Lesbumi Gila! Gowes Ontel Dari Kaltim Ke Jatim Demi Muktamar NU KE-35 di Tambakberas Jombang. Siapa Dia?

NUCOM, Balikpapan–Jombang – Kalau Anda mengeluh jauh ke Muktamar NU, baca dulu cerita dua Nahdliyin ini. Lesbumi Gila! Gowes Sepeda Ontel Gazelle 1919 Dari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Ke Jawa Timur (Jatim) demi Muktamar NU KE-35 di Tambakberas Jombang.
Lesbumi Gila!
Tak perlu pesawat. Tak perlu gunakan mobil. Cinta mereka pada NU sederhana, tapi tak bisa disederhanakan. Mereka buktikan dengan kayuhan ontel. Mereka berdua boncengan. Lesbumi Gila!
Dua aktivis Lesbumi PCNU Balikpapan, Kalimantan Timur akan menempuh ribuan kilometer dengan Sepeda Ontel merk Gazelle 1919 demi menyemarakkan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026.
Ini bukan touring. Ini hijrah. Ini syiar. Inilah lakulampah; LESBUMI GILA!
Berikut Sosok di Balik Aksi Cinta Gila (Ghirah);
- Gus Wildan Abadi Al-Hafidz
Adalah Seksi Humas dan Diplomasi Lesbumi PCNU Balikpapan.
Lahir Bojonegoro, 20 November 1986.
Profesi: Guru Ngaji dan Driver Online. Ayah dari 2 anak: Ataniya Faiza dan M Ahsanul Fuad. - Ki Dalang Ferry Yuda Ariyanto
Adalah Seksi Pertunjukan dan Dokumentasi Kebudayaan Lesbumi PCNU Balikpapan.
Status: Lajang. Lahir Tulungagung, 6 Mei 1991. Profesi sehari-ha4i sebagai Seniman, Dalang Wayang Santri.
Mereka menginformasikan, akan menggunakan sepeda kuno merk Gazelle 1919. Sepeda ini bahkan usianya lebih tua dari berdirinya NU 1926.
7 Titik Singgah, Ziarah Perjuangan
Perjalanan ini bukan sekadar gowes. Ini napak tilas penuh perjuangan dan makna. Ada 7 titik yang akan mereka singgah:
- Markaz Lesbumi Balikpapan – Titik start ini sebagai titik awal gerak ghiroh;
- Pelabuhan Semayang* – Menyeberang demi NU;
- Pelabuhan Perak Surabaya – Mendarat di tanah Wali;
- Ziarah ke Ampel – Makam KH Hasan Gipo – Tabarukan dan Ngalap berkah Wali dan Kiai;
- PCNU Surabaya – Silaturahmi struktural;
- Tebuireng Jombang – Ziarah ke Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari;
- Tambakberas Jombang – Garis finish, Lokasi arena Muktamar ke-35, Ndalem Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Dr. KH Hasib Wahab Hasbullah.
Sepanjang perjalanan mereka akan mengibarkan Bendera NU dan Merah Putih. Lengkap dengan pesan kebudayaan Lesbumi NU Balikpapan, bahwa; “Bersama NU, Menebar Manfaat. Merawat Jagad, Memupuk Semangat, Membangun Peradaban. Beragama Secara Total, Berbudaya Secara Maksimal.
“Rencana kami berangkat 21 Agustus. Pulang? Belum tahu,” ujar suami dari Laila Afriani, Gus Wildan Abadi Al Hafifz saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/7/2026) kemarin.
Kritik Dan Apresiasi, Cermin bagi Petinggi NU
Aksi ini memantik apresiasi sekaligus kritik sosial bagi jajaran petinggi stuktural NU di semua tingkatan, baik Pengurus Besar, Wilayah, Cabang, aistimewa hingga Ranting NU.
Ketua Lesbumi PCNU Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhajirin menyebut aksi ini bentuk semangat kaum Nahdliyin ‘akar rumput’ yang luar biasa.
“Mereka akan napak tilas para pendahulu. Para Kiai dulu mengajarkan, ke Muktamar jalan kaki pun dilakoni. Demi NU dilakoninya dengan gembira, rukun, guyub ala kulli zaman wa makan,” terangnya.
“Jare Gus Dur, tinggal pilih: NU Gila, opo Gila NU? Lah kita ini, baru kemarin Muktamar Kebudayaan Lesbumi di Tambakberas, ya datang, ya semarak, Lah ini Muktamar NU yang konon paling akbar. Kita datang lagi. Betapa kita ini NU Gila. Nahdliyin Gila! Lesbumi Gila!,” lanjut dia dengan kelakar khasnya.
Apresiasi juga datang dari puncak. Koordinator Perkumpulan Dalang Lesbumi PBNU, Ki Ardhi Purboantono, S.Pd menyambut baik bahwa aksi mengayuh sepeda ontel demi memenuhi panggilan Muktamar itu merupakan cerminan.
“Aksi mereka bisa jadi cermin bagi semua, terutama para petinggi NU. Ketika aktivis Lesbumi yang kesehariannya berkesenian, merawat jagat, membangun peradaban dengan mengajar ngaji, sudah berkorban sejauh ini, masa petinggi NU sibuk ‘tukaran’?,” Ujarnya.
Ki Ardhi yang juga anggota Lesbumi PBNU ini berharap dengan aksi khidmah dari kader Lesbumi NU Balikpapan bisa menjadi wasilah dan inspirasi bagi semua pengurus di semua jenjang struktural akan lebih melek.
“Bahwa Muktamar NU sebagai Muktamar Politik harus tetap damai, sejuk, dan mengayomi. Jangan sampai akar rumput kecewa,” terangnya.
Dijelaskan bahwa Muktamar NU ke 35 kali ini di Tambakberas adalah tanah keramat, kawasan karomah sang pendiri NU simbah KH. Wahab Hasbullah.
“Dan keduanya, Gus Wildan dan Ki Dalang Ferry Yuda, mereka memilih datang dengan mengayuh ontel, ini cara paling keramat yakni dengan keringat, bukan fasilitas, itu membumi sekali, itu Lesbumi, Lesbumi Gila,” pungkasnya.
Bakti Kekhidmatan, Lesbumi Gila
Ini bukti cinta santri pada kiainya. Bakti kaum Nahdliyin pada gurunya. Wujud khidmah dan Cinta pada NU-Islam Nusantara dan tanah air serta bangsa Indonesia. Cinta mereka pada NU, pada Lesbumi tidak biasa. NU Gila. Nahdliyin Gila. Lesbumi Gila.
“Yuk doakan dan kawal perjalanan mereka.”
“Selalu semangArt Gus dan KI Dalang!. Lesbumi sejagat, siap menyambutmu di Tambakberas, Tanah juang pendiri Lesbumi NU, KH Abdul Wahab Hasbullah,” terang Dalang Nasional asal Malang Ki Ardhi Purboantono, S.Pd. (IHA)





