Taushiyah

Banser Wajib Menjaga Martabat Organisasi NU dan NKRI

Menjaga martabat organisasi NU dan NKRI bagi Banser adalah wajib hukumnya, Begitu juga menjaga ulama dan kiai, mengawal kedaulatan NKRI dan ideologi Pancasila serta UUD 1945. Demikian diungkap oleh Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap KH Maslahudun Jaelani .

“Inilah cara Banser yang siap siaga menjaga martabat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan mengamankan NKRI dari segala bentuk ancaman,” katanya

KH Maslahudin Jaelani menyampaikan hal tersebut di hadapan kader Ansor dan Banser  Satkorcab X-26 Cilacap yang mengikuti Apel Kesetiaan Anggota di halaman Gedung Pusdiklat NU Cilacap, Ahad (6/3).

“Sebagai Kader Muda NU, Banser harus patuh dan taat pada pimpinan organisasi NU, GP Ansor ataupun pemerintahan. Juga jangan lupa, untuk selalu minta saran dan petunjuk pada Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dalam setiap kegiatan,” sarannya.

Baca Juga : NU, Organisasi Keagamaan & Kemasyarakatan Islam Aswaja

Menurut KH Maslahudin, Banser Cilacap juga harus siap mensukseskan program pemerintah. Caranya adalah dengan turut berpartisipasi mengisi dan menjaga agar jangan sampai bumi pertiwi ini dipecah belah oleh oknum yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Banser Menjaga NU dan NKRI

Apel Diikuti 1000 orang Banser

Pada saat itu KH Maslahudin didaulat sebagai inspektur upacara Apel kesetiaan anggota diikuti lebih kurang 1000 orang Banser. Mereka datang dari 24 Satkoryon yang ada di Kabupaten Cilacap. Semua memakai Pakaian Loreng PDL Banser Lengkap. Acara juga di hadiri oleh sesepuh banser, penasehat dan para sesepuh lainya yang pernah menjabat Kasatkocab banser Cilacap, juga jajaran pengurus PCNU Cilacap juga jajaran PC GP Ansor Cilacap.

Acara yang di awali dengan Istighotsah dan Do’a bersama untuk keselamatan bangsa dan Negara dalam hal ini menjaga keutuhan NKRI yang digelar di Masjid Nur Tjokrosiwojo Kantor Pusdiklat PCNU Cilacap. Selanjutnaya acara dilanjutkan dengan apel kesetiaan Anggota Banser.

Beliau juga mengungkapkan permintaan maaf karena dari panitia terpaksa membatasi jumlah peserta. Hal ini karena mempertimbangkan protokol kesehatan.

“Kami minta maaf tidak semua hadirin diperkenankan masuk karena harus mengacu protokol kesehatan,” terang KH. Maslakhudin, sapaan akrabnya,

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Nahdlatul Ulama. Naskah ikrar dibaca bersama sebagai bukti komitmen terkait kesetiaan. Setelah itu dilanjutkan atraksi dan ijazah untuk bekal bagi para kader Banser NU secara bersama-sama.

Baca Juga >> Mbah Lim, NU dan NKRI (Pencetus Slogan NKRI Harga Mati)


Kontributor: Sohibul Faih

Editor: Munawar AM

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button