Gus Addin; Tantangan GP Ansor Yang Akan Memasuki Usia 1 Abad

NU CILACAP ONLINE – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Gus Addin Jauharuddin memaparkan bahwa sekarang GP Ansor sudah berusia 89 tahun dan tentunya akan menghadapi berbagai tantangan organisasi saat memasuki usia 1 abad atau 100 tahun.

Ia menyampaikan tiga hal yang perlu dilakukan untuk organisasi kedepan yakni: apa fungsi sejarah, apa peristiwa yang terjadi hari ini. Dan apa yang harus kita siapkan untuk masa depan.

“Dalam hal kita melihat sejarah. Tentu sejarah kita ini berkaitan erat dengan organisasi Nahdlatul Ulama dan turunannya. Sudah sangat lama sekali sudah satu abad menurut kalender Hijriyah kita lalui. Tidak semua organisasi sampai pada puncak satu abadnya. Hanya organisasi tertentu yang bisa bertahan melewati satu abad,” ucapnya.

“Banyak organisasi yang berguguran karena tidak memiliki nilai, tidak memiliki figur yang kuat dan tidak memiliki sejarah yang kuat,” tegasnya.

Gus Addin menegaskan hal-hal yang bisa menggerakkan hati para kader organisasi Ansor yang sebesar ini dalam semua aspek kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

“Apakah jabatan? Apakah kekayaan? Bukan. Tapi keberkahan. Ya dengan keberkahan itu memang sesuatu yang enggak terlihat tapi bisa kita rasakan dalam semua aspek kehidupan kita,” ungkapnya.

Regenerasi Kepemimpinan

Menurutnya, organisasi Ansor ini sesungguhnya ini adalah organisasi regenerasi kepemimpinan dalam banyak aspek, baik sosial, politik, budaya, ekonomi dan segala macam fungsinya.

Maka apapun itu jadilah pemimpin yang baik yang punya pengaruh atas tindakan-tindakan kebaikannya

Ia juga menambahkan dalam sebuah organisasi itu ada tiga klasifikasi: ada yang namanya ketua, ada yang namanya manajer, ada yang namanya pemimpin.

“Ketua itu adalah orang yang dapat SK dari pimpinan di atasnya. Manajer adalah orang yang bekerja sesuai dengan SOP,¬† juknis dan aturannya merupakan keputusan¬† organisasi. Itu namanya manajer sedangkan pemimpin itu bisa melekat pada keduanya,” ujarnya.

Dalam konteks organisasi, Gus Addin menyampaikan bahwa sahabat-sahabat Ansor, Banser, Rijalul Ansor dan semua kesatuan yang ada di dalam Gerakan Pemuda Ansor itu harus memiliki keteladanan kepemimpinan.

Baca juga

Menurutnya, tantangan bagi organisasi sekarang ini sesungguhnya sangat besar sekali. Sekarang ini banyak terjadi dalam masyarakat bahwa organisasi terkadang sudah enggak penting, karena banyak orang melakukan apapun tanpa membutuhkan wadah organisasi, orang membutuhkan informasi atau pengetahuan apapun tidak melalui keberadaan organisasi.

“Organisasi ini harus bisa bertahan dan bisa menyebarkan semua kebaikan-kebaikannya untuk masa depan kader-kader GP Ansor. Dengan melihat panduan panduan, kita membangun masyarakat, sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi Ansor dituntut untuk memiliki kreativitas, inovasi untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

“Pastikan tidak ada anggota Ansor yang putus sekolah pada level pendidikan. Terutama Pendidikan Dasar Menengah (DIKDASMEN). Dan pastikan tidak ada anggota Ansor dan turunannya yang rumahnya roboh. Karena Anggota Ansor Banser adalah aset ekonomi bukan beban. Maka jangan sekali-kali bilang bahwa jumlah anggota Ansor Banser itu menjadi beban organisasi,” tegasnya.

Penguasaan Media Teknologi

Terakhir, Gus Addin Jauharuddin menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan Kader GP Ansor. Yakni penguasaan Media Teknologi dan penggunaannya. Terutama untuk sarana media informasi, dakwah maupun sarana mempublikasikan, memberitakan segala bentuk program dan kegiatanAnsor dan Banser.

“Media adalah salah satu sarana untuk pelayanan, bersosialisasi dengan masyarakat, baik untuk dakwah keislaman. Media informasi bahkan untuk mengenalkan segala bentuk kegiatan Ansor Banser,” ucapnya.

Ia juga berharap dengan Kebesaran Gerakan Pemuda Ansor akan menjadi penopang dari kekuatan Nahdlatul Ulama (NU), bangsa dan negara.

“Dan saya berharap betul kepada pengurus GP Ansor Cilacap yang baru dilantik betul-betul melaksanakan sebaik-baiknya. Yakinkan bahwa apa yang kita lakukan ini menjadi amal ibadah,” pungkas Gus Addin. (Wah1d)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button