritual merupakan konsep integrasi  Islam sebagai pengetahuan dan iman sebagai keyakinan. Cara pandang secara spiritual ini yang lazim disebut ideologi harus diimplementasikan dalam bentuk gerakan nyata.

Ideologi yang dimaksud adalah ideologi ‘ala ahlussunah wal jama’ah yang menitik beratkan kepada prinsip khairu umah yaitu tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang dunia dan akhirat) serta ta’adul (keadilan) sebagai value of life. Implementasi ini adalah sebagai sosial kapital gerakan pemuda Ansor dalam menatap masa depan Nahdatul Ulama dan melahirkan kader – kader yang tidak hanya berorientasi sufistik namun mampu mengejawantahkan dalam teologi sosial.

Kedua , Ilmu pengetahuan dan tehnologi. Dua hal ini adalah syarat mutlak dari pemuda jika ingin menguasai dunia. Kita lihat para muasis gerakan pemuda Ansor terdahulu seperti Mahbub Junaidi yang mampu mendeskripsikan Gerakan pemuda ansor dalam wacana dan literasi media massa. Gerakan – gerakan tersebut menjadi masif dan mampu menciptakan ruang ide dan eksistensi organisasi.

Ilmu pengetahuan diperlukan sebagai pengejawantahan dari kalam Allah, “ iqra’” sebagai basis pengetahuan dan tehnologi diperlukan untuk mensharingkan ide dan gerakan intelektual kader. Maka pengusaan ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah hal mutlak yang harus dikuasai oleh Kader Ansor hal ini senada dengan kosep ushul fikih “ Ma la yatimmu al-wajibu illa bihi fahuwa wajib” mengusahakan sesuatu yang menjadi prasyarat suatu kewajiban, maka hukumnya wajib.

Karena dari kedua hal ini NU masa depan akan semakin besar secara kuantitas jamaahnya tetapi secara kualitas akan mampu menjadi tuntunan dan teladan Islam di Dunia sebagai penebar rahmatal lil ‘alamin. Dunia Cyber harus dikuasai sebagai counter gerakan radikalisme dan hoax, ruang ini harus dikuasai oleh kader – kader NU sebagai salah satu bentuk media untuk menuangkan gagasan dan ide amal shalih dunia maya.

Ketiga, Sumber daya manusia yang Kompetitif. Pendidikan kaderisasi gerakan pemuda ansor harus berbasis futuristik (berorientasi masa depan) perubahan kurikulum kaderisasi dari tingkatan paling bawah seperti pendidikan formal  PKD, PKL, PKN harus bersifat fleksibel dan lentur terhadap perubahan zaman dan dinamisasi ilmu pengetahuan dan tehnologi. Penyiapan sumber daya manusia yang kompetitif harus dilakukan secara progresif dan tersistematis.

Sumberdaya manusia yang kompetetif adalah manusia yang berorientasi proses dan hasil, berpikir masa kini dan masa depan, tidak tergantung kepada orang lain, kraetif dalam menemukan solusi permasalahan kehidupan. Maka dengan adanya sumberdaya manusia yang kompetitif maka seluruh aspek kehidupan akan dicapai dari bidang sosial, budaya, politik dan ekonomi akan dapat direbut dan dikuasai dan akhirnya kompetisi dapat dimenangkan.

Pada akhirnya, menyongsong harlah NU yang ke -95 maka Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kader NU harus menyiapkan diri sebagai organisasi yang progresif dan produktif dalam menyiapkan kader –kader terbaiknya. Karena Ansor hari ini adalah cerminan NU masa depan.

Kini dan di masa depan, NU akan semakin eksis di dunia melalui media informasi dan komunikasi berbasis Cyber sebagai propaganda dan inspirasi Islam dunia, akhirnya akan lahir Islam NU yang mendunia. Pada akhirnya teriring asa dan doa semoga semakin bijaksana dan mampu membumikan Islam disetiap sendi – sendi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × three =

Back to top button