Pengurus Sakoma Cimanggu dan Karangpucung dan Cimanggu Dilantik; Nahkoda Baru Harapan Baru

NU CILACAP ONLINE – Menjadi bagian dari rangkaian kemah Bhakti Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif (Sakoma) Cilacap, Pengurus Sakoma Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung dilantik.

Semangat membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan pendidikan mewarnai rangkaian Kemah Bhakti Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma) Cilacap Tahun 2026. Salah satu agenda penting dalam kegiatan perdana tingkat Kabupaten Cilacap tersebut adalah pelantikan pengurus Sakoma Ma’arif NU Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung.

Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Kemah Bhakti yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kecamatan Cimanggu, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026.

Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Cilacap, H Ali Sadiqin secara langsung melantik jajaran pengurus Sakoma Ma’arif NU Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran gerakan Pramuka di lingkungan pendidikan Ma’arif NU sekaligus memperluas ruang pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan bernilai karakter.

Dalam kepengurusan yang dilantik, Budi Ariwibowo dipercaya menjadi Ketua Sakoma Ma’arif NU Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung. Baca juga Kemah Bhakti Sakoma 2026 Resmi Dibuka:

Budi Ariwibowo merupakan guru MI Ma’arif Cilempuyang yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan pendidikan dan turut mengembangkan gerakan literasi serta aktif pegiat media sosial.

Kiprahnya di dunia pendidikan dan literasi diharapkan menjadi modal positif dalam membawa Sakoma tidak hanya sebagai wadah kegiatan kepramukaan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, kecakapan, budaya membaca, menulis, dan berkarya bagi generasi muda.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tantangan baru bagi Budi untuk membawa Sakoma Ma’arif NU semakin dekat dengan dunia pendidikan dan kebutuhan generasi masa kini.

Pramuka, Pendidikan Karakter, dan Gerakan Literasi

Pelantikan pengurus menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan di tengah semarak Kemah Bhakti yang mempertemukan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI, SD, SMP, MTs, SMK, MA Ma’arif NU dan sekolah afiliasi.

” Kemah Bhakti ini bagian terpenting dan kado termanis untuk saya pribadi dan organisasi karena ini di masa akhir periode, ” sambut Aziz ketua sakoma Ma’arif NU Cilacap

Kemah Bhakti ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan berkemah, tetapi menjadi ruang pembelajaran di luar kelas.

Peserta diajak belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, keberanian, kreativitas, sekaligus mempererat persaudaraan.

Kehadiran sosok pendidik sekaligus pegiat literasi seperti Budi Ariwibowo di jajaran kepengurusan Sakoma diharapkan mampu memberikan warna baru.

Semangat kepramukaan dapat berjalan beriringan dengan gerakan literasi. Anak-anak tidak hanya diajak terampil dalam kegiatan lapangan, tetapi juga didorong untuk membaca, menulis, berpikir kritis, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak mudah terbawa arus, tetapi mampu menciptakan karya dan memberikan manfaat.

Bagi peserta, pengalaman mengikuti kemah menjadi cerita yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat pembelajaran.

“Di sini kami tidak hanya bermain dan berkemah. Kami belajar bekerja sama, disiplin, berani tampil dan menghargai teman. Banyak pengalaman baru yang ingin kami ceritakan dan bawa pulang,” ungkap Janet , salah satu peserta kemah Bhakti.

Peserta lainnya berharap kegiatan Kemah Bhakti Sakoma dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang semakin banyak.

“Semoga kegiatan seperti ini terus ada. Kami mendapatkan teman baru, pengalaman baru, dan keberanian untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah kami lakukan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button