Kiai Mastur Shodik: Amalan Sunah Spesial Ramadhan

NU Cilacap Online – Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan.

Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dari subuh hingga magrib. Bayangkan Ramadhan sebagai “musim obral besar-besaran” pahala dari Allah SWT. Sangat disayangkan jika kita hanya mengambil yang wajib, namun melewatkan bonus amalan sunah yang melimpah.

Hadrin hadirat, muslimin, muslimat rahimakumullah. Rasulullah ﷺ bersabda, hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaymah:

مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ.

Artinya:“Barang siapa pada bulan Ramadhan melakukan satu amal kebaikan (sunnah), maka ia seperti melaksanakan satu kewajiban (fardu) di bulan lainnya. Dan barang siapa melaksanakan satu kewajiban pada bulan Ramadhan, maka ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan selainnya.”

Empat Amalan Sunah di Bulan Ramadhan

Pembaca, pemirsa yang di muliakan oleh Allah SWT. Berikut adalah empat amalan sunah yang sangat dianjurkan:

Amalan sunah yang pertama adalah menyegerakan buka  puasa dan mengakhirkan sahur. Jangan meremehkan waktu sahur atau sengaja menunda berbuka puasa.

Rasulullah SAW menjamin umatnya akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur (HR. Ahmad). Ingatlah, di dalam sahur terdapat keberkahan.

Yang ke dua shalat tarawih dan qiyamullail. Shalat Tarawih adalah identitas malam Ramadhan yang tidak ada di bulan lain. Ini adalah kesempatan emas untuk penggugur dosa masa lalu jika dikerjakan dengan iman dan ikhlas.

Barang siapa yang salat tarawih berjemaah bersama imam hingga selesai (termasuk Witir), maka pahalanya dicatat seperti shalat semalam suntuk (HR. Tirmidzi).

Yang ke tiga adalah Tadarus Al-Qur’an (Membaca Al-Qur’an) Ramadhan adalah bulannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an). Target kita bukan hanya sekadar khatam, tetapi juga mencoba memahami maknanya. Satu huruf yang dibaca akan dilipatgandakan pahalanya 10 kali lipat, apalagi di bulan yang suci ini.

Amalan sunah yang terakhir atau yang ke empat adalah sedekah dan memberi makan Orang Berpuasa. Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau jauh lebih dermawan saat Ramadhan.

Sedekah tidak harus besar. Memberi satu butir kurma atau segelas air kepada orang yang berbuka, pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik kualitas ibadah kita. Jangan sampai kita keluar dari bulan suci ini hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja. Semoga Allah menerima amalan kita dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button