Esai Opini Wawasan

Ramadhan: Sibuk Menu Buka Puasa dan Godaan Media Sosial

Asep MaulanaKetika bulan Ramadhan tiba, banyak manusia yang hanya sibuk mementingkan menu buka puasa, seolah-olah puasa itu hanya menunggu azan maghrib saja, atau malah sibuk dengan godaan media sosial.

Pada jaman modern ini, banyak kaum milenial yang tiba-tiba menjadi manusia religius dalam menghadapi Ramadhan. Baik busananya maupun segala sesuatu tentang dirinya, terutama di dunia maya.

Para kaum milenial tiba-tiba menjadi muslim taat, namun pada kesempatan ini puasa milenial harusnya mereka yang mampu menahan jari-jarinya untuk tidak melakukan sesuatu yang menghilangkan keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan.

Kita tidak memungkiri kemajuan teknologi baik secara langsung maupun tidak langsung, mampu mempengaruhi keutamaan ibadah kita. Kesempurnaan ibadah di bulan puasa mampu runtuh hanya dengan genggaman hamba itu sendiri.

Godaan Media Sosial

Puasa Ramadhan saat ini harus lebih hati-hati dengan godaan media sosial. Banyak ruang ghibah di grup sosial media, banyak caci maki bahkan godaan berbentuk audio visual yang dibagikan terutama di media sosial. Kita memang tidak bisa lepas dari smartphone kita, untuk itu yang perlu kita lakukan bukan menghindar dari hal tersebut, tetapi bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

Misalnya ketika kita menyikapi godaan atau kiriman-kiriman makanan di sosial media, yang kita lakukan adalah bersyukur. Bersyukur karena kita mampu menghadapi godaan tersebut sehingga pahala dan keimanan kita bertambah. Bukan malah kita harus menghardik orang yang melakukan godaan tersebut kepada kita.

Apalah artinya puasa kita, yang mengaku iman tetapi masih marah-marah melihat orang yang makan. Anggap saja itu sebagai pengingat diri kita dan tambahan pahala bahwa kita mampu menahan godaan. Karena di setiap sesuatu ada zakatnya . Zakatnya badan adalah puasa.

Baca Juga : Puasa Itu Zakatnya Badan, Bagaimana Pengertiannya?

Maka puasa yang sempurna adalah puasa yang betul-betul mampu membersihkan diri kita. Mari kita bersihkan diri kita dengan sepenuh hati di bulan puasa ini. Bulan dimana Al Quran di turunkan, bulan dimana amal ibadah dilipat gandakan, bulan dimana ada malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Manfaatkan bulan ini untuk meningkatkan keimanan dan kasih sayang terhadap sesama, bersihkan diri kita yang berlumur dosa ini. Kita jadikan bulan Ramadhan untuk menjadi start, agar di bulan lain kita juga mampu menjadi pribadi yang bisa menahan diri dari segala perbuatan yang tercela. Semoga senantiasa kita diberi kekuatan taat kepada Allah SWT, agar kita mendapatkan hikmah Ramadhan. Aamiin

Penulis : Asep Maulana

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three + fifteen =

Back to top button