Inilah Panduan Memilih Presiden Menurut KH Henry Sutopo

NU CILACAP ONLINE – Inilah Panduan Memilih Presiden Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang beragama Islam dalam mensikapi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun Depan telah tersedia Tiga Calon Capres-Cawapres. Ketiga Capres dan Cawapres tersebut memiliki segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dari Ketiga Pasangan Calon (Paslon) tersebut tidak ada yang Ideal atau Sempurna, namun dari Kaidah Fikih mengatakan :

ما لا يدرك كله لا تطرد كله

Sesuatu yang tidak Ideal semua jangan ditolak semuanya.

Artinya Golput walaupun juga pilihan tetapi itu bukan tindakan yang baik menurut akal sehat.

Pertimbangan memilih tentunya bukan hanya untuk kepentingan Umat Islam, namun Demi Kemaslahatan Bangsa dan Negara Indonesia. Bukan pula karena Fanatik Emosional tanpa pertimbangan matang yang Rasional dan Faktual.

Seorang Muslim rujukan segala masalah harus berdasar pada :

1. Alquran
2. Alhadist
3. Ijmak
4. Qiyas
5. Ijtihad

Baca Juga: Memilih Pemimpin Menurut Al-Qur’an

Adapun Dasar Pertimbangan memutuskan pilihan antara lain sebagai berikut :

1. Dalam Alquran ketika Gusti Allah SWT memilih Tholut menjadi Raja adalah.

وزاده بسطة فى العلم والجسم…

Karena nilai Plus Ilmunya dan Fisiknya… (AlBaqoroh 247)

Hal ini kalau mengambil Qiyas dalam memilih Presiden, maka bisa memperoleh poin bahwa Ilmu yang dimaksud adalah ILMU MEMIMPIN NEGARA. Bukan Ilmu Akademik, pengalaman jadi Anggota Legislatif, Eksekutif, dan sebagainya.

Nilai Plus Fisik antara lain Sehat Jasmani Rohani berpostur Tinggi Gagah Pantas jadi Presiden dan lebih Energik Tegas Berwibawa dibanding yang lain.

Bahasa Guyon ketiga Paslon jika ikut lomba Maraton atau UFC kira-kira Siapa yang jadi Pemenang itulah yang akan dipilih.

2. Kriteria Imam dalam Sholat berjamaah menurut Rasulullah SAW adalah :

1. افقههم
2. اقرؤهم
3. اكبرهم سنا.
1. Yang paling faham tentang Agama…
2. Yang paling bagus bacaan Qur’an nya.
3. Yang paling Senior.

Kita tidak sedang memilih Imam Sholat tetapi milih Imam NKRI

Kita tidak sedang memilih Imam Sholat tetapi milih Imam NKRI. Qiyas dalam konteks Presiden Sebagai Imam Negara maka yang paling faham tentang Ilmu Tatanan berbangsa dan bernegara. Tentunya dengan Track Record Pengalaman paling lama.

3. Capres Cawapres adalah Satu Paket yang tidak terpisah. Maka yang dipilih adalah Paket PALING UNGGUL bagi yang mau berfikir OBYEKTIF RASIONAL bukan FANATIK EMOSIONAL. Apalagi menentukan pilihan hanya berdasar info di Media Sosial yang sudah di Framing dan banyak HOAXnya.

Saat ini Indonesia membutuhkan Sosok Pemimpin yang punya keberanian dan Tegas dalam penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi sesuai dengan Tuntutan Masyarakat.

4. Kaidah Fikih :

1. اليقين لا يزال بالشك…
Sebuah keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan.

2. الضرر يزال…
Madhorot atau bahaya itu harus dihilangkan.

3. درء المفاسد مقدم على جلب المصالح…
Menolak kerusakan harus didahulukan dari pada mendapatkan maslahah kebaikan.

4. إذا تعارض مفسدتان روعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما…

Jika dihadapkan dua kerusakan yang saling bertentangan maka harus dijaga yang paling besar madhorotnya dengan melakukan yang paling ringan bahayanya.

Sisi yang lain, Pemimpin haruslah bersifat SIDIK. Yakni yang Amanah, Jujur dan bisa dipercaya. Tidak suka BERKHIANAT dan hanya menuruti Ambisi Pribadi walau dengan TEMAN KOALISI.

Dan tidak pernah memanfaatkan Politik DINASTI apalagi POLITIK IDENTITAS yang Gerbong Penumpangnya adalah Pengusung Khilafah, Intoleran dan Radikal. Yang mana dapat membahayakan NKRI dan mereka biasa menggunakan Strategi TAQIYYAH segala cara untuk mencapai Tujuannya.

SALAM DAMAI RASIONAL

KH Henry Sutopo, Seorang Penulis Muslim yang cinta NKRI bukan TIMSES Paslon tertentu. (iha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button