Esai Opini Wawasan

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dan Hubbul Wathan

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dan Hubbul Wathan atau Cinta Tanah Air bagi H Imam Tobroni S.Ag., M.M., selaras dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada momen Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei tahun 2021 untuk menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara serempak pada tepat jam 10.00 Wib. Berikut artikel Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dan Hubbul Wathan (Yalal Wathan) selengkapnya.

Tanggal 20 Mei 2021, warga negara kesatuan Republik Indonesia di manapun berada, melaksanakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 113. Telah 113 tahun yang lalu para pendahulu bangsa Indonesia mendeklarasikan organisasi organisasi penggerak, menuju cita cita bersama yakni kemerdekaan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2021 ini ada hal yang menarik yakni adanya instruksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia secara serempak pada tepat jam 10.00 Wib.

Sinyalemen itu tersebar luas di Jawa Tengah tak terkecuali di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Mustain Ahmad, juga menghimbau untuk semua lembaga keagamaan baik masjid, gereja, kuil dan tempat ibadah lainya pun melangsungkan kegiatan serupa.

Sebenarnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah bukan hal yang baru, di setiap upacara upacara dan seremoni kegiatan telah dilakukan. Namun kali ini ” hanya’ menyanyikan tanpa ada seremoni apapun menjadi kelihatan aneh, karena memang tidak biasa dilakukan.

Tentu dilihat dari perspektif posisi masyarakat yang sedang dalam pandemi, gagasan pak Gubernur ini menjadi sangat brilian, apalagi dunia maya telah menjadi kebiasaan cara hidup masyarakat. Tanpa upacara sekalipun, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya akan kembali mengingatkan betapa perjuangan para nenek moyang kita untuk memperoleh kemerdekaan adalah sangat berat.

Pengorbanan untuk sampai lagu Indonesia Raya bergema di negeri tercinta sangatlah besar. Pengorbanan dengan segala keteebatasan telah menggambarkan betapa semangatnya para pendahulu kita untuk terus bangkit dari keterpurukan akibat penjajahan.

Hubbul Wathan, Cinta Tanah Air

Hubbul Wathan atau cinta tanah air menjadi inspirasi bagi upaya upaya yang dilakukan, di saat secara fisik kurang memiliki energi untuk melawan. Lahirlah kemudian organisasi-organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan, antara lain Nahdlatul Ulama (NU) yang darinya semangat Hubbul Wathan terus berkibar.

Gagasan cinta tanah air, nasionalisme, yang dikemas dengan idiom Hubbul Wathan Minal Iman tidak pernah lepas dari peran ulama dan kiai Nusantara khususnya NU. Secara bahasa, hub artinya cinta, wathan berarti tanah air (bangsa), minal iman berarti dari atau sebagian dari iman.

Konsep Hubbul Wathan Minal Iman yang digagas tahun 1934 oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah yang kemudian diabadikan dalam lagu Syubbanul Wathan adalah yang paling ideal dan justru menjadi induk nasionalisme. “Sebab, Hubbul Wathan Minal Iman itu lengkap, memuat unsur Islam, kebudayaan dan kebangsaan.

Konsep Hubbul Wathan Minal Iman, menjadi induk dari nasionalisme yang diterapkan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Bahkan, nasionalisme yang dikonsep ulama-ulama NU menjadi acuan ideal untuk membangkitan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sampai saat ini.

Baca Artikel Terkait

Setelah itu, diikuti kelahiran banyak organisasi, baik yang bercorak keagamaan, politik maupun kepemudaan, seperti Muhammadiyyah (18 November 1912), Christelijke Ethische Partij (1916), Indiche Katholieke Partij (1918), Jong Java (1915), Jong Sumatera Bond (1917), dan lainnya.

Lahirnya beraneka ragam organisasi itu dapat dikatakan nasionalisme sudah mulai tumbuh karena senasib sependeritaan, yang menginginkan bebas dari penjajahan Belanda, dan ingin mewujudkan cita-cita yaitu masa depan lebih baik, yang oleh Anderson disebut Imagined Political Community. Nasionalisme mencapai puncaknya saat dibentuknya BPUPKI pada 1 Maret 1945

Indonesia Raya Sebelum Ijab Qobul

Berkumandangnya lagu Kebangsaan Indonesia Raya akan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat bangsa untuk menginternalisasikan dalam setiap sisi kebutuhan dan kehidupan berkebangsaan selamanya. Lagu tersebut juga membangkitkan nasionalisme masyarakat.

Bahkan di Kecamatan Maos Cilacap di saat jam 10.00 pelaksanaan ijab qobul akan dimulai terlebih dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dimana sebelumnya hal itu belum pernah terjadi. Dan bila ini dibiasakan dalam setiap event, kesempatan menjadi semakin mengokohkan Hubbul Wathan, cinta tanah air, dalam diri masyarakat, yang sesungguhnya juga rindu akan sentuhan sentuhan semangat barunya.

Di saat pandemi ini, nilai bangkit dan tangguh sangatlah relevan untuk kembali menuju kemerdekaan dari wabah covid, bangkit adalah merupakan nilai positif dengan semangat dan penuh harapan, yang dalam agama disebut Roja’ yakni sifat akhlakul karimah yang selalu optimis menghadapi segala hal termasuk saat ada ujian musibah. Selalu melihatnya dengan pikiran pikiran positif.

Sedangkan tangguh adalah sikap istikomah untuk selalu memiliki produktifitas dan prestasi dalam kondisi dan situasi apapun, tidak mudah terkoyak karena diterpa oleh masalah dan persoalan. Dan justru persoalan itu pulalah yang melahirkan sikap “tangguh’ dalam kehidupan. Hubbul Wathan atau cinta tanah air sangatlah membutuhkan itu, untuk menjadi spirit lahirnya sebuah bangsa yang maju.

~Artikel Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dan Hubbul Wathan ditulis oleh oleh H Imam Tobroni S.Ag., MM., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap

H Imam Tobroni

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fourteen + 2 =

Baca Artiikel Rekomendasi Lainnya
Close
Back to top button