Daerah

Sosialisasi Penanganan Bencana Gempa Bumi Tsunami Digelar

Bertempat di Balaidesa Welahan Wetan, Jum’at malam (9/9/) NU Cilacap Peduli bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami.

Hadir dalam acara tersebut BPBD Kabupaten Cilacap, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap , NU Cilacap Peduli, Kapolres Cilacap, Dandim Cilacap, para relawan kebencanaan di antaranya: Basarnas Cilacap, Pertamina Cilacap, PLTU Adipala, PMI Cilacap, Kepala Puskesmas Adipala, BAGANA Cilacap, dan Banom NU Cilacap, Camat Kroya, Camat Binangun, dan Camat Adipala.

Ketua panitia pelaksana yang juga sekretaris NU Cilacap Peduli Basith M.Kes.Ns mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama banyak pihak.

“Kegiatan Sosialisasi Penanganan Bencan Tsunami bisa terlaksana dengan sukses adalah kerja keras dari semua elemen lapisan masyarakat dan para relawan kebencanaan yang ada di Kabupaten Cilacap, dari BPBD dan NU Cilacap Peduli, ” ungkapnya

Tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk membangun ketangguhan masyarakat desa Welahan Wetan dalam menghadapi bencana khususnya gempa bumi, dan Tsunami.

“Di samping itu juga melindungi masyarakat pesisir laut dari ancaman bencana Tsunami melalui pengurangan resiko korban yang sewaktu-waktu mungkin terjadi,” kata Basit.

Baca Juga

Sosialiasi penanganan bencana tsunami malam itu merupakan kegiatan awal dari rangkaian kegiatan simulasi tanggap bencana tsunami yang akan digelar pada hari Rabu (14/9/2022) mendatang.

“Malam hari ini adalah awal di mana rangkaian kegiatan sosialisasi tanggap bencana tsunami untuk warga masyarat Desa Welahan wetan dan sekitarnya. Besok pada Hari Sabtu 10 September akan diadakan Pelatihan Simulasi Siswa SD dan MI. Kegiatan inti adalah simulasi bencana Tsunami akan dilaksanakan pada hari Rabu 14 September 2022, mendatang,” terang Basit.

Tanggung Jawab Moral Seluruh Elemen Masyarakat

Ketua Laksana BPBD Cilacap Wijionardi menyampaikan kegiatan sosialisasi dan simulasi gempa bumi dan tsunami menerangkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

“Mengamanatkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana didefinisikan sebagai serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi,” kata Wijonardi.

Ditambahkan, kegiatan Sosialisasi Penanganan Bencana Tsunami. dan simulasi pada kesempatan ini merupakan salah satu rangkaian dari upaya strategis daerah dan seluruh stakeholder dalam menyikapi hal tersebut.

Dengan demikian upaya penanggulangan bencana harus disadari sebagai wujud tanggung jawab moral seluruh elemen tidak terbatas pada pemerintah saja.

“Melalui kegiatan ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk menyatukan persepsi dan pemahaman, khususnya tentang pembagian tugas dan tanggung jawab dengan baik. Karena dengan begitu upaya meminimalisir dampak dari sebuah bencana yang tentunya tidak kita inginkan dapat berjalan dengan baik pula,” pesan beliau.

Mengakhiri sambutan, Wijonardi mengingatkan bahwa kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi suatu bencana.

“Maka kepada seluruh peserta dirinya berharap benar-benar serius mengikuti acara ini.  Ia yakin dan percaya meski dengan kesungguhan peserta akan memperoleh hasil yang maksimal dan selanjutnya disosialisasikan kepada warga masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Kontributor : Khayaturrohman
Editor : Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button