Doa dan Mahabbah Menyambut Forum Tertinggi NU, Inilah Syair Lengkap Qasidah Muktamar NU, Karya KH Afifuddin Muhajir

NUCOM, Jakarta-Jombang — Menjelang Muktamar NU Ke-35 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebuah syair qasidah kembali mengalun lembut, dan menyentuh batin para nahdliyin. Inilah Syair Lengkap Qasidah Muktamar NU, Karya KH Afifuddin Muhajir.
Bentuk Cinta dan Doa Jam’iyyah
Kelahiran syair qasidah ini sebagai bentuk cinta dan doa kepada jam’iyyah, aku KH. Afifuddin Muhajir yang merupakan Rais Syuriyah PBNU sekaligus Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Bagi Kiai Afif, qasidah ini lahir dari mahabbah, cinta yang dalam.
“Yang mendorong saya untuk membuat syair ini tak lain adalah mahabbah saya terhadap Jam’iyyah NU. Dengan harapan, jam’iyyah ini menjadi sarana, menjadi jalan untuk mengantarkan saya mendapatkan ridha Allah,” ungkapnya.
Dia berharap Muktamar bukan sekadar forum organisasi, tetapi membawa keberkahan dunia, dan akhirat.
Lantunan Irama Gegap Gempita
Di tangan Sastro Adi Wiyono (SAW) musik dan aransemen qasidah ini menjadi lantunan irama yang gegap gempita, epik dan sinematik.
“Dengan tempo 120 BPM di nada dasar A/F#minor, aransemennya menangkap riuh, rindu, cinta, dan kebersamaan nahdliyin,” akunya.
“Teman-teman Lesbumi NU Sejagat saling bersusulan menjadi backing vocal. Waktu mepet beberapa hari sebelum muktamar tak memadamkan semangat,” lanjutnya melalui pesan tertulis, Rabu, (26/8/2026)
“Santri itu diciptakan untuk tahan dalam berbagai kondisi. Semakin tidak mungkin, ya semakin harus terjadi,” terangnya.
Bait Syair Qasidah Muktamar NU lengkap
Berikut ini Bait-bait Syair Qasidah Muktamar NU lengkap dengan artinya, karya KH. Afifuddin Muhajir;
الفَرَجُ بَعدَ الحَرَجِ
قصيدة في صدد استقبال المؤتمر الخامس والثلاثين لجمعية نهضة العلماء
للكياهي الحاج عفيف الدين مهاجر
‐‐——————-
سُرِّي وَقَرِّي عَيْناً نَاهِضَةَ العُلَمَا
كَمْ فِيكِِ مِنْ مِنَنٍ كَمْ لَكِ مِنْ نِعَمِ
Bersukacita dan bersenang hatilah dikau wahai Nahdlatul Ulama!
Betapa banyak anugerah yang kaupunya, begitu melimpah karunia
بِضَجَّةٍ بُلِيَتْ وَنِعْمَةً مُنِحَتْ
فِيهَا جَمَاعَتُهَا لَكِنْ بَلَا أَلَمِ
Meski riuh gelombang menerpa dan limpahan nikmat menyapa,
Perhimpunan kita mengarunginya dengan tanpa menyisakan derita
لَا تَذْهَبَنْ بِسُؤَالٍ أَنْتَ سَآئِلُهُ
فَالكُلُّ مُنْتَجِزٌ بِالحِكْمَةِ الحَكَمِ
Janganlah larut dalam tanda tanya besar yang kau persoalkan,
Segala hal akan segera terwujud berkat kebijakan yang bijaksana
كُبْرٰى المُنَظَّمَاتِ فِي الكَوْنِ دَآئِمَةٌ
تُؤْتِي الثِّمَارَ وَلَمْ تَمْضِ بِلَا عَلَمِ
Perhimpunan terbesar di jagat raya yang senantiasa abadi dalam
Memberikan buahnya, dan tak pernah berlalu tanpa panji wibawa
جَمْعِيَّةٌ لَعِبَتْ دَوْراً مُهِمًّا هُنَا
إِنْ تَحْتَفِظْ بِالعَطَا تَكُونُ ذَا عِصَمِ
Perhimpunan yang telah memainkan peran agung di bumi pertiwi,
Bila kaujaga anugerah ini niscaya kau akan senantiasa terpelihara
حِصْنٌ لِأَهْلِ السُّنَنْ حَمٰى عَقِيْدَتَهُمْ
وَهَذَّبَتْ خُلُقاً ذَا الفَضْلِ وَالكَرَمِ
Benteng kokoh pelindung Ahlussunnah—menjaga tegaknya akidah,
>Membina budi pekerti menuju keutamaan dan akhlak yang mulia
تَحْصِينُ ذَا الوَطَنِ مِنْ كُلِّ شَرّ وَخَطَرْ
تَعْلِيمُ حُبِّ الوَطَنْ لِجِيْلِنَا القَادِمِ
Membentengi warga negara dari segenap ancaman dan mara bahaya
Menanamkan benih cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa
————————–
Qasidah ini sebelumnya berkumandang menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung 2021. Kini pesan dan doanya kembali relevan untuk Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026.
اللهم اجمع شملنا وبارك لمؤتمرنا
Semoga dengan lantunan ini, Muktamar menjadi wasilah persatuan, islah, dan kemaslahatan umat. Amiin..
Syair Qasidah Muktamar NU dapat dilihat dan simak langsung melalui vidio di Bawah ini ;





