Mengenang Margaret Alyatul Maimunah, Kader Tangguh dan Teladan

NU CILACAP ONLINE – Kepergian sosok Hj Margaret Alyatul Maimunah adalah kehilangan besar bukan hanya untuk keluarga besar Fatayat NU se Indonesia, melainkan jam’iyah Nahdlatul Ulama. Demikian disampaikan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf saat pelepasan jenazah almarhumah.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU masa khidmat 2022-2027, Margaret Alyatul Maimunah, telah berpulang ke Rahmatullah. Suasana haru mewarnai doa dan pelepasan jenazah almarhumah yang berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta, pada Minggu, 1 Maret 2026.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Margaret. Dia menyebut ini sebagai kehilangan besar, bukan hanya bagi Fatayat, tetapi bagi seluruh jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Hari ini kita melepas Sahabat Margaret Alyatul Maimunah. Ini kehilangan besar bagi Fatayat NU dan jam’iyah NU. Tapi insya Allah, akan lahir ‘Margaret-Margaret’ lain yang siap menyerahkan jiwa raganya bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tutur KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Sekjen PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, yang turut hadir melayat, mengenang sosok Margaret sebagai pribadi yang sangat baik.
“Sahabat Margaret adalah min ahlil khair (golongan orang baik). Beliau sosok yang berdedikasi membangun generasi emas Indonesia yang bebas dari kekerasan, serta menanamkan nilai iman, takwa, dan akhlakul karimah,” ungkapnya. Baca Hj Margaret Alyatul Maimunah, Ketum PP Fatayat NU Wafat
Sosok Istiqomah dan Ahli Silaturahmi
Para tokoh yang hadir memberikan kesaksian serupa mengenai kepribadian Margaret. Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, mengenangnya sebagai pribadi yang rendah hati namun profesional dalam berorganisasi.
“Beliau orangnya istiqomah, rendah hati, dan sangat fleksibel dalam bergaul serta berkomunikasi. Beliau sangat baik dalam merawat organisasi dan jamaah. Semoga ini menjadi amal jariyah beliau,” harap Addin.
Menteri Sosial sekaligus perwakilan keluarga, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut Margaret sebagai “kader teladan”.
Margaret dikenal sebagai sosok yang memulai perjuangannya dari bawah, sejak aktif di Jawa Timur hingga ke tingkat nasional di Jakarta.
“Beliau ahli silaturahmi ke banyak pihak, tidak hanya di internal NU. Beliau tekun, disiplin, sungguh-sungguh, dan sangat takzim kepada para ulama serta kiai. Sebagai saudara, saya kagum karena beliau tidak pernah meminta tolong kepada saudara-saudaranya untuk mendapatkan sesuatu, beliau murni berjuang dengan keringat sendiri,” ujar Gus Ipul.
Inspirasi bagi Perempuan NU
Selain sebagai ketum PP Fatayat NU, almarhumah saat ini masih menjabat sebagai ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam hal ini, ketua KPAI Ai Maryati Solihah (mengenang kegigihan Margaret yang sempat menjadi anggota KPAI sebelum mengabdikan diri sepenuhnya di Fatayat NU.
“Beliau selalu memberikan pandangan positif dan mencurahkan energi serta pikirannya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di lembaganya,” kenangnya.
Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari A. S., menambahkan bahwa Margaret adalah sosok perempuan tangguh yang sangat mengayomi kader tanpa pandang bulu. Semangat pengabdiannya diharapkan dapat terus menyala pada diri kader-kader perempuan NU di masa depan.
Selamat jalan, Sahabat Margaret Alyatul Maimunah. Dedikasi dan pengabdianmu akan selalu dikenang dalam sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama.





