26 Ribu Nahdliyin Ikut Poling: Gus Rozin Teratas, Siapa Calon Kuat Ketum PBNU Masa Depan?

NUCOM, Jakarta – Jelang Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung di Tambakberas, Jombang 27-31 Agustus 2026, warga Nahdliyin kembali “bersuara”. Sebanyak 26 Ribu Nahdliyin Ikut Poling: Gus Rozin Teratas, Lalu siapa Calon Kuat Ketum PBNU Masa Depan?
Sebelumnya poling lokasi Muktamar dimenangkan Tambakberas, Jombang. Kali ini giliran poling siapa yang pantas jadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
Setelah Pilih Tambakberas Jadi Lokasi Muktamar ke-35, Kini Giliran Pilih Pemimpin PBNU.
Baca juga: Muktamar NU ke-35 Mengerucut, Tambakberas Vs Jagakarsa: “Ruh Pesantren Vs Efisiensi Kesiapan Teknis”
Poling yang digelar mulai tanggal 22 Juli 2026 kemarin melalui saluran resmi NU Online, diikuti lebih dari 26 ribu pemilih ini mendapat sambutan hangat ribuan warga Nahdliyin telah memilih, dan langsung viral di grup-grup WhatsApp warga NU.
Hasil Poling: Gus Rozin Pimpin, Disusul Gus Yusuf
Berdasarkan data per 23 Juli 2026, 8 nama tokoh NU masuk dalam bursa calon Ketum (Caketum) PBNU. Hasil sementara menunjukkan persaingan ketat, siapa saja:
- KH. Abdul Ghaffar Rozin / Gus Rozin: 800 suara;
- KH. Yusuf Chudlori / Gus Yusuf: 448 suara
- KH. Yahya Cholil Staquf / Gus Yahya: 269 suara;
- KH. Abdussalam Shohib / Gus Salam: 186 suara;
- Gus Hery Haryanto Azumi: 131 suara;
- KH. Zulfa Mustofa: 129 suara;
- KH. Abdul Hakim Mahfudz / Gus Kikin: 103 suara;
- KH. Nasaruddin Umar: 57 suara.

Gus Rozin merupakan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati. Dia juga “Menantu Lirboyo” karena menikah dengan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri untuk sementara unggul jauh. Disusul Gus Yusuf, pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Magelang Jawa Tengah.
Baca juga: Lamaran Agung Tegalrejo: 23 PCNU Jateng Pinang Gus Yusuf Jadi Ketum PBNU
SUARA AKAR RUMPUT MULAI BERBICARA
Poling ini bukan keputusan resmi. Keputusan tetap ada di tangan muktamirin di Tambakberas nanti. Namun angka 26 ribu lebih pemilih ini jadi potret penting: suara akar rumput mulai bergerak sejak dini.
Ada 4 hal yang bisa dibaca dari hasil ini:
- “Regenerasi” Jadi Kehendak Umum.
Nama-nama muda seperti Gus Rozin, Gus Yusuf, Gus Salam, dan Gus Kikin mendominasi 5 besar. Ini sinyal kuat warga menginginkan estafet kepemimpinan ke generasi kedua dan ketiga kiai besar NU. - Tambakberas Punya “Tuan Rumah” Kuat.
Gus Rozin merupakan Menantu Lirboyo karena menikah dengan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dan dengan Muktamar digelar di Tambakberas Jombang, dukungan basis Jatim terlihat sangat solid. Pola yang sama terjadi saat poling lokasi Muktamar, warga Jatim juga paling masif memilih Tambakberas. - Maklumat Tambekberas 2026
Maklumat yang berisi seruan moral bertajuk “Kembali ke Akar” sebagai bentuk seruan dari akademisi, seniman, budayawan NU untuk mengatasi krisis kebangsaan, lingkungan, dan marwah organisasi. Ini ditaksir juga punya potensi memengaruhi suara warga Nahdliyin memilih Ketum PBNu. Maklumat ini dikeluarkan oleh Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) PBNU pada Muktamar Kebudayaan Indonesia I di Tambakberas, Jombang (12–14 Juni 2026). - Incumbent Masih Diperhitungkan.
Gus Yahya yang saat ini menjabat Ketum PBNU masih masuk 3 besar. Ini menunjukkan sebagian warga masih melihat perlunya keberlanjutan program dan diplomasi internasional yang sudah dibangun 5 tahun terakhir.
Baca juga: Maklumat Tambakberas 2026: Seruan NU “Kembali ke Akar”
MUKTAMAR KE-35: DARI PILIH LOKASI KE PILIH PEMIMPIN
Setelah poling lokasi Muktamar dimenangkan Tambakberas, poling Ketum ini jadi “pemanasan” politik menjelang Muktamar NU ke 35 pada 27-31 Agustus 2026.
Atmosfernya mirip. Partisipatif, digital, dan langsung menyentuh warga sampai ranting. NU memang sedang bertransformasi: dari organisasi yang keputusannya di ruang tertutup, menjadi organisasi yang mendengar suara warganya lebih dulu.
Tinggal 1 bulan lagi. Siapa yang akan terpilih jadi Ketua Umum PBNU di Tambakberas, Jombang? Jawabannya ada di musyawarah para kiai dan muktamirin. Tapi satu hal pasti: 26 ribu suara ini akan jadi bahan pertimbangan dan perbincangan panjang warga Nahdliyin seluruh Indonesia bahkan dunia.
Wallahu a’lam bishawab.
Catatan Redaksi: Poling Siapa Ketua Umum PBNU Masa Depan ini bersifat tidak mengikat, dinamis, dan hanya sebagai cerminan aspirasi warga Nahdliyin. (IHA)





