KH Imam Jazuli, Unggul, Survey Nasional Calon Ketum PBNU 2026-2031

NUCOM — Baru-baru ini Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengeluarkan rilis survei nasional dari 14 nama potensial sebagai Calon Ketua Umum (Ketum) PBNU 2026-2031. Sosok KH Imam Jazuli, Unggul peroleh suara terbanyak.

Adapun sejumlah 14 nama sosok potensial calon Ketum PBNU diambil berdasarkan popularitas, rekam jejak, dan aspirasi pengurus wilayah/cabang untuk transisi kepemimpinan PBNU mendatang.

Hasil survey terkait tingginya perolehan suara yang jatuh pada sosok Kiai Imjaz, panggilan akrab KH Imam Jazuli, dipicu oleh faktor di mana 80% responden tidak puas dan menganggap gagal kepemimpinan PBNU periode ini.

Kecenderungan pemilih pada Kiai, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat, yang lahir pada 17 November 1976 ini oleh karena sering tampil aktif di media dalam mengkritisi kemelut PBNU dengan gagasan-gagasannya yang segar, ke depan dan maju untuk peta jalan NU menuju abad kedua.

“Kiai Imjaz (KH Imam Jazuli) dianggap tokoh NU dan pesantren yang paling potensial untuk menggantikan Gus Yahya dalam suksesi PBNU dalam muktamar ke-35 NU yang rencana akan dihelat antara bulan Juli atau Agustus 2026 mendatang,” tulis lembaga survey Insantara

“Populasi survei ini adalah 70% mewakili warga NU dan 30 % mewakili Pengurus NU ditingkatan PWNU dan PCNU se-Indonesia,” lanjut Wildan Efendy, mewakili Insantara, Kamis (19/3/2026) lalu.

Melansir Antara News, peneliti Insantara, Wildan Efendy, juga menjelaskan bahwa penentuan kandidat berdasarkan pada tiga faktor utama: popularitas, rekam jejak, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus hingga anggota NU.

Dalam simulasi semi terbuka 14 nama kandidat potensial Ketua Umum PBNU, dengan pertanyaan “Jika Muktamar NU diadakan sekarang ini, siapa yang akan anda pilih sebagai Ketua Umum PBNU di antara nama-nama berikut ini?”

Nama KH Imam Jazuli muncul yang teratas dengan perolehan 26,1%, disusul nama KH Marzuqi Mustamar dengan perolehan 22,6%, dan dilanjutkan nama KH Yusuf Chudlori dengan 17%, kemudian nama KH Yahya Cholil Staquf dengan 9.8%, nama KH Zulfa Mustofa dengan 4.6%, dan KH Abdussalam Shohib dengan perolehan 4.2%.

Setelahnya, berturut-turut nama-nama seperti Prof KH Nasaruddin Umar (4.0%), KH Syaifullah Yusuf (3.6%), H Nusron Wahid (2.1%), Prof KH Nuh DEA (1.9%), KH Abd Ghaffar Rozin (1.3%), KH Juhadi Muhammad (1.3%), dan KH Abd Hakim Mahfudz (1.3%).

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling ini memiliki responden 5900 orang mewakili pengurus dan warga NU. Margin of error-nya sekitar 3% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button