Muktamar NU ke-35 Mengerucut, Tambakberas Vs Jagakarsa: “Ruh Pesantren Vs Efisiensi Kesiapan Teknis”

NUCOM, Jakarta-Jombang – Waktu menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 pada 1-5 Agustus 2026 semakin dekat. Dari 9 pesantren di 5 provinsi yang disurvei PBNU, pilihan mengerucut pada 2 kutub Jawa Timur dan DKI Jakarta, yakni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang dan PP Darurrahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Namun demikian, keputusan final akan diumumkan PBNU pada 7 Juli 2026 setelah Tim Survei melaporkan hasilnya.
Lantas, apa saja yang membuat dua lokasi paling berpotensi tersebut menjadi pilihan? Berikut alasannya;
Kubu Tambakberas: “Kembali ke Akar, Kembali ke Pesantren”
Tambakberas, Jombang tampil dengan narasi sejarah dan spiritual. Melalui poster resmi bergambar para muassis NU, mereka mengusung tagline: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban, Mengembalikan NU pada Pesantren dan Kiai, Khidmah untuk Negeri”.
Ada 8 alasan utama mengapa Tambakberas dinilai paling siap:
- Mengembalikan Tradisi Asli NU
Muktamar digelar di Pesantren, bukan gedung konvensi. Ini sesuai ruh awal berdirinya NU tahun 1926 untuk menguatkan kembali napas pesantren dalam gerak Jam’iyah. - Kembali ke Akar Sejarah
Tambakberas bersama Tebuireng adalah cikal bakal NU. Gagasannya lahir dari KH. Abdul Wahab Chasbullah atas restu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Menyelenggarakan di sini artinya “pulang ke rumah pendiri”. - Solusi dan Jalan Tengah Nasional
Posisi Tambakberas diterima luas, baik kalangan Lirboyo maupun non-Lirboyo. Di tengah dinamika, Tambakberas dinilai siap menjadi penengah untuk menjaga persatuan Nahdliyin. - Infrastruktur dan SDM Terlengkap
Di lahan ±5 hektare, Tambakberas punya _50 Ribath, 19 Lembaga Formal, dan 3 Perguruan Tinggi_. Didukung _15.000 santri dan 1.500 Ustadz/ah_. Pengalaman menggelar event besar sudah teruji. Lokasinya strategis dan dekat akses Tol. Kapasitas ini menjawab kebutuhan 5.000-6.000 peserta resmi. - Membawa Spirit ‘Yalal Wathan’ Mbah Wahab
Lagu wajib ‘Yalal Wathan’ dan Nama _KH. Abdul Wahab Chasbullah_ menjadi simbol agar Muktamar berlangsung teduh, damai, jujur, dan bebas dari kepentingan pemodal. Murni Cinta dan khidmah. - Akses Mudah
Meski di Jombang, akses menuju Tambakberas dinilai mudah karena dekat dengan bandara dan jalur darat dari berbagai wilayah Indonesia. - Dukungan puluhan Ribu Warganet
Di media resmi NU Online menyelenggarakan poling sosial, dan banyak warganet lebih menjagokan Tambakberas dibanding Jakarta atau daerah lainnya, - Jelas memenuhi Kriteria Munas-Konbes 2026 di Ploso Kediri.

Sebagai penegas, Tambakberas menyampaikan visi: “Tambakberas, Rumah Besar para Kiai dan Santri, untuk NU yang Rahmatan lil ‘Alamin.”
Kubu Jakarta, Klaim Paling Siap Secara Teknis dan Waktu
Di sisi lain, dukungan untuk Jakarta semakin menguat. Sebanyak 32 PWNU se-Indonesia menyatakan sikap agar Muktamar digelar di Jakarta. Sikap itu disepakati dalam rapat koordinasi daring para Ketua PWNU pada Kamis malam, 2 Juli 2026.
Ketua PWNU Sumatra Barat, Prof Ganefri, menyebut Jakarta pilihan paling rasional.
“Muktamar ini forum besar NU. Tempatnya harus yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan paling memungkinkan mempercepat koordinasi. Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, Jakarta adalah pilihan paling realistis,” ujarnya, Jumat (3/6/2026).
Senada, Ketua PWNU Lampung H. Puji Raharjo membeberkan 4 pertimbangan utama Jakarta:
- Memenuhi Kriteria Munas-Konbes 2026
- Waktu Persiapan MePet : Kurang dari 30 hari, Jakarta punya kesiapan infrastruktur dan kemudahan koordinasi.
- Fasilitas Lengkap: Sarana transportasi, akomodasi, dan pendukung lebih lengkap.
- Akses Termudah: Tersedia penerbangan langsung dan jalur darat dari seluruh Indonesia.
Mereka mengusulkan kepada PBNU agar salah satu pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta ditetapkan sebagai lokasi.
Proses Survei Masih Berjalan
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni menyampaikan PBNU telah membentuk Tim Survei yang meninjau 9 pesantren di 5 provinsi: Sumbar, Jakarta, Jabar, Jatim, dan NTB.
Untuk Jatim, yang disurvei adalah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Tambakberas Jombang. dan Daarurrahman. Nusa Tenggara Barat: Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu (Lombok). Sumatera Barat: Pondok Pesantren Syekh Al-Falah (Padang). Sementara untuk Jabar, tim meninjau 3 pesantren di Cirebon: Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Kempek pada 4-5 Juli 2026.
“Insyaallah, semua memenuhi,” kata Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami usai survei di Cirebon. Namun dia menegaskan keputusan akhir tetap di tangan SC dan OC.
Dengan satu sisi menawarkan “kembali ke akar, ruh pesantren” dan di sisi lain menawarkan “efisiensi dan kesiapan teknis”, pertarungan Tambakberas Vs Jakarta kini menjadi sorotan Nahdliyin seluruh Indonesia bahkan dunia. (IHA)
Jaga Marwah Rais Aam, Mari Belajar Keteladanan dan Ketulusan Berorganisasi dari Mbah Moen





